Cerita Pejuang Lingkungan, Bali Tak Punya Industri Sampah: Puluhan Tahun Buang di Jurang 'Keramat'

Yasinta Rahmawati | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 06 Oktober 2024 | 08:47 WIB
Cerita Pejuang Lingkungan, Bali Tak Punya Industri Sampah: Puluhan Tahun Buang di Jurang 'Keramat'
Olivia Padang Berhasil Buat Bahan Bangunan dari Sampah di Bali dalam Pameran GIF Innovation Day 2024, Selasa (1/10).

Suara.com - Menjadi pejuang lingkungan memang tidak mudah, seperti yang dialami Founder Sukla, Olivia Padang saat mengerjakan proyek pengelolaan sampah terpadu di Besakih, Bali.

Jatuh bangun Olivia untuk mengelola sampah di daerah yang terkenal sebagai surga pariwisata Indonesia itu perlu 'biaya sekolah' yang mahal. Pasalnya di 2019, saat mengawali usahanya mengelola sampah di Pulau Dewata harus dimulai dari 'titik nol', karena di Bali tidak ada satupun industri pengelolaan sampah.

Bahkan Olivia bercerita, jika mengumpulkan sampah plastik di Bali untuk mendaur ulang atau mengelolanya, maka para praktisi dan pejuang lingkungan seperti dirinya harus membawa sampah tersebut ke Pulau Jawa.

"Di awal berpikir pejuang lingkungan gampang, kumpulin plastik, jual plastik, jadi. Tapi enggak, Bali itu daerah yang tidak punya industri sampah. Ternyata cost (biaya) yang pengumpulan ini begitu banyak, karena kita harus kirim mau nggak mau ke Jawa," ujar Olivia dalam acara GoTo Impact Foundation atau GIF Innovation Day 2024 di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2024.

Perempuan yang terpilih sebagai konsorsium Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 2.0 ini juga bercerita awal mula ia juga dihadapkan pada mahalnya biaya penanganan sampah. Sehingga ia harus belajar bukan hanya menjadi pejuang lingkungan, tetapi juga praktisi.

Olivia Padang Berhasil Buat Bahan Bangunan dari Sampah di Bali dalam Pameran  GIF Innovation Day 2024, Selasa (1/10).
Olivia Padang Berhasil Buat Bahan Bangunan dari Sampah di Bali dalam Pameran GIF Innovation Day 2024, Selasa (1/10).

"Jadi mau nggak mau di awal belajar itu, saya edukasi dulu, kemudian lakukan penjemputan sampah plastik, ternyata bensinnya lebih mahal," papar perempuan yang berhasil dibuat gemas dengan berbagai tumpukan sampah di Bali, khususnya dekat dengan kawasan Pura Besakih.

Tidak hanya itu, pengelolaan sampah di Bali juga sempat dihadapkan pada stigma masayarakat setempat. Ini dibuktikan dari cerita Olivia yang kerap mendapat tantangan dari warga sekitar, yang terbiasa puluhan tahun membuang sampah ke sebuah jurang di kawasan Besakih, Bali.

"Jadi aku pernah ketemu sama ibu-ibu, dia bilang sudah 20 tahun buang sampah di jurang yang katanya sakral, karena nggak pernah penuh, dan sampahnya selalu hilang," papar Olivia.

Selain stigma, tantangan yang dihadapi Olivia juga tidak mudah karena sulitnya menemukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas mengelola sampah. Apalagi pengelolaan sampah plastik dalam memilahnya untuk bisa diterima pabrik, terdiri dari 5 jenis sampah botol plastik yang harus mahir dan cermat untuk memisahkan dari sampah yang ada.

"Balik lagi, oh untuk jadi material daur ulang sampah itu nggak gampang. Contohnya, kita cuma ngomong PET aja botol, di pabrik itu jenisnya ada 5. PET warna, PET bening, PET PM, PET KW dan segala macam, dan setiap proses itu ada cost," timpal Olivia.

Adapun Olivia melalui Sukla, telah berjuang selama sembilan bulan dan berhasil mengelola sampah di Bali sebanyak 14 ton, dengan cara edukasi door to door, membuat bank sampah, penjualan produk hijau hingga produk hasil olahan seperti RDF (Refuse-Derived Fuel) dan material daur ulang.

Di sisi lain, Ketua GoTo Impact Foundation, Monica Oudang mengatakan karena Indonesia membutuhkan banyak orang seperti Olivia, itu juga yang jadi alasan GIF Innovation Day digelar setiap tahunnya. Acara ini ditujuakn untuk mengajak para pemangku kepentingan untuk meninjau ulang inovasi yang benar-benar dibutuhkan di tanah air, khususnya mendukung inovasi lokal buatan karya anak bangsa.

“Ketika kami berkolaborasi dengan para changemakers dan melihat langsung permasalahan di masyarakat, kami melihat kebutuhan mendesak untuk menanamkan budaya inovasi di individu pembawa perubahan, dengan mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal melalui kolaborasi multisektor, memastikan bahwa solusi yang diimplementasikan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkap Monica.

Apalagi Monica sangat yakin, inovasi atau hasil karya anak bangsa bisa lebih tepat sasaran menyelesaikan masalah sosial yang ada. Hal ini juga sejalan dengan Hasil riset ini juga mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 oleh Pemerintah Indonesia, yang menekankan pentingnya pembangunan inklusif dan ramah lingkungan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Korupsi, KPK Kawal Ketat Proyek Pengolahan Sampah Rp1,3 Triliun di Rorotan

Cegah Korupsi, KPK Kawal Ketat Proyek Pengolahan Sampah Rp1,3 Triliun di Rorotan

News | Sabtu, 05 Oktober 2024 | 18:19 WIB

BRI Liga 1 Beri Alasan Bali United Berikan Waktu Libur pada Pemain di Jeda Kompetisi

BRI Liga 1 Beri Alasan Bali United Berikan Waktu Libur pada Pemain di Jeda Kompetisi

Your Say | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 13:04 WIB

Jaga Aspek Keberlanjutan Lingkungan Event MotoGP Mandalika, BRI Peduli Berhasil Kelola 22 Ton Sampah

Jaga Aspek Keberlanjutan Lingkungan Event MotoGP Mandalika, BRI Peduli Berhasil Kelola 22 Ton Sampah

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 11:51 WIB

Terkini

Mesin Cuci yang Paling Irit Listrik Merek Apa? Ini 5 Model yang Worth It untuk Dibeli

Mesin Cuci yang Paling Irit Listrik Merek Apa? Ini 5 Model yang Worth It untuk Dibeli

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 10:20 WIB

Bagus Sabun Cair atau Sabun Batang untuk Mencerahkan Kulit? Ini 5 Pilihan Terbaik

Bagus Sabun Cair atau Sabun Batang untuk Mencerahkan Kulit? Ini 5 Pilihan Terbaik

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 10:04 WIB

4 Shio Paling Beruntung 18 April 2026, Rezeki Mengalir dan Karier Melejit

4 Shio Paling Beruntung 18 April 2026, Rezeki Mengalir dan Karier Melejit

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 09:35 WIB

Kenali Dulu Sebelum Pakai: Kesalahan Umum dalam Penggunaan Wadah Plastik Sehari-hari

Kenali Dulu Sebelum Pakai: Kesalahan Umum dalam Penggunaan Wadah Plastik Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 09:13 WIB

5 Sunscreen dengan Kandungan Niacinamide untuk Mencerahkan Wajah

5 Sunscreen dengan Kandungan Niacinamide untuk Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 09:02 WIB

Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Robotika Sebelum Lulus?

Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Robotika Sebelum Lulus?

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 08:05 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 18 April 2026, Panen Cuan dan Kebahagiaan

5 Zodiak Paling Hoki 18 April 2026, Panen Cuan dan Kebahagiaan

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 07:31 WIB

7 Lipstik Glossy Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Bikin Auto Glowing

7 Lipstik Glossy Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Bikin Auto Glowing

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 07:15 WIB

Tak Lagi Identik dengan Jamu Gendong, Begini Wajah Baru Jamu Indonesia di Tangan Generasi Muda

Tak Lagi Identik dengan Jamu Gendong, Begini Wajah Baru Jamu Indonesia di Tangan Generasi Muda

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 07:04 WIB

Terpopuler: Link Daftar Manajer Kampung Nelayan Merah Putih, Rincian Tarif Listrik per kWh

Terpopuler: Link Daftar Manajer Kampung Nelayan Merah Putih, Rincian Tarif Listrik per kWh

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 06:50 WIB