Anak SD Bawa Bekal Ulat Sagu Ditertawakan Guru, Hati-Hati Bahaya Verbal Bullying

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Kamis, 12 Oktober 2023 | 17:50 WIB
Anak SD Bawa Bekal Ulat Sagu Ditertawakan Guru, Hati-Hati Bahaya Verbal Bullying
Viral bocah SD membawa lauk ulat sagu. (Instagram)

Suara.com - Belakangan ini di media sosial beredar seorang anak SD baru-baru ini menjadi sorotan usai membawa bekal empat ekor ulat sagu besar sebagai lauk. Hal ini ia tunjukkan pada sang guru, dan dibagikan di akun TikTok @iam.omad.

Awalnya, dalam video yang beredar sang guru menanyakan bekal apa yang dibawa oleh muridnya. Bocah laki-laki itu pun membuka wadah bekalnya saat itu. Betapa terkejutnya sang guru melihat muridnya itu membawa empat ekor ulat sagu hanya dengan nasi.

Saat menunjukkan bekalnya itu pun, sang siswa terlihat sangat antusias dan sumringah.Namun, hal yang disayangkan, ia seolah menghina bekal muridnya dengan mempertanyakan mengapa masih ada orang yang menjadikan ulat sagu sebagai lauk di tahun 2023 ini.

"Uler iki. Kebangetan, tahun 2023 kok lauknya masih ulet," ucap guru pria yang merekam bekal siswanya

Belum puas sampai di situ, guru laki-laki ini lantas menanyakan apakah sang murid tidak merasa gatal setelah memakan ulat sagu tersebut. Ia pun menjawab jika tidak ada yang terjadi karena ia sudah biasa memakannya.

"Biduran gak?" tanya gurunya itu.

Anak laki tersebut juga pun menjelaskan bahwa semalam ia juga memakan ulat sagu tersebut sebagai lauk di rumahnya.

"Enggak, tadi malam saya makan," jawab siswa laki-laki itu.

Contoh dan Dampak Bahaya Verbal Bullying

baca juga

Sikap sang guru yang seolah mempermalukan bekal siswanya itu pun, oleh publik ramai-ramai disebut sebagai bullying. Bullying jenis ini biasanya dikenal sebagai verbal bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.

Memang sangat ironis, tempat yang seharusnya digunkan untuk mengenyam pendidikan. Malah menjadi lokasi bullying verbal.

Bullying verbal adalah jenis perundungan yang memakai kata-kata tidak menyenangkan untuk mengintimidasi atau menyakiti korbannya. jenis ini dianggap lebih berbahaya dari bullying fisik.

Dikutip dari buku Kesehatan Mental (Teori dan Penerapan), alasan bullying verbal dinilai lebih berbahaya dari bullying fisik karena bullying ini akan menghancurkan harga diri dan citra diri korban.

Dampak dari verbal bullying ini bisa berpengaruh pada mental korban. Hal ini juga bisa, menjadi ingatan yang melekat sepanjang hidupnya dan bahkan membuat korban kehilangan kepercayaan diri karena teringat hinaan yang pernah ia terima.

Selain itu dampak yang lebih berbahaya lagi adalah beresiko menyebabkan depresi, memicu gangguan kecemasan, hingga berpotensi melukai diri sendiri alias self-harm.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oknum Guru di Langkat Cabuli Siswi saat Pelajaran Olahraga, Korban Sampai Trauma Takut Sekolah

Oknum Guru di Langkat Cabuli Siswi saat Pelajaran Olahraga, Korban Sampai Trauma Takut Sekolah

Sumut | Rabu, 11 Oktober 2023 | 19:27 WIB

Viral Anak SD Bawa Bekal dengan Lauk Ulat Sagu, Gurunya Sampai Bilang Keterlauan

Viral Anak SD Bawa Bekal dengan Lauk Ulat Sagu, Gurunya Sampai Bilang Keterlauan

Lifestyle | Rabu, 11 Oktober 2023 | 18:50 WIB

1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Psikolog Ungkap Terapi Warna Bisa Bantu Mengatasinya

1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Psikolog Ungkap Terapi Warna Bisa Bantu Mengatasinya

Health | Rabu, 11 Oktober 2023 | 17:55 WIB

Terkini

Ekonom Ungkap Baik Buruk harga Pertalite Naik

Ekonom Ungkap Baik Buruk harga Pertalite Naik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:25 WIB

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:20 WIB

Industri Telekomunikasi Diminta Perkuat Kolaborasi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Industri Telekomunikasi Diminta Perkuat Kolaborasi, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB

Di Mana Nusron Wahid? Absen Rapat DPR Usai Pejabat Kementerian ATR Kena OTT KPK

Di Mana Nusron Wahid? Absen Rapat DPR Usai Pejabat Kementerian ATR Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:19 WIB

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 17:18 WIB

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

Media Asing Sorot Perasaan Purbaya Dipecat Prabowo, Singgung Krisis Kepercayaan Investor

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:17 WIB

Hari ke-8 Pencarian Rombongan Jurnalis: Kabut Tebal, Ombak 2,5 Meter dan Bahaya Erupsi Krakatau

Hari ke-8 Pencarian Rombongan Jurnalis: Kabut Tebal, Ombak 2,5 Meter dan Bahaya Erupsi Krakatau

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:13 WIB

IHSG Makin Anjlok Setelah Purbaya Dicopot dari Menkeu, Betah di Level 6.400

IHSG Makin Anjlok Setelah Purbaya Dicopot dari Menkeu, Betah di Level 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:09 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

×