Ladang Mati dan Donasi Tak Bisa Masuk, Staf RS Indonesia di Gaza Cuma Bisa Konsumsi Makanan Ini

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Senin, 13 November 2023 | 12:04 WIB
Ladang Mati dan Donasi Tak Bisa Masuk, Staf RS Indonesia di Gaza Cuma Bisa Konsumsi Makanan Ini
Arsip - Sejumlah warga mengangkut para korban dari sebuah gedung yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza bagian selatan, Selasa (17/10/2023). (ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/tm/am.)

Suara.com - Staf Rumah Sakit Indonesia di Gaza terpaksa makan seadanya dan hanya satu kali sehari pasca terjadi agresi Israel terhadap Hamas sejak awal Oktober lalu. Mereka kekurangan pasokan makanan lantaran ladang perkebunan di Gaza telah hancur. Serta bantuan makanan dari luar tidak bisa masuk.

"Pasukan Israel telah mengebom ladang di Jalur Gaza dan banyak tanaman mati," ungkap relawan medis asal Indonesia Fikri Rofiul Haq kepada Al Jazeera, dikutip Senin (13/11/2023).

Fikri bercerita kalau ladang di jalur Gaza biasanya banyak ditanami stroberi setiap bulan September. Kemudian akan dipanen pada bulan November. Daerah Beit Lahia menjadi salah satu tanah yang paling subur di Jalur Gaza karena memiliki iklim yang baik, tanah subur, serta persediaan air berkualitas tinggi.

Beit Lahia berada di Gaza bagian utara, daerah tempat Rumah Sakit Indonesia berada. Fikri bersama dua relawan lain asal Indonesia bertugas di RS tersebut.

RS Al Quds di Kota Gaza, Jalur Gaza, Palestina. (Anadolu)
RS Al Quds di Kota Gaza, Jalur Gaza, Palestina. (Anadolu)

“Tahun ini tidak akan ada hasil bumi seperti stroberi, padahal saat ini sedang musim dingin,” kenang Fikri.

Akibat lahan perkebunan hancur, masyarakat di Gaza kekurangan bahan makanan secara berangsur-angsur. Kini, setelah lebih dari satu bulan agresi Israel terus terjadi, tak ada lagi pasokan makanan yang bisa didapat.

“Pada awal perang, kami masih bisa mendapatkan beberapa barang dari sekitar rumah sakit, seperti sayur mayur dan mie instan. Namun sekarang tidak mungkin mendapatkan produk segar seperti bawang, tomat, dan mentimun,” kata Fikri kepada Al Jazeera melalui pesan suara WhatsApp.

Dia mengungkapkan kalau para staf RS Indonesia saat ini hanya bisa makan sekali sehari saat makan siang saat diberikan oleh pengurus RS Al-Shifa yang jaraknya berdekatan.

"Untuk sarapan dan makan malam, staf makan biskuit atau kurma,” katanya.

baca juga

Sebelum adanya perang, lanjut Fikri, persediaan makanan untuk Rumah Sakit Indonesia biasanya bersumber dari daerah sekitar. Pada awal blokade total dan serangan Israel terhadap Gaza, para relawan organisasi MER-C itu akan keluar mencari perbekalan di ambulans.

Mereka menganggap kalau ambulans lebih aman dibandingkan kendaraan sipil karena itu menjadi fasilitas rumah sakit yang sebelumnya tidak menjadi serangan senjata oleh Israel. Namun, sekarang pertempuran telah terjadi begitu dekat dengan rumah sakit sehingga terlalu berbahaya untuk keluar dari bangunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langsung Dari Washington DC, Jokowi Tegaskan RI Akan Berjuang Lindungi WNI Dan RS Indonesia Di Gaza

Langsung Dari Washington DC, Jokowi Tegaskan RI Akan Berjuang Lindungi WNI Dan RS Indonesia Di Gaza

News | Senin, 13 November 2023 | 11:28 WIB

Lebih Percaya Israel, Uni Eropa Tuding Hamas Jadikan Rumah Sakit di Gaza Sebagai Perisai Manusia

Lebih Percaya Israel, Uni Eropa Tuding Hamas Jadikan Rumah Sakit di Gaza Sebagai Perisai Manusia

News | Senin, 13 November 2023 | 11:02 WIB

Langsung dari Washington DC, Jokowi Tegaskan Lindungi RS Indonesia Gaza

Langsung dari Washington DC, Jokowi Tegaskan Lindungi RS Indonesia Gaza

News | Senin, 13 November 2023 | 10:53 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×