Beda Adab Tom Lembong vs Muhammad Lutfi Usai Didepak Jokowi dari Mendag

Ruth Meliana

Rabu, 31 Januari 2024 | 11:47 WIB
Beda Adab Tom Lembong vs Muhammad Lutfi Usai Didepak Jokowi dari Mendag
Kolase foto Tom Lembong dan Muhammad Lutfi. (ist)

Suara.com - Pembahasan tentang hilirasi nikel masih jadi topik perbincangan hangat dunia politik. Sebelumnya Tom Lembong mengkritik habis-habisan hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Co-captain Timnas AMIN itu menyebut hilirisasi nikel di dalam negeri ugal-ugalan sehingga membuat harga nikel dunia anjlok.

Namun beda pendapat disampaikan oleh sesama Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang mengibaratkan Presiden Jokowi seperti sopir angkot di Medan karena berani menjalankan hilirisasi. Simak beda adab Tom Lembong vs Muhammad Lutfi usai 'didepak' Jokowi dari jabatan Mendag.

Tom Lembong

Tom Lembong, Co-Captain AMIN
Tom Lembong, Co-Captain AMIN

Nama Tom Lembong viral sejak disebut oleh cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat Pilpres 2024 pada Minggu (21/1/2024) lalu. Ketika beradu pendapat dengan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Gibran menyoroti Tom Lembong yang kerap mengkritik hilirisasi nikel di Indonesia. 

Tom Lembong menilai harga nikel dunia anjlok saat ini dikarenakan hilirisasi nikel di Indonesia yang ugal-ugalan. Dia mengungkap proses hilirisasi yang dilakukan di Indonesia bak 'Senjata Makan Tuan' yang berujung merugikan Indonesia sendiri.

"Yang kita anti adalah hilirisasi yang ugal-ugalan. Berujung konyol karena senjata makan tuan, saking gencarnya menggenjot smelter nikel, kemudian membanjiri dunia dengan suplai nikel sampai harganya anjlok," ungkap Tom Lembong dalam program Your Money Your Vote CNBC Indonesia.

Namun begitu, dia menyebut program hilirisasi masih menjadi visi-misi dari paslon AMIN. Dengan demikian, Tom Lembong menegaskan pihaknya tidak anti hilirisasi, tapi hal itu akan dilakukan dengan tidak ugal-ugalan.

"Kita menjadi korban dari kebijakan yang kita bikin sendiri. Kita sama sekali tidak anti hilirisasi, hilirisasi itu juga ada di visi misi Anies-Muhaimin," ungkap dia.

Seperti diketahui, Tom Lembong mulai terjun ke dunia politik ketika menjadi penasihat ekonomi dan menuliskan pidato untuk Jokowi yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Kedekatan Tom Lembong dengan mantan Wali Kota Solo itu berlanjut ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden periode 2014-2019.

Tom Lembong pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Perdagangan pada 2015-2016 di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Jabatan terakhir Tom Lembong di kabinet Jokowi adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2016-2019. Kekinian Tom Lembong adalah Co-Captain Tim Nasional (Timnas) Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) di Pilpres 2024. 

baca juga

Muhammad Lutfi

Mantan Mendag RI, Muhammad Lutfi. [Ist]
Mantan Mendag RI, Muhammad Lutfi. [Ist]

Beda pendapat dengan Tom Lembong, Muhammad Lutfi yang merupakan mantan Menteri Perdagangan (Mendag) 2020 - 2022 justru memuji program hilirisasi nikel yang dilakukan Jokowi. Lutfi bahkan mengibaratkan Presiden Jokowi seperti sopir angkot di Medan yang berani menjalankan hilirisasi, sedangkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menjadi keneknya. 

Analogi dari Lutfi jadi gambaran Jokowi dan Luhut berani menyelesaikan berbagai desakan luar negeri yang tidak mendukung program hilirisasi pemerintah Indonesia.

"Presiden kita berani dan gagah perkasa, beliau ini saya analogikan kayak sopir Medan. Sopir Medan tuh begini, naik enggak naik kita jalan, dan yang jalan kebetulan juga berani investornya," ungkap Lutfi di acara Repnas bertema 'Blak-blakan soal Mobil Nasional dan Polemik LFP vs Nikel' di Jakarta pada Senin (29/1/2024).

"Pak Luhut keneknya, ini keneknya juga jago sangat berani. Dia ini perjumpaan yang memang Indonesia Pusaka ini," sambung dia.

Lutfi menjelaskan saat ini Indonesia menghadapi investor dari negara luar yang sangat pemilih sehingga menimbulkan subjektivitas. Apabila negara lain menjalankan hilirisasi dianggap jelek.

"Hilirisasi bagus karena bisa industrialisasi keluar dari middle income. Begitu dibikin negara lain dia bilang jelek, ini namanya subjektivitas," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Dugaan Unggah Pasal Palsu Pemilu, Anies Respons Pelaporan Tom Lembong ke Bawaslu

Soal Dugaan Unggah Pasal Palsu Pemilu, Anies Respons Pelaporan Tom Lembong ke Bawaslu

Video | Rabu, 31 Januari 2024 | 10:00 WIB

Gibran Mendapat Penilaian Tinggi dari Lutfi di Debat Cawapres

Gibran Mendapat Penilaian Tinggi dari Lutfi di Debat Cawapres

News | Selasa, 30 Januari 2024 | 20:13 WIB

Anies Respons Pelaporan Tom Lembong ke Bawaslu Soal Dugaan Unggah Pasal Palsu Pemilu

Anies Respons Pelaporan Tom Lembong ke Bawaslu Soal Dugaan Unggah Pasal Palsu Pemilu

Kotak Suara | Selasa, 30 Januari 2024 | 19:18 WIB

Tom Lembong Sebut Pemerintah Jokowi Penakut di Kancah Internasional

Tom Lembong Sebut Pemerintah Jokowi Penakut di Kancah Internasional

News | Selasa, 30 Januari 2024 | 19:13 WIB

Buntut Komentari Presiden Ikut Kampanye, Tom Lembong Dilaporkan ke Bawaslu

Buntut Komentari Presiden Ikut Kampanye, Tom Lembong Dilaporkan ke Bawaslu

Kotak Suara | Selasa, 30 Januari 2024 | 18:58 WIB

Suara Berat Tom Lembong Ternyata Pernah Dipuji Presiden Donald Trump

Suara Berat Tom Lembong Ternyata Pernah Dipuji Presiden Donald Trump

Lifestyle | Selasa, 30 Januari 2024 | 14:33 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×