Minum Susu Segelas Sehari Pangkas Risiko Kanker Usus hingga 17 Persen? Ini Kata Studi Terbaru

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 10 Januari 2025 | 09:05 WIB
Minum Susu Segelas Sehari Pangkas Risiko Kanker Usus hingga 17 Persen? Ini Kata Studi Terbaru
Ilustrasi susu untuk dikonsumsi anak-anak. (Freepik)

Suara.com - Hasil penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa pilihan makanan dan minuman memiliki dampak signifikan pada risiko kanker usus.

Temuan terbaru itu menunjukkan bahwa segelas susu sehari dapat memangkas risiko kanker usus hingga 17 persen. Sementara itu, konsumsi segelas anggur dapat meningkatkan risiko hingga 15 persen.

Penelitian yang dilakukan pada lebih dari setengah juta perempuan di Inggris ini melacak kebiasaan makan selama 17 tahun. Dari 97 faktor makanan yang diteliti, susu menjadi salah satu yang paling menonjol dalam menurunkan risiko kanker usus.

Para peneliti menemukan bahwa asupan kalsium harian sebesar 300 mg, setara dengan segelas susu, memiliki efek perlindungan signifikan terhadap kanker usus.

Selain susu, beberapa faktor lain seperti yogurt, riboflavin, magnesium, fosfor, dan kalium juga berperan dalam mengurangi risiko kanker usus.

Dr Keren Papier, peneliti utama, menjelaskan bahwa kalsium diyakini dapat mengikat asam empedu dan asam lemak bebas, sehingga mencegah kerusakan pada lapisan usus yang bisa memicu kanker.

Namun, konsumsi alkohol dan daging merah justru meningkatkan risiko kanker kolorektal. Untuk setiap tambahan 30 gram daging merah per hari, risiko meningkat hingga delapan persen.

Sebaliknya, makanan kaya serat seperti sereal, buah, biji-bijian, dan karbohidrat kompleks memiliki hubungan terbalik dengan risiko kanker usus.

David Nunan dari University of Oxford, meski tidak terlibat dalam penelitian ini, memberikan ilustrasi dampak konsumsi kalsium pada kesehatan.

Ia menyebutkan bahwa jika 100 perempuan meningkatkan asupan kalsium menjadi 345 mg per hari, jumlah diagnosis kanker kolorektal dapat berkurang dari lima menjadi empat kasus.

Para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk memperhatikan pola makan yang lebih sehat guna mencegah kanker, terutama kanker kolorektal yang prevalensinya terus meningkat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI