Gemas, Cara Balita CODA yang Lahir dari Orangtua Tuli Belajar Bahasa Isyarat

Farah Nabilla, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 05 Desember 2024 | 19:00 WIB
Gemas, Cara Balita CODA yang Lahir dari Orangtua Tuli Belajar Bahasa Isyarat
Atlet Lempar Lembing sekaligus Teman Tuli, Jia Kania Afrani lahirkan CODA Ulya Zafirah Kanisya (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Fenomena anak yang lahir dari orangtua tuli alias Child of Deaf Adult (CODA) masih terdengar asing di masyarakat. Padahal mereka punya kehidupan unik, karena mampu menggunakan bahasa isyarat sejak balita.

Ulya Zafirah Kanisya misalnya, remaja putri 'normal' yang terlahir dari rahim perempuan teman tuli Nia Kania Afriani (46), yang sejak lahir tidak bisa mendengar bahkan menikah dengan suaminya memiliki kondisi serupa.

Cerita menarik diungkap Kania dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2024 baru-baru ini. Ia bercerita Ulya di usia 6 bulan belum mengerti dengan bahasa isyarat sebagai cara berkomunikasi kedua orangtuanya.

"Jadi dia tengok kanan dan kiri melihat ayah dan ibunnya saling berbicara dengan bahasa isyarat," ujar Kania seraya menggunakan bahasa isyarat di momen peluncuran serial dokumenter (docuseries) bertajuk 'Sosok Baik Indonesia' di Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2024)

Atlet Lempar Lembing sekaligus Teman Tuli, Jia Kania Afrani lahirkan CODA Ulya Zafirah Kanisya (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Atlet Lempar Lembing sekaligus Teman Tuli, Jia Kania Afrani lahirkan CODA Ulya Zafirah Kanisya (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Selanjutnya, kata Kania, saat Ulya menginjak usia 1 tahun dan mulai belajar bicara, anaknya secara bersamaan ikut mempelajari gerakan bahasa isyarat. Termasuk saat balita itu minta dibuatkan susu atau minta diganti popok maupun minta diantar ke kamar mandi.

"Jadi Ulya, minta ke susu dengan cara colek atau menepuk, lalu memperagakan gerakan ingin minum susu. Kalau pipis dia nunjuk celana untuk minta ganti popok," jelas Kania.

Kini setelah Ulya beranjak remaja, ia terlihat terbiasa bersama kedua orangtuanya dengan keadaan tunarungu. Bahkan tidak jarang remaja tersebut punya bahasa sederhana yang susah dimengerti kedua orangnya, dan begitupun sebaliknya.

Contohnya seperti yang terekam dalam episode pertama, series dokumenter karya sutradara Wisnu Surya Pratama terlihat Ulya dan Kania berkomunikasi selaiknya ibu-anak 'normal'. Bahkan keduanya asik menikmati suasana di sekitar kota Bandung.

Perlu diketahui Nia merupakan satu dari tiga tokoh utama kisah inspiratif yang tayang di kanal YouTube @niatbaikhasilbaik_id. Nia merupakan seorang teman tuli yang berhasil meraih medali emas di cabang olahraga lempar lembing pada usia 46 tahun. 

baca juga

Dengan tekad yang kuat, Kania berhasil lulus sekolah hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan di tempat kerja ramah disabilitas kota Bandung. Meski begitu, Nia menghadapi sederet halangan untuk mendapat pekerjaan, sehingga harus berjuang lebih keras.

"Awalnya setelah lulus sekolah susah dapat kerja, jadi saya coba untuk wirausaha dengan menjual bungkus kertas untuk gorengan dengan cara titip ke teman, atau membantu teman menyulam kancing untuk seragam kantor dengan sistem borongan,” kenang Kania.

Beberapa tahun kemudian, Kania berhasil diterima bekerja di salah satu restoran cepat saji di kawasan Bandung. Mulai dari sana, hidup Kania perlahan berubah. Mempunyai penghasilan tetap dan lingkungan kerja yang mendukung, Kania mulai berani untuk meraih mimpinya di bidang olahraga sebagaimana cita-citanya sejak kecil. 

Berkat dukungan perusahaan tempatnya bekerja, Kania diberikan izin untuk mengikuti berbagai kejuaraan lempar lembing dan tak jarang tekad kuat yang dimilikinya membuahkan hasil manis. 

"Saya suka olahraga sejak kecil dan rasanya senang sekaligus bangga ketika saya berhasil menang. Meskipun usia saya sudah tidak muda lagi, dan sempat sebagian atlet muda meremehkan saya karena sudah tua dan menganggap saya tidak akan menang dalam lomba, saya tidak mau patah semangat. Saya bilang sama diri saya, saya bisa dan saya mampu. Alhamdulillah, kerja keras saya berhasil,” ungkapnya dengan mimik bahagia.

Selain Kania, ada juga dua sosok hebat lainnya yang kisahnya dimasukan dalam series dokumenter agar bisa lebih menginspirasi banyak orang. Dua orang itu yakni Khudori, seorang petani dari Garut yang berjuang memodernisasi pertanian di desanya.

Lalu ada juga Jayadi, penyintas gempa Lombok 2018, yang memilih kembali ke kampung halamannya di Bali untuk memperkuat komunitas adatnya. Adapun berbagai kisah ini bisa ditonton dan diakses secara gratis di YouTube.

“Tiga tokoh ini memiliki satu benang merah, mereka adalah orang-orang biasa dengan tekad dan keberanian luar biasa yang mampu mendobrak keterbatasan, stigma, dan trauma yang mereka alami untuk bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka juga percaya bahwa dengan melakukan hal baik, pasti pada akhirnya mereka akan menuai hasil yang juga baik. Dibuktikan dengan keberhasilan dalam mewujudkan impian masing-masing dengan cara mereka sendiri,” ungkap Wisnu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkomunikasi dengan Teman Tuli, Tantangan yang Menyenangkan

Berkomunikasi dengan Teman Tuli, Tantangan yang Menyenangkan

Your Say | Rabu, 04 Desember 2024 | 08:21 WIB

Bawayang: Komunitas Inklusif di Yogyakarta, Tempat Teman Tuli dan Dengar Berharmoni

Bawayang: Komunitas Inklusif di Yogyakarta, Tempat Teman Tuli dan Dengar Berharmoni

Your Say | Selasa, 03 Desember 2024 | 09:25 WIB

Robi si Teman Tuli, Mandiri dan Percaya Diri Berjualan di Kasuli

Robi si Teman Tuli, Mandiri dan Percaya Diri Berjualan di Kasuli

Your Say | Selasa, 03 Desember 2024 | 08:45 WIB

GERKATIN: Ruang Berkarya bagi Teman Tuli

GERKATIN: Ruang Berkarya bagi Teman Tuli

Your Say | Selasa, 26 November 2024 | 15:12 WIB

Komunitas GERKATIN DIY: Perjuangan Inklusi dan Kesehatan Mental Teman Tuli

Komunitas GERKATIN DIY: Perjuangan Inklusi dan Kesehatan Mental Teman Tuli

Your Say | Rabu, 13 November 2024 | 07:55 WIB

Melalui Bahasa, GERKATIN Junjung Tinggi Nilai Inklusif

Melalui Bahasa, GERKATIN Junjung Tinggi Nilai Inklusif

Your Say | Senin, 11 November 2024 | 18:20 WIB

Terkini

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:30 WIB

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:23 WIB

Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks

Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:16 WIB

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 22:04 WIB

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 22:00 WIB

×