Bukan Cuma Gus Miftah, Ini 3 Ulama yang Jadikan Lokalisasi Ladang Pahala

Wakos Reza Gautama

Rabu, 11 Desember 2024 | 06:20 WIB
Bukan Cuma Gus Miftah, Ini 3 Ulama yang Jadikan Lokalisasi Ladang Pahala
Gus Miek dan Khoiron, ulama yang berdakwah di lokalisasi. [Instagram @jamaah_jantiko_mantab]

2. KH Syuaib

KH Syuaib berasal dari Desa Karangturi, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Setelah menikah dengan Muntayyah, Syuaib pindah ke Surabaya. 

Di sana Syuaib sempat berdagang di Pasar Turi. Pada tahun 1969, Syuaib dan istri pindah ke Kelurahan Dupak Bangunsari, Surabaya. Saat itu, Dupak Bangunsari adalah tempat prostitusi terbesar di Kota Pahlawan.

Dikutip dari buku "Kiai Prostitusi", sebagai pendakwah, Kiai Syuaib mulai berdakwah di Masjid Nurul Fatah dan Masjid Nurul Hidayah Kelurahan Dupak Bangunsari Surabaya.

Dia mengajarkan Kitab Tafsir Al-Ibris di kedua masjid tersebut. Pada waktu magrib, ia menjadi imam salat di Masjid Hidayah. Pada waktu subuh ia menjadi imam salat di Masjid Nurul Fatah.

Ia juga sering berdakwah di warung makan di rumahnya kepada para pelanggan yang kebanyakan adalah preman, muncikari, pekerja seks komersial (PSK) maupun pelanggan lokalisasi

Dakwah di lokalisasi tidaklah mudah. Banyak halangan dan rintangan yang dihadapi KH Syuaib. Ia pernah ditantang duel oleh preman setempat. Dengan kesabaran, KH Syuaib memberi nasehat namun tidak digubris.

Akhirnya KH Syuaib duel dengan si preman. Tanpa disangka, preman yang secara fisik berbadan kekar itu mampu dilempar keluar oleh KH Syuaib. Dari sinilah, warga sekitar lokalisasi menaruh rasa hormat terhadap KH Syuaib.

Kiai Syuaib juga mengajari mengaji Alquran kepada anak-anak para PSK dan anak-anak para mucikari yang ada di lokalisasi tersebut tanpa mengharapkan upah sedikitpun.

baca juga

3. KH Khoiron

Muhammad Khoiron adalah putra dari KH Syuaib yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1959. Ia terlahir di tengah-tengah lingkungan prostitusi, Kelurahan Dupak Bangunsari, Kota Surabaya.

Memasuki sekolah dasar, Khoiron dikirim ke Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, dengan harapan agar tidak terkontaminasi kehidupan lokalisasi yang akrab dengan kemaksiatan dan kekerasan.

KH Khoiron masuk Madrasah Ibtidaiyah Sabilal Muttaqin pada tahun 1972, Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyyah Tebu Ireng pada tahun 1975.

Kemudian dilanjutkan lagi ke Madrasah Aliyah Tsanawiyah Salafiyah Syafiiyyah Tebu Ireng pada tahun 1978. Lulus dari Madrasah Aliyah, KH Khoiron melanjutkan pendidikan ke Universitas Hasyim Asyari Tebu Ireng untuk memperoleh gelar B.A. (Bachelor of Art) pada tahun 1982.

Kemudian ia melanjutkan ke Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya, sehingga lulus pada tahun 1988 dan mendapatkan gelar doktorandus (Drs.).

Lulus dari Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya, hati Kiai Khoiron mulai tergerak untuk berbuat sesuatu bagi lingkungannya. 

Ia lalu merangkul para ketua RW di lokalisasi untuk melancarkan dakwahnya. Kebanyakan jamaah KH Khoiron adalah para PSK di lokalisasi.

Pendekatan dakwah Kiai Khoiron cukup persuasif. Ketika mendapati Ketua RW asyik pesta minuman keras bersama PSK dan muncikari, Kiai Khoiron tidak langsung menegurnya.

Ia menunggu ketua RW sadar terlebih dahulu baru mengajak ngobrol mengenai kebaikan dan masa depan
kampungnya.

Kiai Khoiron lalu mendapatkan izin dari para ketua RW untuk melakukan dakwah dan pembinaan mental kepada para PSK dan muncikari.

Salah satu cara Kiai Khoiron berdakwah ke para PSK adalah dengan mengajak mereka nonton bioskop gratis. Begitu film selesai, di situlah Kiai Khoiron masuk memberikan ceramah. 

Materi dakwah KH Khoiron cukup sederhana tidak mengancam para PSK dan muncikari dengan ayat dosa dan neraka.

Kiai Khoiron hanya mengutip ayat yang menyebutkan bahwa Allah akan mengampuni dosa apa pun kecuali dosa syirik atau meyekutukan-Nya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Miftah Blak-blakan Tarif Endorse Follower Jutaan: Setara Haji Furoda Satu Keluarga

Gus Miftah Blak-blakan Tarif Endorse Follower Jutaan: Setara Haji Furoda Satu Keluarga

Lifestyle | Selasa, 10 Desember 2024 | 21:04 WIB

Siapa Anak Yati Pesek? Nyaris Labrak Gus Miftah gara-gara Tak Terima Ibunya Direndahkan

Siapa Anak Yati Pesek? Nyaris Labrak Gus Miftah gara-gara Tak Terima Ibunya Direndahkan

Lifestyle | Selasa, 10 Desember 2024 | 21:00 WIB

Beda Reaksi Gus Miftah dan Ustaz Solmed Saat Honor Ceramah di Luar Harapan, Ada yang Frontal sampai Ancam-Ancam

Beda Reaksi Gus Miftah dan Ustaz Solmed Saat Honor Ceramah di Luar Harapan, Ada yang Frontal sampai Ancam-Ancam

Entertainment | Selasa, 10 Desember 2024 | 20:48 WIB

Ditegur Murid SMA Suka Bicara Kasar, Gus Miftah Berdalih Ingin Dekat Dengan Kaum Marjinal

Ditegur Murid SMA Suka Bicara Kasar, Gus Miftah Berdalih Ingin Dekat Dengan Kaum Marjinal

Entertainment | Selasa, 10 Desember 2024 | 21:15 WIB

Gus Miftah Ngaku Keturunan ke-9 Kiai Ageng Muhammad Besari, Dibantah Menohok Sama Keluarga Asli

Gus Miftah Ngaku Keturunan ke-9 Kiai Ageng Muhammad Besari, Dibantah Menohok Sama Keluarga Asli

Entertainment | Selasa, 10 Desember 2024 | 20:45 WIB

Terkini

Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:05 WIB

Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI

Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:04 WIB

522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma

522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:03 WIB

Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026

Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:01 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:59 WIB

Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto

Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:59 WIB

Review Buku Anything, Kisah Hangat Tentang Arti Sebuah Rumah

Review Buku Anything, Kisah Hangat Tentang Arti Sebuah Rumah

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:57 WIB

Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:54 WIB

750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini

750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:52 WIB

UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!

UU Pusat Finansial Internasional: Awas Bahaya Shell Company dan Arbitrase!

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:50 WIB

×