Begini Cara Edukasi Seksual Mulai Anak Usia 2 Tahun

Jum'at, 21 Juni 2024 | 05:54 WIB
Begini Cara Edukasi Seksual Mulai Anak Usia 2 Tahun
Ilustrasi anak bermain smartphone. (Pixabay/Helenjank)

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk memberikan edukasi seksual kepada anak-anak sejak kecil. Anggota Satgas Perlindungan Anak PP IDAI prof. Dr. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K)., menegaskan bahwa membicarakan tentang seksual kepada anak tidak boleh menjadi hal tabu untuk dilakukan. 

Hanya saja edukasi seksual itu harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia anak. 

"Edukasi seksual sangat penting, jangan mengatakan tabu membicarakan itu, asalkan kita memberitahu dengan cara yang baik," kata prof. Meita dalam diskusi media secara virtual, Kamis (20/6/2024). 

Edukasi seksual itu juga bahkan menjadi cara pencegahan agar anak tidak menjadi korban pelecehan seksual. 

"Karena ada riset bahwa umumnya anak-anak yang menjadi korban atau pelecehan mereka kurang memahami informasi tentang kekerasan seksual karena merasa hal itu sesuatu yang tabu dibicarakan," imbuhnya. 

Edukasi seksual kepada anak bisa mulai dilakukan sejak usia dua tahun dengan mengenalkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Karena saat anak usia dua tahun, umumnya sudah bisa diajarkan mengenai perbedaan organ. 

Prof Meita menyampaikan, anak perlu diberitahu untuk menjaga setidaknya lima bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Area tersebut di antaranya, leher, mulut, dada, alat kelamin, dan daerah buang air besar.

"Ini lima yang bisa kita sampaikan terhadap anak yang mungkin secara kognitif belum memahami benar apa itu yang disebut dengan kekerasan seksual. Kenalkan saja lima bagian tubuh yang tidak boleh disentuh ini," ujar prof. Meita.

Kesadaran anak untuk memiliki otoritas atas bagian tubuhnya sendiri menjadi hal yang penting demi mencegah pelecehan seksual terhadap dirinya. Bila anak memiliki pengetahuan terkait hal tersebut, diharapkan dia bisa menolak setiap kali ada upaya orang lain yang mencoba menyentuh tubuhnya dengan tujuan pelecehan.

Baca Juga: Mimpi Buruk Ibu Bekerja: Terancam PHK karena Cuti Melahirkan 6 Bulan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI