Apa Itu Ransomware? Lumpuhkan Server PDN hingga Serang Ratusan Data Instansi

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 28 Juni 2024 | 12:05 WIB
Apa Itu Ransomware? Lumpuhkan Server PDN hingga Serang Ratusan Data Instansi
Ilustrasi seorang peretas dan komputer yang telah terserang ransomware. [Shutterstock]

Suara.com - Lumpuhnya Pusat Data Nasional (PDN) akibat serangan hacker beberapa waktu lalu masih menjadi sorotan publik. Betapa tidak, bobolnya server milik negara itu mengancam jutaan data penting masyarakat Indonesia dan berpotensi disalahgunakan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI Hinsa Siburian. Menurutnya, akibat serangan tersebut, data yang ada dalam PDN tidak aman.

"Tadi, saya bilang datanya dienkripsi. Kalau (sampai) dienkripsi ya sebenarnya tidak aman," ujar Hinsa dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/6/2024).

PDN yang merupakan salah satu fasilitas vital negara tersebut diserang oleh brain chipper ransomware pengembangan terbaru, yang bernama lockbit 3.0.

Kasus serangan terhadap PDN sekaligus membuat publik penasaran dengan ransomware. Sebab istilah tersebut terasa masih asing di telinga banyak orang.

Lantas, apakah itu ransomware? Berikut ulasannya.

Apa itu Ransomware?

Ransomware adalah sejenis program jahat  (malware) yang dirancang untuk melumpuhkan akses Anda ke sejumlah data penting. 

Biasanya, ransomware bekerja dengan cara mengenkripsi data, sehingga tidak bisa lagi membuka atau menggunakannya. 

baca juga

Para pelaku kejahatan di balik ransomware kemudian akan meminta tebusan (ransom) dengan imbalan memberikan alat, biasanya berupa kunci dekripsi untuk mengembalikan akses ke data.

Jenis-jenis ransomware

Hingga kini setidaknya dikenal ada dua jenis umum ransomware yang kerap digunakan, yakni:

  1. Ransomware Pengenkripsi (Encrypting ransomware): Jenis ini mengenkripsi file di komputer korban, sehingga korban tidak dapat membukanya. File tersebut bisa berupa dokumen penting, foto, video, dan lain sebagainya.
  2. Ransomware Pengunci (Locker ransomware): Jenis ini tidak mengenkripsi file, tetapi justru mengunci seluruh perangkat korban sehingga tidak bisa masuk ke sistem operasi atau menggunakan perangkat tersebut sama sekali.

Cara penyebaran ransomware

Dalam menjalankan aksinya, para peretas biasanya menyebarkan ransomware dengan beragam cara, di antaranya:

  • Email Phishing, yakni korban dikirimi email palsu yang terlihat sah, dan didorong untuk mengklik tautan atau membuka lampiran yang terinfeksi malware.
  • Unduhan Ilegal, yakni dengan melakukan pengunduhan perangkat lunak atau file dari sumber yang tidak dipercaya.
  • Iklan berbahaya, yakni dengan menyamarkan ransomware dalam bentuk iklan online dan mengarahkan korbannya untuk mengklik iklan pop-up yang menyesatkan.

Dampak merugikan ransomware

Berikut dampak dari ransomware yang bisa sangat merugikan karena kerap kali digunakan untuk kejahatan dunia maya.

  • Kerugian finansial: Anda harus membayar tebusan untuk mendapatkan kembali akses ke data Anda.
  • Hilangnya data: Tidak ada jaminan bahwa pelaku kejahatan akan memberikan kunci dekripsi meskipun Anda telah membayar tebusan.
  • Gangguan aktivitas: Jika data yang dienkripsi terkait dengan pekerjaan atau bisnis, aktivitas bisa menjadi terhambat.

Cara mencegah ransomware

Untuk melindungi data dari ransomware, dibutuhkan sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut.

  • Menyalin (backup) data secara rutin dan tersimpan di tempat yang aman. Pastikan Anda memiliki cadangan data yang terbaru.
  • Gunakan perangkat lunak antivirus dan anti-malware. Langkah ini dapat membantu mendeteksi dan memblokir ransomware.
  • Waspada terhadap email mencurigakan yang berpotensi phishing. Jangan pernah mengklik tautan atau membuka lampiran dari email yang mencurigakan.
  • Hati-hati saat mengunduh file yang tidak jelas asalnya. Biasakan hanya mengunduh file dari sumber yang terpercaya.
  • Jangan mudah terpancing dengan iklan tak jelas dan berbahaya. Biasakan hindari mengklik iklan pop-up yang mencurigakan.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sentil Kominfo, BSSN Ungkap Hanya 2 Persen Data Cadangan yang Tersimpan di PDN

Sentil Kominfo, BSSN Ungkap Hanya 2 Persen Data Cadangan yang Tersimpan di PDN

Tekno | Jum'at, 28 Juni 2024 | 11:58 WIB

Muncul Petisi Tuntut Menkominfo Budi Arie Mundur Imbas Ransomware Pusat Data Nasional

Muncul Petisi Tuntut Menkominfo Budi Arie Mundur Imbas Ransomware Pusat Data Nasional

Tekno | Jum'at, 28 Juni 2024 | 10:49 WIB

Anggaran Pemeliharan PDN Tembus Rp 700 Miliar, Kok Bisa Dibobol Hacker?

Anggaran Pemeliharan PDN Tembus Rp 700 Miliar, Kok Bisa Dibobol Hacker?

Bisnis | Jum'at, 28 Juni 2024 | 08:37 WIB

Kasus Peretas PDN Dibawa ke DPR: Dari Hamdalah hingga Dicap Kebodohan Gegara Sering Dibobol

Kasus Peretas PDN Dibawa ke DPR: Dari Hamdalah hingga Dicap Kebodohan Gegara Sering Dibobol

News | Jum'at, 28 Juni 2024 | 07:00 WIB

Didesak Mundur usai Hacker Berulah, Menkominfo Budi Arie: Ah, No Comment!

Didesak Mundur usai Hacker Berulah, Menkominfo Budi Arie: Ah, No Comment!

News | Kamis, 27 Juni 2024 | 23:47 WIB

Terkini

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:07 WIB

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Foto | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

×