Tips Diet dan Gaya Hidup Sehat, Persiapan Penting Sebelum Mendaftar Asuransi

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 21 Februari 2024 | 19:29 WIB
Tips Diet dan Gaya Hidup Sehat, Persiapan Penting Sebelum Mendaftar Asuransi
Ilustrasi diet dan gaya hidup sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Sehat dan tak pernah sakit, tentu itu menjadi harapan semua orang. Untuk itu, sangat penting untuk memulai gaya hidup sehat sejak saat ini. Pasalnya, gaya hidup akan sangat menentukan status kesehatanmu.

Selain faktor genetik, gaya hidup tidak sehat menjadi penyumbang terbesar terhadap berkembangnya penyakit kritis. Gaya hidup tidak sehat yang dimaksud di antaranya adalah sedentary living, yakni lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk sehingga kurang bergerak, makan tidak teratur dan tidak bergizi, serta jarang berolahraga.

Untuk menghindari kerugian finansial saat sakit, asuransi punya peran yang sangat penting. Tapi masalahnya, menurut Medical Underwriter Sequis dr. Debora Aloina Ita Tarigan, ada proses underwriting dalam tahapan pengajuan asuransi di mana kondisi kesehatan dan gaya hidup menjadi faktor penilainya.

Kondisi kesehatan di sini meliputi usia, berat badan, kebiasaan merokok, riwayat penyakit dan faktor lainnya.

Jadi, jika Anda belum memiliki asuransi dan berniat untuk mengajukannya, sebaiknya mulailah perhatikan gaya hidup sejak sekarang. Kemudian, berasuransilah saat kondisi tubuh masih sehat dan usia masih produktif.

“Proses underwriting menjadi penentu apakah seorang bisa mendapatkan perlindungan asuransi dan besaran premi yang dikenakan selama menjadi nasabah. Proses ini wajib dilakukan untuk mengetahui besar risiko yang memungkinkan ditanggung oleh perusahaan asuransi,” kata dr. Debora dalam keterangan tertulisnya.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh agar mudah lolos di tahap underwriting pengajuan asuransi? Salah satunya adalah dengan menurunkan berat badan. Harapannya, dengan berat badan ideal, kita dapat meminimalkan risiko terkena penyakit kritis.

Menurunkan berat badan sendiri bisa dilakukan dengan diet. Clinical Nutritionist, NalaGenetics dr. Putri Sakti Dwi P., Sp.GK, M. Gizi menegaskan bahwa diet dan nutrisi menjadi pilar utama untuk menjaga kesehatan.

Namun, menjalankan diet bukanlah hal yang mudah. Gagal diet dapat terjadi karena faktor kombinasi antara metabolisme yang lambat, gangguan penyerapan nutrisi yang memengaruhi metabolisme energi, dan karena pola diet yang belum tepat dan tidak dijalankan secara konsisten.

Diet Berdasarkan Variasi Genetik

Menurut dr. Putri, variasi genetik setiap orang berbeda. Dan diet itu bersifat personal berdasarkan genetik.

“Faktor genetik tidak dapat diubah, tetapi pasien yang mengikuti tes genetik lalu mengikuti rekomendasi pola nutrisi dan konsisten mengubah gaya hidup sesuai genetiknya akan terbantu mengurangi risiko gagal diet, membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, dan menjaga berat badan tetap ideal sesuai genetik,” katanya.

Dr. Putri menambahkan bahwa diet yang berdasarkan variasi genetik bermanfaat sebagai cara preventif meminimalisir dan mencegah risiko genetik yang berkaitan dengan infeksi, kanker, autoimun, penyakit degeneratif. Manfaat lainnya adalah membantu mereka yang sedang menjalani terapi kesehatan agar hasilnya optimal.

dr. Debora Aloina Ita Tarigan dan dr. Putri Sakti Dwi P., Sp.GK, M. Gizi. (Dok. Sequis)
dr. Debora Aloina Ita Tarigan dan dr. Putri Sakti Dwi P., Sp.GK, M. Gizi. (Dok. Sequis)

Perlunya melakukan diet juga disetujui oleh dr. Debora. Menurutnya, diet baik dilakukan oleh mereka yang memiliki berat badan berlebih, lansia, usia paruh baya yang memiliki metabolisme tubuh yang melambat, dan mereka yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Kelompok ini diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan dengan menjaga nutrisi dan melakukan diet.

“Setiap orang memiliki riwayat kesehatan dan sistem metabolisme yang berbeda, kebutuhan nutrisi juga berbeda sehingga tidak bisa meniru pola diet orang lain. Diet pada pria dan perempuan juga berbeda karena ada perbedaan massa otot dan lemak. Sebaiknya sebelum melakukan diet, berkonsultasilah dengan dokter dan ahli nutrisi agar diet dapat dilakukan dengan optimal dan tidak memperberat kondisi sakit bagi pasien yang memiliki riwayat sakit,” saran dr. Debora.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Pandemi, Kesadaran Masyarakat Hidup Sehat dari Pola Makan Bernutrisi Makin Meningkat

Setelah Pandemi, Kesadaran Masyarakat Hidup Sehat dari Pola Makan Bernutrisi Makin Meningkat

Lifestyle | Senin, 19 Februari 2024 | 19:05 WIB

Sukses Diet, Ini 7 Potret Terbaru Marion Jola yang Makin Langsing

Sukses Diet, Ini 7 Potret Terbaru Marion Jola yang Makin Langsing

Entertainment | Selasa, 20 Februari 2024 | 06:00 WIB

Diet Gagal Terus, Dokter Gizi Ungkap Faktor Genetik Ternyata Punya Pengaruh Besar Loh!

Diet Gagal Terus, Dokter Gizi Ungkap Faktor Genetik Ternyata Punya Pengaruh Besar Loh!

Health | Sabtu, 17 Februari 2024 | 17:44 WIB

Terkini

6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin

6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:00 WIB

Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya

Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB

Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:16 WIB

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:05 WIB

Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem

Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:00 WIB

7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!

7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:54 WIB

5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan

5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:17 WIB

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:15 WIB

Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi

Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:00 WIB