- Partai Keadilan Sejahtera siap menjembatani komunikasi antarfraksi DPR RI untuk mengatasi polemik ijazah Wakil Presiden.
- Zainudin Paru menyampaikan pernyataan tersebut di Kantor DPP PKS Jakarta setelah menerima kunjungan Denny Indrayana.
- Langkah strategis tersebut bertujuan menjaga stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terganggu masalah administrasi.
Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan kesiapannya membuka diri dan menjadi jembatan komunikasi dengan seluruh fraksi di DPR RI terkait polemik keabsahan ijazah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang disebut sebagai ijazahgate atau skandal ijazah.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Legislasi DPP PKS, Zainudin Paru, usai menerima kunjungan pakar hukum tata negara sekaligus advokat senior Denny Indrayana bersama jajaran Partai Ummat di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Seperti diketahui, Denny Indrayana dan Partai Ummat merupakan salah satu pihak pemohon perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait keabsahan ijazah Gibran.
Zainudin menegaskan bahwa langkah PKS membuka ruang komunikasi bertujuan menjaga stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terganggu oleh polemik ijazah tersebut.
"Dalam kaitan dengan ijazahgate ini, kenapa kami kemudian membuka diri sebagai jembatan dan berkomunikasi dengan fraksi-fraksi di DPR RI, agar kami menginginkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dengan program yang sedang digencarkan saat ini harus memberikan ketenangan, sehingga semua program yang dijalankan mampu memberikan pelayanan yang optimal dan paripurna kepada masyarakat," ujar Zainudin.
Ia menambahkan, jalannya roda pemerintahan serta kerja para menteri dan partai koalisi pendukung Presiden Prabowo tidak boleh tersandera oleh polemik persyaratan administrasi wakil presiden.
"Kami menginginkan agar Pak Prabowo tetap berdiri sebagai Presiden Republik Indonesia, menjalankan program-programnya dengan baik, dan semua program itu dijalankan oleh pembantu-pembantunya," tegasnya.
Lebih lanjut, Zainudin mengutip pesan Presiden PKS dalam pembukaan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) pekan lalu. Pesan tersebut menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan saat ini merupakan kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia.
"Kesuksesan Presiden Prabowo dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, termasuk program-programnya, adalah kesuksesan dan kebahagiaan bagi 280 juta rakyat Indonesia. Itulah yang kami inginkan agar tidak boleh terganggu dan harus selesai tentang masalah ijazahgate ini," pungkasnya.