Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional

Dythia Novianty

Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. [Komdigi]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia mempercepat pembentukan Otoritas Pelindungan Data Pribadi independen untuk memperkuat ekosistem digital nasional dan regulasi kecerdasan artifisial.
  • Wakil Menteri Nezar Patria menyatakan regulasi kecerdasan artifisial menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk mendukung inovasi sekaligus melindungi masyarakat.
  • Pemerintah membangun infrastruktur digital dan kapasitas komputasi guna menciptakan ekosistem kecerdasan artifisial nasional yang kompetitif dan kredibel.

Suara.com - Pesatnya adopsi kecerdasan artifisial (AI) dan meningkatnya pemanfaatan data digital menghadirkan tantangan baru bagi Indonesia.

Di satu sisi, teknologi AI menjadi mesin pertumbuhan ekonomi digital, namun di sisi lain, risiko penyalahgunaan data pribadi, keamanan siber, hingga akuntabilitas sistem AI semakin menjadi perhatian. Tanpa tata kelola yang kuat, percepatan inovasi berpotensi dibayangi persoalan privasi dan kepercayaan publik.

Menjawab tantangan tersebut, pemerintah mempercepat pembentukan Otoritas Pelindungan Data Pribadi (OPDP) yang akan beroperasi secara independen sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional.

Kehadiran lembaga ini juga menjadi salah satu fondasi utama dalam penyusunan regulasi kecerdasan artifisial (AI) yang tengah difinalisasi pemerintah.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa Otoritas Pelindungan Data Pribadi dirancang sebagai lembaga independen yang tidak berada di bawah struktur Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), meski tetap menyampaikan laporan kepada Presiden melalui kementerian tersebut.

"Badan pelindungan data pribadi ini akan bekerja secara independen dengan seluruh strukturnya, tetapi semua laporannya ditujukan kepada Presiden melalui Kementerian Komdigi," ujar Nezar Patria dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Nezar, pembentukan lembaga tersebut menjadi bagian dari tahap akhir penyusunan Peraturan Presiden tentang Pelindungan Data Pribadi yang ditargetkan selesai dalam sekitar dua bulan ke depan.

Pelindungan Data dan AI Disusun Bersamaan

Tidak hanya menyiapkan lembaga baru, pemerintah juga secara paralel merampungkan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional. Kedua regulasi tersebut dirancang sebagai kerangka utama tata kelola AI di Indonesia agar inovasi teknologi berkembang dengan tetap mengedepankan keamanan dan perlindungan hak masyarakat.

baca juga

Nezar menegaskan bahwa pengembangan AI tidak bisa dipisahkan dari perlindungan data pribadi karena keduanya saling berkaitan dalam membangun ekosistem digital yang terpercaya.

"Fondasi tata kelola AI bertumpu pada dua aspek utama, yaitu etika AI dan pelindungan data pribadi. Karena itu, penyusunan kedua Peraturan Presiden tersebut berjalan bersamaan agar Indonesia memiliki kerangka regulasi yang mampu mendorong inovasi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat," katanya.

Regulasi AI Berbasis Risiko, Bukan Menghambat Inovasi

Berbeda dengan pendekatan yang membatasi pengembangan teknologi, pemerintah memilih menerapkan risk-based regulation atau regulasi berbasis risiko dalam tata kelola AI.

Melalui pendekatan ini, setiap sistem AI akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat risikonya, mulai dari rendah, menengah, hingga tinggi. Semakin besar potensi dampak terhadap masyarakat, semakin ketat pula pengawasan dan persyaratan yang harus dipenuhi pengembang.

Nezar menekankan bahwa strategi tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:47 WIB

XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik 2,4 Juta Perempuan Indonesia Melek Digital pada 2026

XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik 2,4 Juta Perempuan Indonesia Melek Digital pada 2026

Tekno | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:07 WIB

175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk

175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk

Tekno | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:34 WIB

Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia

Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 07:06 WIB

Komidigi Minta Semua Pengguna Ponsel Registrasi Ulang Kartu SIM Pakai Data Biometrik

Komidigi Minta Semua Pengguna Ponsel Registrasi Ulang Kartu SIM Pakai Data Biometrik

Tekno | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:57 WIB

Nomor HP Akan Terintegrasi dengan Akun Media Sosial, Ini Respons XLSmart

Nomor HP Akan Terintegrasi dengan Akun Media Sosial, Ini Respons XLSmart

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB

Terkini

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Kaltim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:20 WIB

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

×