Dr Yoke mengaku tersentuh dan terinspirasi oleh semangat mereka untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah di Indonesia, dedikasinya terhadap usaha sosial dan memberi manfaat bagi masyarakat, serta motivasi untuk belajar dan menantang diri mereka sendiri.
Dia juga mendorong lebih banyak orang untuk mendaftar sebagai mentor di YSE Global. “Ini adalah jalan yang berarti bagi orang-orang yang ingin berbagi pengalaman mereka dengan para pemuda yang sedang mencari tahu tentang perjalanan dampak sosial mereka,” imbuhnya.
Sementara itua, Lian Wee Cheow, Wakil Ketua SIF dan Juri Utama YSE Global 2023 mengatakan bimbingan adalah komponen utama dari YSE Global.
Para mentor YSE yang merupakan pemimpin industri dengan pengalaman yang luas, lanjut dia, telah meluangkan waktunya untuk membagikan keahlian dan jaringan mereka kepada para calon pemimpin perubahan.
Hal ini memperluas wawasan para peserta muda yang berada di tahap awal dan kritis dalam perjalanan mereka sebagai wirausahawan sosial.
“Sejak tahun 2010, YSE Global telah membina jaringan yang terus berkembang, yang kini terdiri dari lebih dari 1.400 pemuda dari 43 negara, yang mewakili 674 wirausaha sosial. Dengan memberikan bimbingan, lokakarya pengembangan kapasitas, dan kesempatan belajar di tingkat regionaL, YSE mendukung para wirausahawan sosial pemula untuk memulai perjalanan mereka,” jelasnya.
Tim Pemenang Diumumkan di YSE Global 2023 – Pitching for Change
Enam dari 15 tim yang terpilih diumumkan sebagai pemenang saat mereka berkumpul secara virtual di Pitching for Change pada tanggal 17 November 2023.
Mereka dipilih berdasarkan dampak dan skalabilitas ide bisnis mereka, serta tingkat komitmen mereka. Mereka adalah (sesuai urutan abjad): Anubhuti Samiti (India), China House (China), HomePal (Singapura dan China), LeLao (Laos), ReservoAir (Indonesia) dan Rumah Briket (Indonesia).
Setiap tim pemenang mendapatkan dana hingga S$20.000 untuk meluncurkan atau meningkatkan usaha sosial mereka. Seorang mentor akan ditugaskan untuk membimbing mereka dalam menggunakan dana tersebut dan mendukung perkembangan mereka selama satu setengah tahun ke depan.
Eric Chua, Sekretaris Senior Parlemen, Kementerian Kebudayaan, Komunitas dan Pemuda, dan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura, menjadi tamu kehormatan pada acara tersebut. Dalam pidatonya. Ia memberikan pujian atas tekad para tim yang telah mengatasi masalah-masalah sulit dengan kreativitas dan ketangguhan.
“Tim ini mengadvokasi tujuan-tujuan sosial yang sangat mereka pedulikan. Mereka mempresentasikan berbagai ide yang menarik – mulai dari akses ke layanan kesehatan mental, praktik berkelanjutan, kesetaraan pendidikan, dan dukungan untuk komunitas yang rentan," terangnya.
Banyak yang menyuarakan dengan penuh semangat untuk menciptakan perubahan yang berarti dalam masyarakat.
"Saya merasa tersentuh dengan semangat mereka yang ingin melayani orang lain, serta dedikasi mereka dalam melihat melampaui kebutuhan mendesak untuk berinovasi memberikan solusi bagi masyarakat yang lebih luas. Ini bukanlah hal yang mudah,” imbuh Eric.
Lai Hoi Bing, salah satu pendiri HomePal dari Singapura, mengatakan YSE Global telah menjadi pengalaman yang positif dan bermanfaat yang berbeda dari yang lain.
"Klinik bisnis dan lokakarya pelatihan telah memberikan keterampilan dan pengetahuan yang relevan kepada tim saya seperti penggunaan model bisnis kanvas perusahaan sosial untuk menyempurnakan strategi masuk ke pasar dan penghitungan dampak sosial kami," jelasnya.