Bersinergi dengan UNDP, Cakap Hadirkan Pelatihan Inovatif untuk Pelajar di Kota Karang - Kupang

Fabiola Febrinastri

Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:40 WIB
Bersinergi dengan UNDP, Cakap Hadirkan Pelatihan Inovatif untuk Pelajar di Kota Karang - Kupang
Pelatihan inovatif untuk Pelajar di Kota Karang - Kupang. (Dok: Cakap)

Suara.com - Cakap, platform edukasi Indonesia di bawah program Catalytic Fund dari United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) telah menjalankan program kolaboratif yang memberikan keterampilan penting untuk siswa di Kota Kupang.

Program ini, yang dimulai pada bulan Mei 2024, berlangsung selama 6 bulan dan menggabungkan pelatihan bahasa Inggris dengan teknologi hidroponik sebagai bagian dari inisiatif pendidikan untuk memberdayakan generasi muda di wilayah yang menghadapi tantangan besar.

Berdasarkan data akhir Tahun 2023 dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kota Kupang memiliki jumlah penduduk 444,660 ribu jiwa. Dari jumlah itu, hanya 14,97% dari masyarakat Kupang yang melanjutkan pendidikan tinggi.

Hal ini didukung dari data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, yang menyebutkan bahwa hingga akhir 2023 terdapat 8.608 orang pengangguran yang tersebar di 6 Kecamatan dan 51 Kelurahan di Kota Kupang.

Rendahnya partisipasi dalam pendidikan tinggi berdampak pada minimnya penyerapan tenaga kerja terampil, salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan sumber daya manusia dalam penguasaan soft skills seperti kemampuan dalam berbahasa asing.

Inisiatif ini didukung penuh oleh pemerintah Indonesia melalui BPDLH dari Kementerian Keuangan, yang telah lama mendorong praktik-praktik pembangunan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang membutuhkan, serta dipandang penting oleh para perwakilan internasional dalam konteks pemberdayaan masyarakat global melalui pendidikan.

Program ini melibatkan lebih dari 700 siswa-siswi dari 30 sekolah di 12 kota, dengan fokus utama pada wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Kupang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki tantangan mendesak seperti rendahnya tingkat pendidikan, tingginya angka stunting, serta dampak nyata dari perubahan iklim yang mempengaruhi sektor pertanian lokal.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Undana Kupang, sejak awal tahun 2024 diprediksi terancam gagal panen akibat curah hujan yang tidak menentu dan iklim ekstrem.

Para siswa mempresentasikan hasil karya hidroponik, Bahasa Inggris dinilai penting bagi masyarakat Kupang karena wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata, dengan destinasi yang diunggulkan seperti Pantai Tablolong dan Goa Kristal. Dengan pelatihan bahasa Inggris, diharapkan dapat mendukung siswa untuk terlibat di industri pariwisata, sehingga mereka bisa berkontribusi lebih baik dalam sektor tersebut.

baca juga

Dengan turut berkontribusi pada industri tersebut, maka diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi daerah.
Selain pendidikan bahasa Inggris, para siswa juga mendapatkan pelatihan teknik hidroponik sebagai solusi inovatif untuk mengatasi tantangan lingkungan di Kupang, terutama terkait keterbatasan air dan degradasi lahan.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong praktik-praktik pertanian berkelanjutan di daerah-daerah yang rentan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung mata pencaharian masyarakat lokal di sektor pertanian.

Tomy Yunus, CEO & Co-founder Cakap, percaya sinergi positif pada program ini dapat terus menular dan berdampak dalam peningkatan kualitas sumber daya anak bangsa yang lebih baik. Antusiasme ditunjukan bukan hanya dari perwakilan internasional yang hadir, namun juga oleh para peserta pelatihan.

“Sesuai dengan visi Cakap yaitu “Elevating Peoples Live”, sebuah kehormatan bagi kami dapat terus berkontribusi secara langsung seperti pada sekolah-sekolah di Kupang guna meningkatkan taraf hidup mereka. Melihat generasi muda yang bersemangat untuk belajar dan kemahiran dalam menceritakan hal yang mereka pelajari dalam kelas menggunakan bahasa Inggris merupakan sebuah pencapaian yang patut untuk dibanggakan,” ungkap Tomy.

Kolaborasi antara Cakap dan Catalytic Fund ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang signifikan, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi masyarakat luas di Kupang. Melalui pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan serta pendekatan berkelanjutan dalam sektor pertanian, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan yang bisa diterapkan di wilayah-wilayah terpencil lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Beberkan Strategi di Awal Menjabat

Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Beberkan Strategi di Awal Menjabat

News | Senin, 21 Oktober 2024 | 15:57 WIB

Presiden Prabowo Pecah Kementerian LHK, Hanif Faisol Yakin Layanan Masyarakat Tak Terganggu

Presiden Prabowo Pecah Kementerian LHK, Hanif Faisol Yakin Layanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Senin, 21 Oktober 2024 | 11:41 WIB

Menko Airlangga Dapat Rapor Merah dari BPK: Ribuan Peserta Kartu Prakerja Tak Memenuhi Syarat

Menko Airlangga Dapat Rapor Merah dari BPK: Ribuan Peserta Kartu Prakerja Tak Memenuhi Syarat

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2024 | 11:45 WIB

Menko Airlangga Sebut Program Prakerja Indonesia Ingin Ditiru Negara Lain

Menko Airlangga Sebut Program Prakerja Indonesia Ingin Ditiru Negara Lain

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2024 | 14:05 WIB

NeutraDC Perkenalkan Pemanfaatan AI bagi UKM Binaan Telkom Mandalika

NeutraDC Perkenalkan Pemanfaatan AI bagi UKM Binaan Telkom Mandalika

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2024 | 12:02 WIB

KLHK Rilis Pengawasan Koherensi Perencanaan Lingkungan Hidup di 8 Provinsi

KLHK Rilis Pengawasan Koherensi Perencanaan Lingkungan Hidup di 8 Provinsi

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2024 | 07:16 WIB

Terkini

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

×