Viral Anak 7 Tahun di Madura Sudah Tunangan, Psikolog Ingatkan Risiko Gangguan Psikologis

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 23 April 2024 | 17:56 WIB
Viral Anak 7 Tahun di Madura Sudah Tunangan, Psikolog Ingatkan Risiko Gangguan Psikologis
Ilustrasi anak 7 tahun bertunangan. (Shutterstock)

Suara.com - Pertunangan seorang anak perempuan masih di bawah umur di Madura dinilai dapat mengganggu psikologis balita tersebut. Psikolog anak dan remaja Mutia Aprilia mengatakan bahwa balita belum mampu mengerti tentang konsep tunangan, apalagi pernikahan.

Usia anak yang baru 4 tahun, lanjutnya, masih menjadi momen bagi balita tersebut untuk bermain dan mendapatkan banyak pembelajaran tentang dunia di sekitarnya.

"Kebayang kalau misalnya usia 4 tahun sudah ditunangkan, pasti sudah ada pembicaraan ini akan menikah. Menikah itu buat gen z aja yang udah cukup dewasa, masih berat banget ya. Apalagi dibicarakan ke anak yang bahkan berpikir abstraknya belum terlalu baik," kata Mutia usai Media talk RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) di Kementerian PPPA, Jakarta, Selasa (23/4/2024).

Bagi orang dewasa pun, pernikahan menjadi satu hal yang abstrak dan rumit. Itu sebabnya, kata Mutia, balita belum sebaiknya dilibatkan langsung dalam hal tersebut apalagi sudah ditunangkan.

"Jadi ini pasti akan sangat mempengaruhi kondisi psikologis dia. Dia lihat teman-temannya main, kok dia gak bisa main sebebas dulu karena mungkin akan ada banyak ritual pertunangan dan pernikahan," kata Mutia.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Rohika Kurniadi Sari juga mengatakan, kejadian tersebut masih jadi tantangan bagi pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan hak anak. Terlebih saat ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sedang berupaya mendorong DPR agar mensahkan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA).

Rohika menyebut, peristiwa yang terjadi di Madura itu menjadi kesalahan dari orang tua si anak.

"Ini perlakuan yang salah para orang tua dan masyarakat sekitar karena membiarkan itu seolah-olah tidak berdampak pada tumbuh kembang si anak," kata Rohika.

Dari berita yang beredar di media sosial disebutkan kalau anak perempuan di Sampang, Madura, itu masih berusia 4 tahun. Namun, belakangan Dinas Kesehatan setempat menyebut kalau anak tersebut berusia 7 tahun. Meski demikian, acara pertunangan tetap tidak dibenarkan lantaran usianya yang masih anak-anak.

baca juga

Rohika mengatakan, peristiwa seperti itu biasanya terjadi akibat adanya tradisi kebudayaan setempat. Hal tersebut juga kerap jadi tantangan lainnya.

"Ini tantangan, kita sudah mengubah UU 74 dengan UU 16/2019 (batas usia pernikahan) ternyata kita dibenturkan dengan tradisi, yang memang kita semua harus mengubah perilaku itu dengan nilai-nilai yang baru, paradigma baru, terliterasi dengan baik pada para orang tua," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tunangan Beby Tsabina dan Latar Belakangnya yang Mentereng: Anggota DPR RI, Orangtua Bupati Pandeglang

Tunangan Beby Tsabina dan Latar Belakangnya yang Mentereng: Anggota DPR RI, Orangtua Bupati Pandeglang

Lifestyle | Senin, 22 April 2024 | 12:17 WIB

Beby Tsabina Resmi Dilamar, Latar Belakang Calon Suaminya Langsung Mencuri Perhatian

Beby Tsabina Resmi Dilamar, Latar Belakang Calon Suaminya Langsung Mencuri Perhatian

Entertainment | Minggu, 21 April 2024 | 16:00 WIB

Viral Bocah 7 Tahun di Madura Sudah Bertunangan, yang Usia 27 Tahun Malah Masih Jomblo

Viral Bocah 7 Tahun di Madura Sudah Bertunangan, yang Usia 27 Tahun Malah Masih Jomblo

News | Jum'at, 19 April 2024 | 20:38 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×