Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 07 Mei 2026 | 16:45 WIB
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
Food Cycle Indonesia melakukan sortir roti (Dokumentasi/Food Cycle Indonesia)

Suara.com - Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan sekadar masalah estetika, melainkan sudah menjadi ancaman iklim serius, apalagi limbah makanan. Ketika suatu makanan berakhir di tempat sampah, seluruh energi, air, dan sumber daya yang digunakan akan terbuang percuma.

Dikutip dari Indonesia Environment & Energy Center, produksi pangan sendiri menyumbang lebih dari 30% emisi gas rumah kaca global. Ini berarti membuang makanan dapat memperbesar jejak karbon secara tidak langsung.

Di balik isu kelaparan, tumpukan food waste di perkotaan menjadi penyumbang utama gas metana yang mempercepat kerusakan lingkungan. Menyadari bahaya tersebut, Food Cycle Indonesia hadir sejak 2017 dengan tujuan untuk mencegat surplus pangan agar tidak berakhir menjadi limbah. Komunitas ini membuktikan bahwa jika surplus pangan diolah secara bijak, mampu mencegah jutaan kilogram emisi karbon masuk ke atmosfer.

Hingga Maret 2026, Food Cycle Indonesia berhasil menyelamatkan 1.680 ton makanan yang hanya berpotensi menjadi limbah di TPA. Langkah ini memberikan dampak lingkungan yang masif, yakni mencegah terbentuknya 4,2 juta gas rumah kaca yang muncul akibat pembusukan makanan.

"Jadi ada sekitar 4 jutaan emisi karbon yang terhindarkan karena kita sudah selamatkan makanan-makannya," tegas Business Development dan Marketing Food Cycle Indonesia, Kukuh Napaki mengulangi pernyataannya.

Makanan Layak Konsumsi dan Tidak Layak Konsumsi

Food Cycle Indonesia melakukan sortir roti (Dokumentasi/Food Cycle Indonesia)
Food Cycle Indonesia melakukan sortir roti (Dokumentasi/Food Cycle Indonesia)

Masalah utama yang disasar oleh Food Cycle Indonesia adalah banyaknya makanan yang terbuang dari acara pesta, hotel, hingga pabrik. Sementara di sisi lain terdapat masyarakat yang kesulitan mengakses pangan. Dalam operasionalnya, komunitas ini mengklasifikasikan makanan menjadi dua kategori: layak konsumsi dan tidak layak konsumsi.

Makanan yang masih layak konsumsi, akan disalurkan kepada penerima manfaat yang sudah melewati proses koordinasi ketat dengan lembaga sosial mitra. Sementara itu, sisa organik makanan yang sudah tidak dapat dikonsimsi akan diolah menjadi pakan ternak atau kompos agar tidak sia-sia terbuang di TPA.

Target jangka panjang dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan adalah mengedukasi publik agar setiap individu dan institusi memiliki semangat dalam menyelamatkan pangan. Hal ini dilakukan melalui gerakan di media sosial dan pelibatan relawan untuk meningkatkan kesadaran publik.

"Seandainya itu bisa diterapkan dan kita bisa duplikasi di tiap banyak institusi itu bisa lebih efektif lagi pengentasan masalah food waste itu," ungkap Kukuh. Dengan cara ini, Food Cycle Indonesia optimis masalah food waste dapat ditekan dari level rumah tangga hingga industri.

baca juga

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan

Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik

Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:30 WIB

Terkini

5 HP Midrange Memori Besar Harga 3 Sampai 5 Jutaan Terbaik

5 HP Midrange Memori Besar Harga 3 Sampai 5 Jutaan Terbaik

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:55 WIB

MUI: Pria Berbusana Wanita Saat Karnaval Agustusan Haram

MUI: Pria Berbusana Wanita Saat Karnaval Agustusan Haram

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya

Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Konser Maroon 5: Momen yang Harus Dinikmati, Jangan Cuma Direkam!

Konser Maroon 5: Momen yang Harus Dinikmati, Jangan Cuma Direkam!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Evolusi Desain 7 Generasi, Samsung Galaxy Z Fold8 Hadir dengan Titanium dan Galaxy AI

Evolusi Desain 7 Generasi, Samsung Galaxy Z Fold8 Hadir dengan Titanium dan Galaxy AI

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Pilihan Mobil Hybrid Keluarga Ramah Kantong di GIIAS 2026

Pilihan Mobil Hybrid Keluarga Ramah Kantong di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:24 WIB

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:18 WIB

×