Sebelum terjun ke dunia hukum, Razman mengawali kariernya sebagai wartawan di Medan Pos dan Majalah Detektif periode tahun 1992-1998. Saat itu, dia aktif dalam hal investigasi serta analisis isu.
Selain berprofesi sebagai pengacara, Razman juga aktif di dunia politik. Pria 54 tahun itu tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal dari Fraksi Partai Golkar dari tahun 1999 hingga tahun 2004. Razman juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal dari Fraksi PKPB tahun 2004 hingga 2009.
Dalam karier politiknya, Razman bahkan pernah ditunjuk menjadi Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat di kubu Moeldoko. Peran itu lantas turut memperkuat profilnya sebagai advokat.
Namun baru-baru ini Nikita Mirzani sempat menguak video yang memperlihatkan sejumlah anggota Kongres Advokat Indonesia menggelar jumpa pers. Isi pertemuan itu adalah soal pemecatan sekaligus mencabut izin Razman Nasution.
Namun video itu diduga sudah lawas karena diambil pada tahun 2022 lalu. Pemecatan itu dipicu sepak terjang Razman yang buruk dan pelanggaran kode etik sebagai kuasa hukum. Keputusan memecat dan mencabut izin Razman pun disebut telah melewati sejumlah rapat bersama berbagai pihak mulai dari Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, serta seluruh DPD di Indonesia.
Kekinian, Razman banyak disorot karena menjadi pengacara Vadel Badjideh yang dipolisikan oleh Nikita Mirzani terkait persetubuhan anak dan pemaksaan aborsi pada Laura. Razman dan Nikita pun saling lapor polisi terkait perseteruan mereka.
Kontributor : Trias Rohmadoni