Lestarikan Ekosistem Pesisir, Ini Manfaat Besar Menanam Mangrove

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 30 Agustus 2024 | 11:38 WIB
Lestarikan Ekosistem Pesisir, Ini Manfaat Besar Menanam Mangrove
Ilustrasi bibit pohon bakau atau mangrove. [Shutterstock]

Suara.com - Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya, hutan mangrove menjadi tempat penting untuk hidup dan berkembang biaknya spesies laut yang bernilai ekonomis.

Hutan mangrove, sering disebut juga sebagai bakau, adalah ekosistem unik yang berada di perbatasan antara daratan dan laut. Tanaman mangrove memiliki akar yang khas dan mampu bertahan hidup di air asin. Lebih dari sekadar pemandangan alam yang indah, mangrove memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Berikut adalah 3 manfaat utama penanaman mangrove:

1. Penjaga Pantai dari Abrasi

Salah satu ancaman terbesar bagi wilayah pesisir adalah abrasi atau pengikisan pantai. Akar mangrove yang kuat dan rapat berfungsi sebagai benteng alami yang menahan gelombang dan arus laut. Dengan demikian, mangrove dapat mencegah terjadinya erosi pantai yang dapat merusak infrastruktur dan mengancam pemukiman penduduk.

2. Habitat bagi Berbagai Makhluk Hidup

Hutan mangrove adalah rumah bagi beragam jenis flora dan fauna. Mulai dari ikan, udang, kepiting, hingga burung-burung migran menjadikan mangrove sebagai tempat tinggal dan berkembang biak. Keberadaan mangrove yang kaya akan nutrisi juga mendukung rantai makanan di ekosistem laut.

3. Penyerap Karbon Dioksida

Sama seperti hutan daratan, mangrove juga berperan penting dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Proses fotosintesis pada tanaman mangrove membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Dengan demikian, penanaman mangrove berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Manfaat penanaman mangrove tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain melindungi pantai dari abrasi, mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai makhluk hidup dan berperan dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan rehabilitasi hutan mangrove perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

baca juga

Dari segi ekonomi, mangrove tidak hanya menyediakan kayu yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan arang, tetapi juga menghasilkan buah atau biji yang bisa diolah menjadi berbagai produk makanan atau minuman. Keberadaan hutan mangrove juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam, seperti yang telah dilakukan di Taman Hutan Raya Ngurah Rai dan taman mangrove di Desa Pemogan.

Ilustrasi mangrove. (Dok: Elements Envanto)
Ilustrasi mangrove. (Dok: Elements Envanto)

Dalam upaya melestarikan lingkungan dan menjaga keanekaragaman hayati, QNET, bekerja sama dengan Kodim 1611/Badung dan LPMD Denpasar menyelenggarakan kegiatan menanam pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata di Areal Hutan Mangrove Ngurah Rai, Desa Pemogan, Denpasar Selatan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1611/Badung, Letkol Czi Aditya Triwirawan, yang mewakili Dandim 1611/Badung, Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk General Manager QNET Indonesia, Kadus Banjar Glogor Carik, dan Ketua LPMD Kota Denpasar. Penanaman mangrove dilakukan secara simbolis oleh para pemimpin tersebut dan dilanjutkan dengan penanaman serentak oleh anggota komunitas di sepanjang aliran sungai menuju laut menggunakan kano.

General Manager QNET Indonesia, Ganang Rindarko, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir. QNET bersama Kodim Badung Bali secara rutin menanam dan merawat bakau di Taman Hutan Raya Ngurah Rai. "QNET sangat mendukung kelestarian lingkungan. Penanaman mangrove ini adalah salah satu upaya kami dalam menjaga alam, khususnya Hutan Mangrove, untuk mewujudkan Bali yang hijau dan Indonesia yang lebih lestari," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Trans Kontinental Tanam 5.500 bibit Mangrove dan Resmikan Rumah Pembibitan

Pertamina Trans Kontinental Tanam 5.500 bibit Mangrove dan Resmikan Rumah Pembibitan

Bisnis | Kamis, 22 Agustus 2024 | 21:51 WIB

Jababeka Bersama Tenant Capai Target Penanaman 50.000 Bibit Mangrove

Jababeka Bersama Tenant Capai Target Penanaman 50.000 Bibit Mangrove

Bisnis | Senin, 19 Agustus 2024 | 12:59 WIB

Nusantara Regas Gelar Penanaman 2000 Mangrove dan Aksi Bersih Pantai

Nusantara Regas Gelar Penanaman 2000 Mangrove dan Aksi Bersih Pantai

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 13:37 WIB

Terkini

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:29 WIB

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:25 WIB

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:24 WIB

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!

Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:19 WIB

×