Gonjang-ganjing Masa Lalu Patrick Kluivert, Begini Dampak Buruk Judi Bagi Kesehatan Mental

Nur Khotimah

Selasa, 07 Januari 2025 | 13:39 WIB
Gonjang-ganjing Masa Lalu Patrick Kluivert, Begini Dampak Buruk Judi Bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi judi online. [Dok.Antara]

Suara.com - Nama Patrick Kluivert menjadi salah satu kandidat yang gencar diberitakan sebagai sosok pengganti Shin Tae-yong untuk melatih Timnas Indonesia.

Dari beberapa nama yang muncul, Patrick Kluivert menjadi yang paling banyak menimbulkan kontroversi karena dianggap tidak sebanding dengan Shin Tae-yong.

Terlebih, kabar mengenai masa lalu Patrick Kluivert yang kelam juga menjadi sorotan yang akhirnya menuai beragam kritik keras dari berbagai pihak.

Menurut informasi yang beredar, Patrick Kluivert merupakan eks striker Barcelona yang cukup subur dengan menciptakan 122 gol.

Patrick Kluivert [Instagram/@patrickkluivert9]
Patrick Kluivert [Instagram/@patrickkluivert9]

Namun, setelah gantung sepatu, kehidupannya seolah berubah signifikan. Kendati menjadi pelatih, ia pernah terlibat skandal perjudian.

Bahkan, menurut laporan Bleacherreport, ia dikabarkan sampai terlilit hutang sebesar 1 juta Euro kepada gang kriminal di negaranya.

"Eks bintang Barcelona dan Patrick Kluivert dilaporkan diperas oleh geng kriminal selama bertahun-tahun karena utang judi yang menumpuk lebih dari 1 juta euro," tertulis dalam laporan tersebut.

Alhasil, isu masa lalu suram tersebut menuai reaksi yang dikaitkan dengan kesehatan mental. Dikhawatirkan, masalah mental tersebut akan berdampak buruk kepada kinerja dan pestasi PSSI.

Pasalnya, seseorang yang kecanduan judi, bahkan sampai terlilit hutang sangat mengganggu kesehatan jiwa yang akhirnya memberi dampak buruk bagi kehidupan.

baca juga

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, disebutkan jika judi merupakan adiksi yang sangat buruk bagi kesehatan mental seseorang.

Adiksi judi merupakan kondisi medis yang termasuk dalam kategori adiksi perilaku (behavioral addiction).

Saat ini, dengan maraknya perjudian yang terjadi, adiksi judi mendapat perhatian yang setara dengan adiksi zat, seperti kecanduan rokok, alkohol, dan narkoba.

Hal ini menyebabkan seseorang yang kecanduan judi menjadi kesulitan untuk berhenti karena adanya ketidakseimbangan dalam sistem saraf otak.

Diperparah lagi jika yang kecanduan adalah anak-anak dan remaja karena perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang, sehingga menyebabkan gangguan serius pada struktur dan fungsi otak.

Sehingga, pemerintah berupaya memberantas judi, khususnya judi online demi menjaga kesehatan mental para generasi muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catatan Miris Patrick Kluivert Sebagai Pelatih, PSSI Gak Salah Nih?

Catatan Miris Patrick Kluivert Sebagai Pelatih, PSSI Gak Salah Nih?

Bola | Selasa, 07 Januari 2025 | 11:30 WIB

Reaksi Netizen Saat Tahu Patrick Kluivert akan Melatih Timnas Indonesia

Reaksi Netizen Saat Tahu Patrick Kluivert akan Melatih Timnas Indonesia

Your Say | Selasa, 07 Januari 2025 | 11:23 WIB

Profil Doni Setiabudi, Ragu Timnas Lolos Piala Dunia 2026 Jika Dipimpin Patrick Kluivert: Semoga Saya Salah!

Profil Doni Setiabudi, Ragu Timnas Lolos Piala Dunia 2026 Jika Dipimpin Patrick Kluivert: Semoga Saya Salah!

Lifestyle | Selasa, 07 Januari 2025 | 10:50 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×