Mengenal Generasi Baby Boomer, Siapa Saja Mereka?

Vania Rossa

Selasa, 24 September 2024 | 12:07 WIB
Mengenal Generasi Baby Boomer, Siapa Saja Mereka?
Generasi Baby Boomer (Freepik)

Suara.com - Istilah baby boomer mungkin sudah sering kamu dengar. Namun, tahukah kamu siapa sebenarnya generasi ini? Generasi Baby Boomer merujuk pada kelompok orang yang lahir dalam periode ledakan kelahiran pasca Perang Dunia II, umumnya antara tahun 1946 hingga 1964.

Seto Mulyadi atau Kak Seto merupakan salah satu contoh sosok dari generai Baby Boomers. Ia baru saja merayakan ultah ke 73 bersama saudara kembarnya Kak Kresno. Mereka baru saja merayakan ulang tahun bersama anak-anak generasi Alpha.

"Sebagai saudara kembar yang terlahir di generasi Baby Boomer, kami bersyukur masih bisa membersamai tumbuh kembang anak-anak generasi Alpha saat ini. Terlebih tantangannya sudah berbeda dengan pola asuh saat kami dibesarkan dulu. Saya sebagai Psikolog dan saudara kembar saya sebagai Psikiater, akan terus bersinergi dalam menjalankan pengabdian kami di bidang keahlian masing-masing hingga akhir hayat. Salam lansia sehat, semangat dan berdaya!" tulis Kak Seto di akun instagramnya @kaksetosahabatanak dalam caption reels yang memunculkan dirinya dengan saudara kembarnya.

Buat kamu yang selama ini hanya kenal dengan generasi milenial dan gen Z, kini saatnya kamu mengenal si baby boomer. Simak fakta-faktanya di bawah ini.

1. Generasi baby boomer dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Perang Dunia Kedua berakhir pada tahun 1945, dan tahun berikutnya menandai awal dari generasi baru: baby boomer. Kelompok ini mencakup semua orang yang lahir antara tahun 1946-1964 dan merupakan salah satu kelompok generasi terbesar dan paling berpengaruh.
Karena gap 18 tahun adalah waktu yang lama, jadi boomer biasanya dibagi menjadi dua kelompok yang lebih kecil. Generasi boomer yang lebih tua yang lahir antara tahun 1946 dan 1955 disebut baby boomer terdepan.

2. Boomers berada di antara Silent Generation and X Generation.

Silent Generation adalah generasi yang lahir dari tahun 1928-1946, sebelum generasi boomer. Beberapa dari kelompok tradisionalis ini juga merupakan orang tua dari generasi boomer yang lebih muda. Kelompok yang langsung mengikuti boomer disebut Generasi X. Ini termasuk mereka yang lahir antara tahun 1965 dan 1980.

3. Generasi baby boomers dinamai setelah lonjakan kelahiran setelah Perang Dunia II.

baca juga

Tentara yang kembali dari Perang Dunia Kedua tidak membuang waktu untuk memulai keluarga. Untungnya, pemerintah meloloskan RUU GI, yang membantu mereka membeli rumah, memperoleh gelar, dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Sekitar 76 juta bayi lahir di AS selama 18 tahun generasi baby boomer, meningkatkan populasi negara itu sekitar 50 persen dibandingkan sebelum perang.

4. Generasi baby boomer mengalami kekurangan guru.

Ketika baby boomer tumbuh, akhirnya tiba waktunya untuk pergi ke sekolah. Namun, hanya ada satu masalah: tidak ada cukup sekolah atau guru. Jadi, sistem pendidikan harus ditingkatkan. Pertama, pemerintah merekrut dan melatih lebih banyak guru yang berkualitas. Kemudian, mereka membangun lebih banyak sekolah untuk mengakomodasi populasi anak sekolah yang besar ini. Faktanya, Los Angeles County mendirikan sekolah dasar, menengah, dan menengah atas baru setiap bulan antara tahun 1946 dan 1964.

5. Baby boomer adalah salah satu generasi paling berpendidikan di AS.

Banyak generasi boomer berfokus untuk mendapatkan pendidikan tinggi, sehingga menjadi jauh lebih terdidik daripada generasi sebelumnya. Secara keseluruhan, sekitar 88.8 persen generasi baby boomer lulus dari sekolah menengah, dan 28.5persen melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana atau lebih tinggi. Meskipun angka-angka ini mengesankan, penting untuk diingat bahwa pendidikan pada masa itu gratis atau disubsidi besar-besaran.

6. Nama lain untuk boomer adalah generasi gila kerja.

Kerja keras dan disiplin adalah beberapa karakteristik yang menentukan dari generasi boomer. Mereka tidak takut untuk bersaing untuk menonjol selama itu menyelesaikan pekerjaan. Kelemahan utamanya adalah bahwa terlalu fokus pada pekerjaan membuat mereka sulit untuk menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Mereka juga mengorbankan liburan, hobi, dan keluarga untuk karir mereka.

7. Boomer mengendalikan dunia.

Generasi ini telah menghasilkan banyak CEO yang mengendalikan sebagian besar perusahaan besar di seluruh dunia. Mereka juga menjadi bagian penting di parlemen, pembuat keputusan negara.

Demikian itu informasi dan fakta mengenai baby boomer, generasi yang saat ini sedang berada di puncak. Mereka akan segera digantikan oleh generasi milenial dan generasi Z.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gak Melulu Soal Kesehatan: Ini Sederet Alasan Baby Boomer, Milenial, Hingga Gen Z Pilih Jadi Vegetarian

Gak Melulu Soal Kesehatan: Ini Sederet Alasan Baby Boomer, Milenial, Hingga Gen Z Pilih Jadi Vegetarian

Lifestyle | Sabtu, 27 Januari 2024 | 11:22 WIB

4 Kesalahan Pola Asuh Baby Boomers yang Bisa Jadi Pelajaran Saat Ini

4 Kesalahan Pola Asuh Baby Boomers yang Bisa Jadi Pelajaran Saat Ini

Your Say | Selasa, 06 September 2022 | 08:20 WIB

Wanita dari Generasi Milenial Lebih Sadar akan Kesehatan Dibanding Baby Boomer

Wanita dari Generasi Milenial Lebih Sadar akan Kesehatan Dibanding Baby Boomer

Health | Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×