Hotline Korban P Diddy Dibuka Pengacara Tony Buzbee: Banjir 12.000 Panggilan Dalam 24 Jam!

Husna Rahmayunita, Dinda Rachmawati

Sabtu, 05 Oktober 2024 | 16:10 WIB
Hotline Korban P Diddy Dibuka Pengacara Tony Buzbee: Banjir 12.000 Panggilan Dalam 24 Jam!
P Diddy (x.com)

Suara.com - Seorang pengacara terkemuka di Texas, Tony Buzbee baru-baru ini membuka hotline yang dibuat untuk para korban Sean 'Diddy' Combs atau P Diddy menyusul ditangkapnya sang rapper karena kasus kekerasan dan pelecehan seksual

Dikutip Dailymail, dilaporkan hotline tersebut langsung dibanjiri 12.000 panggilan hanya dalam waktu 24 jam, di mana 120 korban di antaranya sudah bersiap untuk menuntut rapper tersebut.  

Awal minggu ini, Buzbee diketahui mempublikasikan hotline yang mendorong mereka yang menjadi korban P Diddy atau mereka yang mengetahui kejahatannya untuk segera melapor. 

Kini, dalam 10 hari sejak hotline tersebut aktif, tim Buzbee menerima sekitar 3.200 panggilan. Tentu ini menjadi tugas yang berat untuknya dan tim memilah setiap panggilan.

"Jadi, tugas berat kami adalah mencoba memilah-milah setiap panggilan ini dan memastikan bahwa kami mengidentifikasi mereka yang menjadi korban dan mereka yang menjadi saksi, serta mengumpulkan bukti," tuturnya kepada media. 

Pengacara yang berkantor pusat di Texas itu memiliki sekitar 100 orang yang mengerjakan tugas ini, dan mereka berharap untuk mulai mengajukan kasus perdata dalam waktu 30 hari.

Timnya telah mengumpulkan cukup bukti untuk mengajukan 120 tuntutan hukum korban terhadap rapper tersebut. 

Dari 120 korban, 25 di antaranya masih di bawah umur saat pelecehan terjadi. Korban termuda berusia 9, 14, dan 15 tahun saat itu. 

"Individu ini, yang berusia 9 tahun saat itu, dibawa ke sebuah audisi di New York City dengan Bad Boy Records,' ungkap pengacara tersebut pada konferensi pers. 

baca juga

"Ia diduga mengalami pelecehan seksual oleh Sean Combs dan beberapa orang lain di studio dengan janji kepada kedua orang tuanya dan dirinya sendiri akan mendapatkan kontrak rekaman," pungkasnya.

Buzbee juga mengatakan klien lainnya adalah seorang anak laki-laki yang berharap untuk terjun ke bisnis hiburan. Combs diduga mengatakan kepada anak laki-laki itu bahwa dia akan menjadikannya seorang bintang, tetapi dia perlu menemuinya secara pribadi tentang hal itu, jauh dari orang tuanya.

"Begitu mereka berada di area pribadi, diduga, Tn. Combs menyuruh korban melakukan seks oral kepadanya," kata Buzbee.

Pengacara tersebut mengatakan klien lainnya berusia 15 tahun ketika ia diduga diterbangkan ke Kota New York untuk menghadiri sebuah pesta. Buzbee mengklaim remaja tersebut dibius dan diperkosa oleh Combs. Ia mengatakan kliennya, yang masih di bawah umur pada saat dugaan pelecehan tersebut terjadi, memiliki pola tertentu.

"Semuanya mencari karier di TV atau semacam karier musik dengan janji, Anda tahu, 'Kami akan menjadikan Anda seorang bintang,'” kata Buzbee.

"Sebaliknya, pada dasarnya, ia melakukan sesuatu kepada mereka agar mereka tidak ingin berhubungan dengan industri hiburan lagi," ucapnya.

Saat ini, P Diddy didakwa dengan konspirasi pemerasan, perdagangan seks dengan kekerasan, penipuan, atau pemaksaan, dan pengangkutan untuk terlibat dalam prostitusi yang telah dibantahnya. 

Saat ini ia tengah menunggu persidangan di balik jeruji besi di Pusat Penahanan Metropolitan Brooklyn setelah mengaku tidak bersalah.

Tuduhan terhadap P Diddy bermula pada akhir tahun 2023 ketika mantan pacarnya, Cassie Ventura, mengajukan pengaduan yang diselesaikan di luar pengadilan dalam waktu sehari tanpa adanya pengakuan atas kesalahannya. 

Namun, sebuah video rapper tersebut memukuli Cassie di lorong hotel kemudian muncul kembali dan Diddy mengatakan bahwa ia "bertanggung jawab penuh" atas tindakannya dalam video tersebut.

Gugatan kedua diajukan oleh Joi Dickerson-Neal yang mengklaim bahwa Combs "sengaja" membiusnya saat makan malam bersama saat ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Syracuse pada tahun 1991. 

Gugatan ketiga diajukan oleh Jane Doe lainnya, yang mengklaim bahwa Combs memperkosanya dan mencekiknya hingga ia pingsan. Seorang wanita keempat, yang tidak disebutkan namanya, kemudian mengajukan gugatan terhadapnya atas tuduhan penyerangan seksual. P Diddy membantah tuduhan tersebut saat itu.

Homeland Security kemudian melakukan penggerebekan di rumah maestro musik tersebut di Miami dan Los Angeles, tempat mereka mengklaim telah menemukan 1.000 botol pelumas dan minyak bayi. Sejak saat itu, ia ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa itu Grooming? Siswa Gorontalo Diduga Jadi Korban Gurunya

Apa itu Grooming? Siswa Gorontalo Diduga Jadi Korban Gurunya

Lifestyle | Sabtu, 05 Oktober 2024 | 15:47 WIB

Nikita Mirzani Bandingkan Vadel Badjideh dengan P Diddy, Warganet Terheran-heran

Nikita Mirzani Bandingkan Vadel Badjideh dengan P Diddy, Warganet Terheran-heran

Lifestyle | Sabtu, 05 Oktober 2024 | 15:36 WIB

Siapa Marc Agnifilo? Bantah Penemuan Baby Oil P Diddy Tak Sampai 1.000

Siapa Marc Agnifilo? Bantah Penemuan Baby Oil P Diddy Tak Sampai 1.000

Lifestyle | Kamis, 03 Oktober 2024 | 18:37 WIB

Terkini

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:07 WIB

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Foto | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri

Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 07:59 WIB

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 07:54 WIB

×