Alasan Generasi Muda Harus Peduli Soal Isu Kekerasan Seksual dan Perlindungan Hukumnya

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Jum'at, 01 Desember 2023 | 18:10 WIB
Alasan Generasi Muda Harus Peduli Soal Isu Kekerasan Seksual dan Perlindungan Hukumnya
Ilustrasi kekerasan seksual. [SuaraJogja.com / Ema Rohimah]

Suara.com - Selain isu mengenai pemberantasan korupsi, ternyata Indonesia juga belum sepenuhnya selesai dalam hal mencegah dan menangani kasus-kasus kekersan seksual. Hal itu pun terbukti dalam laporan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan yang menerima 1.759 laporan kasus kekerasan seksual antara bulan Januari-November 2022.

Pencatatan angka itu belum termasuk kasus-kasus yang tidak dilaporkan. Diketahui sudah ada Undang-Undang No. 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) ini memberi pengakuan dan mempidanakan sembilan jenis kekerasan seksual, seperti pelecehan seksual yang fisik atau non-fisik, pemaksaan kontrasepsi atau sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, dan juga kekerasan seksual yang berbasis elektronik.

Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengatakan kalau rancangan UU TPKS ini sangatlah penting. Hal itu untuk mencegaha kekerasan seksual dan efektif untuk menjaga dan melindungi hak-hak korban kekerasan seksual.

UU TPKS Sudah Disahkan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang sudah menjadi UU TPKS resmi disahkan pada April 2022. Pengesahan ini dilakukan oleh Ketua DPR Puan Maharani yang meminta persetujuan fraksi sebanyak dua kali.

Dalam sidang paripurna, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Nintang Darmawati mengatakan bahwa UU TPKS merupakan landasan yang utuh, adil, dan formil bagi para korban kekerasan seksual. Dengan kata lain, UU ini mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, khususnya korban kekerasan seksual.

Di sisi lain, ternyata masih ada pihak-pihak yang menolak pengesahan UU TPKS ini. Mereka kurang setuju dengan konsep 'consent' (kondisi sadar dan suka sama suka) yang dianggap bisa mengakui hubungan seks di luar nikah dan dilihat bertentangan dengan nilai masyarakat kita.

Lantas mengapa kita generasi muda harus peduli dengan UU TPKS? Berikut ulasannya.

Alasan Genarasi Muda Harus Peduli dengan UU TPKS

baca juga

Berikut adalah alasan kenapa sebagai generasi muda harus peduli dengan UU TPKS.

1. Perlu diketahui kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan seksual adalah remaja dan orang muda. Maka dari itu, sebagai generasi muda kita harus peduli dengan peraturan mengenai kekerasan seksual.

2. Semua orang pasti mendambakan kehidupan yang nyaman dan aman. Namun, tak bisa dipungkiri kalau kekerasan seksual sudah terus-menerus menjadi ancaman. Jangan sampai ada tambahan masalah mengenai perlindungan hukum yang masih ambigu.

3. Hal ini sangat penting untuk pemerintah kita dalam melakukan upaya pencegahan dan memberikan perlindungan hukum untuk korban tanpa pandang bulu. Lantaran, tak sedikit kekerasan seksual dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Generasi Muda Harus Peduli dengan Keseriusan Pemberantasan Korupsi

Alasan Generasi Muda Harus Peduli dengan Keseriusan Pemberantasan Korupsi

News | Kamis, 30 November 2023 | 15:55 WIB

Ajak Generasi Muda Lakukan Aksi Bersih-bersih Sampah di Piala Dunia U-17

Ajak Generasi Muda Lakukan Aksi Bersih-bersih Sampah di Piala Dunia U-17

News | Sabtu, 25 November 2023 | 07:05 WIB

Yamaha Gelar SOL After Class, Pentas Seni Rupa dan Musik Kampus di Perguruan Tinggi Ini Bisa Buat Healing

Yamaha Gelar SOL After Class, Pentas Seni Rupa dan Musik Kampus di Perguruan Tinggi Ini Bisa Buat Healing

Otomotif | Sabtu, 25 November 2023 | 12:07 WIB

Terkini

WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta BertindakTegas

WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta BertindakTegas

Bali | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:03 WIB

Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional

Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:00 WIB

Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?

Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:53 WIB

Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026

Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:53 WIB

Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T

Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:52 WIB

Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat

Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:49 WIB

Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang

Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:48 WIB

5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif

5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:47 WIB

Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun

Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:47 WIB

Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta

Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:46 WIB

×