Pabrik di Indonesia Resmi Tutup, Ini Profil Pemilik BATA Ternyata Asli dari Ceko!

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 08 Mei 2024 | 17:50 WIB
Pabrik di Indonesia Resmi Tutup, Ini Profil Pemilik BATA Ternyata Asli dari Ceko!
Pabrik di Indonesia Resmi Tutup, Ini Profil Pemilik BATA Ternyata Asli dari Ceko! (thebatacompany.com)

Suara.com - PT Sepatu Bata Tbk (BATA) secara resmi telah menutup operasional pabrik sepatunya yang berlokasi di Purwakarta pada 30 April 2024. Tutupnya pabrik ini dikarenakan penurunan permintaan yang terjadi selama 4 tahun terakhir. Selengkapnya, berikut adalah profil pemilik BATA. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Januari-September 2023 tercatat kerugian pabrik sepatu BATA mencapai Rp80,65 miliar atau meningkat sebesar 294,76 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp20,43 miliar. Sementara itu, penjualan bersih BATA pada periode itu turun 0,42persen menjadi Rp488,47 miliar atau lebih rendah dari satu tahun lalu yaitu Rp490,57 miliar.  

Sejarah Pabrik BATA di Indonesia 

Produsen Sepatu ini sendiri bukanlah perusahaan lokal. Didirikan pada tahun 1894, BATA merupakan perusahaan yang berasal dari sebuah kota bernama Zlín, Cekoslowakia. Produk pertama yang dirilisnya bernama Batovka, pada 1897. Selama berabad-abad, BATA merupakam perusahaan alas kaki global yang mendunia, termasuk Indonesia. 

Nama Sepatu BATA telah terukir di Indonesia sejak 1931, 14 tahun sebelum kemerdekaan Indonesia. Di masa itu, BATA berkerjasama dengan NV, Netherlandsch-Indisch, importir sepatu yang beroperasi di Tanjung Priok. Enam tahun berselang, Tomas Bata pun mendirikan pabrik Sepatu di tengah perkebunan karet di wilayaj Kalibata, yang beralamat di Jl. Kalibata Raya Jakarta Selatan. Kemudiam produksi sepatu terjadi pada tahun 1940. 

Lalu pada tahun 1982, PT.Sepatu Bata, TBK resmj terdaftar di Jakarta Stock Exchange pada 24 Maret. Di tahun 1994, konstruksi pabrik Sepatu di Purwakarta pun sudah rampung. 

Sebagai salah satu pabrik sepatu terbesar di Indonesia, Bata mempunyai spesialisasi produk sepatu injeksi untuk konsumsi dalam serta luar negeri. Saat ini BATA Indonesia telaj menempati Gedung 6 lantai; yakni kantor PT.Sepatu Bata, TBK di Cilandak, Jakarta Selatan. 

Sebelum berhenti beroperasi, merek BATA di Indonesia benar-benar mempunyai perjalanan snagat panjang. Merk sepatu dengan jargon "Back to School," ini telah melayani berbagai segmen pasar yang berbeda. Termasuk merk lainnya yakni Marie Claire, Comfit, Bubblegummers, North Star, B-First, Power and Weinbrenner. 

Sebagai alas kaki dan pemasol terkemuka di Tanah Air, BATA telah mengoperasikan rantai ritel 435 toko di seluruh negeri, yang terdiri dari Family and City Stores. Masing-masing dari toko ritel Bata tersebut berbeda dari yang lainnya dalam hal variasi produk. BATA Indonesia pun mengoperasikan Wholesale Departemen yang melayani bidang Ritel Dealer independen. 

Berkat pengalaman lebih dari 125 tahun dalam bisnis sepatu, BATA menawarkan berbagai koleksi sepatu yang memproduksi semua tingkat kelompok pendapatan serta usia; mulai dari balita hingga anak-anak, remaja dan juga dewasa. Adapun kombinasi produk terdiri dari berbagai koleksi yang modis juga kekinian untuk segala suasana. 

Sebagai informasi, pendiri BATA bukanlah orang pribumi, melainkan Tomáš, Anna, dan Antonín Baa. Ketiga bersaudara tersebut sudah berperan sebagai inovator sejak awal perusahaan sepatu itu berdiri. Mereka sukses menggantikan sebuah bengkel tradisional yang awalnya dioperasikan oleh satu orang, menjadi perusahaan dengan 10 pekerja. 

Dalam artikel ini, Suara.com akan mengulas Profil dari Tomáš Baa selaku pendiri perusahaan BATA sepatu ikonis itu, dilansir dari berbagai sumber. 

Profil Pemilik BATA 

Tomáš Baa merupakan seorang pengusaha yang lahir pada 3 April 1876 di Republik Ceko. Sejak kecil, keluarganya memang sudah dekat dengan dunia sepatu. Mereka telah mengantongi pengalaman sebagai produsen sepatu selama beratus-ratus tahun lamanya. 

Berbekal pengalaman itu, ia pun menaruh minat terhadap sepatu sejak usia 12 tahun. Tak hanya dalam pembuatan, ia juga memiliki taktik yang cerdas untuk menjajakannya. 

Lantaran rasa penasaran ketika masih muda, ia pun akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Kota Prostejov demi bisa bekerja di Faber, salah satu produsen mesin pembuat sepatu. Meskipin akhirnya, ia tak bekerja di sana dalam waktu yang cukup lama, dan memutuskan kembali ke kampung halaman. 

Pada tahun 1894, bersama dengan dua saudaranya, Tomáš Baa memberanikan diri untuk mendirikan perusahaan sepatu sendiri meskipun hanya dengan bantuan 10 karyawan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Sri Indarti, Rektor Unri Polisikan Mahasiswa yang Protes Biaya Kuliah

Profil Sri Indarti, Rektor Unri Polisikan Mahasiswa yang Protes Biaya Kuliah

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 13:28 WIB

Ini Sosok Tan Zhu yang Dihujat Netizen, Ex Kekasih Fat Cat Tega Peras Rp1 Miliar Lalu Nikahi Pria Lain

Ini Sosok Tan Zhu yang Dihujat Netizen, Ex Kekasih Fat Cat Tega Peras Rp1 Miliar Lalu Nikahi Pria Lain

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2024 | 13:24 WIB

Terkini

Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha

Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 19:15 WIB

Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI

Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 19:05 WIB

Sosok Dan Darmawan, Musisi Lokal yang Namanya Mencuat di Tengah Kasus Penyanyi D4vd

Sosok Dan Darmawan, Musisi Lokal yang Namanya Mencuat di Tengah Kasus Penyanyi D4vd

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:45 WIB

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:35 WIB

Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!

Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:17 WIB

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 17:11 WIB

Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 17:10 WIB

Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi

Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:35 WIB

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:30 WIB

Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?

Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:12 WIB