Head to Head Shin Tae-yong dan Kaba Diawara: Pelatih Timnas Indonesia vs Guinea Siap Berebut Tiket Olimpiade Paris

Ruth Meliana

Kamis, 09 Mei 2024 | 13:31 WIB
Head to Head Shin Tae-yong dan Kaba Diawara: Pelatih Timnas Indonesia vs Guinea Siap Berebut Tiket Olimpiade Paris
Kolase Kaba Diawara dan Shin Tae-yong, pelatih Timnas Guinea dan Indonesia. (Istimewa)

Suara.com - Timnas Indonesia vs Guiena U-23 akan memperebutkan tiket Olimpiade Paris 2024. Kedua tim yang sama-sama juara keempat dari benua Asia dan Afrika bakal bertanding dalam laga play-off Olimpiade di Stadion INF Clairefontaine, Prancis pada Kamis (9/5/2024) pukul 20.00 WIB.

Jelang pertandingan, menarik untuk melihat rekam jejak pelatih Timnas U-23 Indonesia, Shin Tae-yong, dengan pelatih Timnas Guinea, Kaba Diawara. Terlebih, keduanya berhasil membawa Timnas yang sempat tak diperhitungkan menjadi punya peluang bertarung di Olimpiade.

Lalu, seperti apa head to head Shin Tae-yong vs Kaba Diawara? Simak inilah selengkapnya.

Kiprah Shin Tae-yong

Pelatih Indonesia Shin Tae-yong menyaksikan pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Asia U23 2024 antara Irak melawan Indonesia di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (2/5/2024). [KARIM JAAFAR / AFP]
Pelatih Indonesia Shin Tae-yong menyaksikan pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Asia U23 2024 antara Irak melawan Indonesia di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (2/5/2024). [KARIM JAAFAR / AFP]

Shin Tae-yong atau akrab dikenal dengan nama STY merupakan pelatih Timnas Indonesia yang dikontrak sejak awal 2020 lalu. STY sendiri memiliki latar belakang sebagai pemain bola asal Korea Selatan. Usai gantung sepatu, STY memutuskan berkarier sebagai pelatih tim sepak bola.

STY pernah memperkuat Seongnam FC selama 12 tahun, yaitu sejak tahun 1992 hingga 2004. Tak hanya itu, sosoknya juga menjadi salah satu pemain andalan timnas Korea Selatan.

Terbukti sejak tahun 1987, STY sudah dipanggil untuk memperkuat timnas Korea Selatan U-17. Ia juga ikut memperkuat Timnas Korea Selatan U-20 pada 1988, serta Timnas Korea Selatan U-23 di tahun 1991 hingga 1992. Puncaknya, ia berlaga di Timnas senior Korea Selatan dari 1992 hingga 1997.

Pasca hengkang dari Seongnam FC pada 2004, STY kembali berlaga dengan memperkuat Queensland Roar hingga tahun 2005. Namun, ia mengalami cedera parah sehingga memutuskan pensiun pada 2005.

Kiprah kepelatihan STY sendiri terbilang cemerlang. Ia langsung dikontrak Queensland Roar sebagai asisten pelatih sejak tahun 2005 hingga 2008.

baca juga

Namanya juga dipanggil kembali oleh klub debutnya, Seongnam FC. Di sana, ia melatih para talenta muda Seongnam selama 4 tahun lamanya hingga tahun 2012.

Rekam jejak kepelatihan STY akhirnya dilirik oleh federasi sepak bola Korea Selatan. Ia mulai dipilih sebagai asisten pelatih dan pelatih interim. Puncaknya, STY dipercaya sebagai pelatih utama timnas Korea Selatan sejak tahun 2014 hingga 2018.

Namun, STY sempat mengalami kegagalan. Ia sampai dihujat oleh warga Korea karena tidak berhasil membawa negaranya berjaya di Piala Dunia.

Usai mundur dari kursi pelatih Timnas Korea, STY dibidik oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia. STY kemudian menerima tawaran PSSI untuk melatih Timnas Garuda mulai 2020 hingga sekarang.

Di tangan STY, Timnas Indonesia terus mencatatkan sejarah baru. Mulai dari kategori umur hingga senior yang sama-sama menunjukkan kemajuan signifikan.

Timnas Indonesia mulai menunjukkan taringnya lewat laga laga bergengsi seperti Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia. Meskipun belum pernah angkat piala sejak diasuh oleh STY, namun PSSI optimis timnas Garuda akan terus memperjuangkan juara dan lolos Olimpiade Paris 2024.

Kiprah Kaba Diawara

Pelatih Guinea U-23, Kaba Diawara. (instagram.com/kaba.diawara)
Pelatih Guinea U-23, Kaba Diawara. (instagram.com/kaba.diawara)

Berbeda dengan STY yang berlaga di Liga Korea Selatan, pelatih timnas Guinea Kaba Diawara sudah lama wara-wiri merasakan transfer pemain di berbagai liga antar negara dan benua.

Meskipun berkebangsaan Guinea, Kaba sendiri lahir dan besar di Toulon, Prancis. Ini karena orang tuanya menjadi imigran di negeri Napoleon Bonaparte tersebut.

Kaba mengawali karier profesionalnya sebagai pesebakbola di SC Toulon pada tahun 1993 hingga 1994. Ia juga sempat berpindah klub ke Bordeaux dan menjadi pemain pinjaman Stade Rennais.

Namanya semakin dikenal saat direkrut Arsenal dan bermain di Liga Premier Inggris tahun 1999. Bersama The Gunners, Kaba dan rekannya berhasil meraih juara kedua Liga Premier Inggris musim 1998 dan 1999.

Kaba juga malang melintang di berbagai klub lain besar lainnya, seperti Marseille dan Paris Saint Germain di Liga Prancis. Kemudian West Ham United dan Blackburn Rovers di Liga Inggris.

Sosoknya juga pernah bermain di Liga Spanyol dengan membela Racing de Ferrol. Ia juga sempat mencicipi Liga Qatar dengan membela klub Al-Gharrafadan dan Al Kharitiyath.

Kaba kemudian hengkang dari Qatar dan berlabuh ke Liga Turki. Di sana, ia sempat membela klub Gaziantepspor dan Ankaragucu. Terakhir, ia kembali ke Liga Prancis dan bermain untuk klub Arles-Avignon pada 2011, sebelum akhirnya gantung sepatu.

Sementara itu di level tim nasional, Kaba awalnya memperkuat timnas Prancis U-21. Namun ia akhirnya memilih untuk membela Tanah Airnya, Guinea di level senior. Bersama Guinea, ia berhasil membawa negaranya melaju babak perempat final Piala Afrika tahun 2006 silam.

Kiprah apik Kaba membuatnya dilirik pemerintah Guinea untuk melatih Timnas Guinea. Kesempatan melatih pun datang pada 2021. Bersama Kaba, Timnas Guinea berhasil menang di 12 laga baik lokal maupun level regional benua.

Ia juga uga berhasil membawa Timnas Guinea menuju perempat final Piala Afrika 2024 dan keluar sebagai juara keempat.

Kini, dua pelatih timnas Indonesia dan Guinea ini akan unjuk gigi untuk memperebutkan tiket Olimpiade Paris 2024.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuartet Sayap Timnas Indonesia U-23 yang Siap Hancurkan Pertahanan Guinea di Playoff Olimpiade 2024

Kuartet Sayap Timnas Indonesia U-23 yang Siap Hancurkan Pertahanan Guinea di Playoff Olimpiade 2024

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 12:58 WIB

Jalani Play-off Olimpiade, Likuan Jalan Timnas U-23 Diharapkan Seperti Seniornya di AFC U-23

Jalani Play-off Olimpiade, Likuan Jalan Timnas U-23 Diharapkan Seperti Seniornya di AFC U-23

Your Say | Kamis, 09 Mei 2024 | 12:49 WIB

Barbar, Netizen Geruduk Akun Ipswich Town yang Tak Izinkan Elkan Baggott Gabung Timnas Indonesia U-23

Barbar, Netizen Geruduk Akun Ipswich Town yang Tak Izinkan Elkan Baggott Gabung Timnas Indonesia U-23

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 12:41 WIB

Shin Tae-yong: Saya Bukan Tuhan, Timnas Indonesia U-23 Harus Bersatu Hadapi dengan Mental yang Kuat

Shin Tae-yong: Saya Bukan Tuhan, Timnas Indonesia U-23 Harus Bersatu Hadapi dengan Mental yang Kuat

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 12:36 WIB

Skuat Timnas Indonesia di Olimpiade 1956: Ada Ahli Kimia, Tentara hingga Pelajar

Skuat Timnas Indonesia di Olimpiade 1956: Ada Ahli Kimia, Tentara hingga Pelajar

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 12:20 WIB

Dear Suporter, Ini 3 Alasan Tak Perlu Hujat Pemain jika Timnas Indonesia Kalah

Dear Suporter, Ini 3 Alasan Tak Perlu Hujat Pemain jika Timnas Indonesia Kalah

Your Say | Kamis, 09 Mei 2024 | 12:25 WIB

Terkini

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

×