Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat

Dicky Prastya

Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:49 WIB
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
Ilustrasi sawit. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Sebanyak 80 persen nilai ekspor CPO Indonesia disumbangkan oleh perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat DJBC Kemenkeu.
  • Yetty Yulianty menyatakan proyeksi nilai ekspor menembus USD 23,7 miliar pada tahun 2025 di Pangkalan Bun.
  • Fasilitas fiskal dan non-fiskal tersebut memberikan efisiensi biaya logistik untuk meningkatkan daya saing industri di pasar global.

Suara.com - Sebanyak 80 persen nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Indonesia kini disumbangkan oleh perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Skema insentif ini terbukti menjadi tumpuan utama kinerja perdagangan internasional nasional dengan nilai ekspor yang diproyeksikan menembus USD 23,7 miliar pada tahun 2025.

Kasubdit Tempat Penimbunan Berikat DJBC Kemenkeu, Yetty Yulianty menyatakan, nilai ekspor dari Kawasan Berikat tersebut melampaui capaian jalur ekspor umum non-fasilitas yang mencatatkan nilai sekitar USD 6,03 miliar. Sementara dari sisi volume, sekitar 63-64 persen total produk CPO yang dikirim ke luar negeri juga diproduksi melalui Kawasan Berikat.

Yetty menilai bahwa dominasi ini menunjukkan betapa vitalnya peran insentif kepabeanan dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama sawit dunia.

"Sekitar dua pertiga ekspor CPO dan turunannya itu berasal dari Kawasan Berikat. Pangsa nilai ekspornya bahkan menyentuh 80 persen," ujar Yetty Media Briefing bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip Jumat (30/7/2026).

Yetty menilai, keberadaan Kawasan Berikat menjadi kunci sukses dalam menjaga daya saing produk sawit RI di pasar global. Saat ini, Indonesia menguasai 59,36 persen pangsa pasar CPO dunia, berada di atas Malaysia yang memegang porsi 36,03 persen.

Kepala Subdirektorat Tempat Penimbunan Berikat DJBC Kemenkeu, Yetty Yulianty. [Dok. Kemenkeu]
Kepala Subdirektorat Tempat Penimbunan Berikat DJBC Kemenkeu, Yetty Yulianty. [Dok. Kemenkeu]

Menurut dia, keunggulan ekspor ini tidak hanya didorong oleh fasilitas fiskal berupa penangguhan bea masuk atau pembebasan pajak impor, tetapi juga berkat kemudahan non-fiskal yang berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik.

Dengan fasilitas ini, sebanyak 77 perusahaan penerima KB CPO tidak perlu tertahan oleh proses kepabeanan di pelabuhan (dwelling time). Pemeriksaan barang dilakukan langsung di area pabrik masing-masing perusahaan.

"Fasilitas ini memberikan efisiensi biaya produksi dan biaya logistik secara nyata, sehingga meningkatkan daya saing industri pengolahan kita di pasar internasional," pungkas Yetty.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun

Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:47 WIB

Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia

Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:00 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat

Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:55 WIB

BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit

BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×