Layanan Kesehatan Ternyata Sumbang 4,4% Emisi Karbondioksida, Lebih Besar Dibandingkan Sektor Penerbangan!

Vania Rossa

Kamis, 27 Juni 2024 | 16:50 WIB
Layanan Kesehatan Ternyata Sumbang 4,4% Emisi Karbondioksida, Lebih Besar Dibandingkan Sektor Penerbangan!
Ilustrasi layanan kesehatan; peralatan kesehatan. (Shutterstock)

Suara.com - Tak banyak yang menyadari bahwa industri layanan kesehatan memiliki dampak besar pada kelestarian lingkungan. Fakta mengejutkan mengungkap bahwa layanan kesehatan telah menyumbang 4,4% emisi karbondioksida (CO2).

Untuk sebagian besar negara-negara yang fokus terhadap sektor industri, angka tersebut mendekati 10% dari total emisi yang diberikan. Dan angka tersebut bahkan lebih besar dibandingkan emisi yang dihasilkan dari sektor penerbangan atau pelayaran.

Fakta di atas dijabarkan oleh Astri Ramayanti, President Director Philips Indonesia, ketika ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia juga menyebut fakta lain terkait limbah kesehatan, yaitu bahwa rumah sakit memproduksi 13 kg limbah per tempat tidur setiap harinya. Limbah yang dimaksud ini termasuk benda tajam, sisa kemoterapi, dan limbah pathological, di mana 15-25% tersebut merupakan limbah yang berbahaya.

"Selain itu, bahan pakai medis dengan jangka waktu yang pendek, juga digunakan dalam jumlah besar, yang juga menjadi sumber utama limbah," katanya.

Tak kalah penting, yang juga berkontribusi pada kerusakan lingkungan adalah masalah supply chain di tahapan produksi, transportasi, dan pembuangan barang dan jasa, seperti obat-obatan dan bahan kimia lainnya, produk makanan dan pertanian, perangkat medis, serta peralatan dan instrumen rumah sakit. Itu semua juga bertanggung jawab atas kontribusi emisi karbondioksida (CO2) sebanyak 71%.

Tuntutan terhadap perusahaan, terutama yang bergerak di bidang kesehatan, untuk mengambil peran lebih dalam hal kelestarian lingkungan pun semakin meningkat. Tuntutan ini tak hanya dari masyarakat, tetapi juga pemangku kepentingan lainnya, termasuk para investor yang mengharapkan perusahaan kesehatan untuk terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan terhadap masyarakat dan bumi.

Melihat banyaknya tantangan yang dihadapi di sektor layanan kesehatan saat ini, Philips, perusahaan yang fokus pada bidang teknologi kesehatan, hadir dengan inovasi yang menyediakan akses layanan kesehatan berkualitas dan berkelanjutan.

Astri Ramayanti, President Director Philips Indonesia. (Dok. Philips Indonesia)
Astri Ramayanti, President Director Philips Indonesia. (Dok. Philips Indonesia)

Menurut Astri, inovasi Philips sendiri berpusat pada pasien dan masyarakat untuk dapat meningkatkan kesehatan dan hasil perawatan kesehatan, serta membuat perawatan yang lebih nyaman dan berkelanjutan, baik di rumah sakit, maupun di rumah mereka.

Hingga saat ini, lanjut Astri, Philips telah mendukung usaha transformasi yang berkelanjutan pada layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit, melalui lima strategi utama. Yaitu meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan, meningkatkan sirkularitas dan mengurangi limbah, mendorong digitalisasi untuk perawatan yang setara dan berkelanjutan, mengadopsi model layanan yang inovatif, serta membeli secara berkelanjutan dan mengurangi emisi karbon dalam supply chain perusahaan. 

baca juga

Philips percaya bahwa pengadaan barang dan jasa yang berkelanjutan adalah salah satu strategi utama yang dapat diadopsi oleh sistem kesehatan dan pemerintah saat ini untuk mengurangi dampak lingkungan melalui pengurangan jejak karbon di layanan kesehatan.

Menurut Astri, saat ini semakin banyak penyedia layanan yang menerapkan kriteria Pengadaan Ramah Lingkungan saat membeli peralatan medis, dan memasukkan standar minimum keberlanjutan dalam Permintaan Proposal (RFPO) atau prosedur tender.

Di Philips sendiri, menurut Astri, perusahaan terus berupaya dalam memiliki bisnis yang keberlanjutan. Pada tahun 2022, Philips menjadi perusahaan teknologi kesehatan pertama yang mendapatkan persetujuan dari Science Based Targets initiative (SBTi) – sebuah organisasi internasional yang fokus kepada aksi perubahan iklim- untuk target pengurangan emisi CO dalam value chain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Pelita Air Kurangi Emisi Karbon di Sektor Penerbangan

Strategi Pelita Air Kurangi Emisi Karbon di Sektor Penerbangan

Bisnis | Jum'at, 21 Juni 2024 | 17:35 WIB

Tekan Limbah Plastik, Lazismu Hadirkan Kemasan Ramah Lingkungan untuk Wadah Daging Kurban

Tekan Limbah Plastik, Lazismu Hadirkan Kemasan Ramah Lingkungan untuk Wadah Daging Kurban

Lifestyle | Jum'at, 21 Juni 2024 | 14:35 WIB

Bye-Bye Pesta Mewah, Nikah Sederhana dan Ramah Lingkungan Sekarang Makin Dinikmati Anak Muda

Bye-Bye Pesta Mewah, Nikah Sederhana dan Ramah Lingkungan Sekarang Makin Dinikmati Anak Muda

Lifestyle | Rabu, 19 Juni 2024 | 21:08 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×