Mengenai Tradisi Gowok: Pendidkan Seksual Pria Jawa yang Diangkat Jadi Film

Nur Khotimah

Kamis, 23 Januari 2025 | 21:00 WIB
Mengenai Tradisi Gowok: Pendidkan Seksual Pria Jawa yang Diangkat Jadi Film
ilustrasi hubungan seksual (freepik.com)

Suara.com - Film terbaru besutan Hanung Bramantyo mengangkat tema yang cukup unik dan menarik, yakni tentang tradisi Gowok. Film berjudul "Gowok: Javanese Kamasutra" ini diproduseri oleh Raam Punjabi dan kabarnya akan bersaing dengan 12 film mancanegara di Big Screen Competition, International Film Festival Rotterdam (IFFR).

Beberapa bintang yang turut memainkan peran dalam film ini antara lain Raihaanun, Lola Amaria, Alika Jantinia, Devano Danendra, Reza Rahardian, serta banyak aktor dan aktris berbakat lainnya.

Mengangkat tema yang cukup unik dan tidak biasa, tak sedikit pertanyaan muncul di benak publik usai membaca judul film yang satu ini. Apa sebenarnya makna dari tradisi Gowok ini? Simak penjelasannya berikut ini:

Asal Usul dan Makna Tradisi Gowok

Lola Amaria dan Raihaanun di lokasi syuting film Gowok Kamasutra Jawa. [MVP Pictures]
Film Gowok Kamasutra Jawa. [MVP Pictures]

Merangkum berbagai sumber, tradisi Gowok merupakan salah satu ragam budaya Indonesia berupa pengenalan pendidikan seks yang dilakukan masyarakat Jawa zaman dulu melalui seorang gowok. Istilah ini lahir sekitar abad ke-15 M.

Tradisi Gowok lahir untuk mengenak sesosok perempuan bernama Goo Wok Niang yang datang ke tanah Jawa di bawah Laksamana Cheng Ho bersama rombongan dari Tiongkok. Tradisi ini diartikan sebagai pemberian pelatihan kedewasaan kepada seorang laki-laki dewasa yang akan menikah.

Gowok sendiri merupakan sebutan untuk wanita dewasa yang dijadikan "tempat" bagi seorang anak lelaki untuk mengenal seluk beluk tubuh wanita, mulai dari bagian sensitif hingga taraf hubungan seks.

Seorang Gowok kerap dijadikan mentor edukasi seks melalui praktik sejak dini. Anak laki-laki yang sudah baligh akan dilatih oleh Gowok yang "disewa" pihak keluarga tentang berbagai pengetahuan seksual.

Dalam masa "latihan" atau biasa disebut "nyantrik" itu, seorang anak akan disuruh menginap selama beberapa hari (paling lama sepekan) bersama seorang Gowok. Usai dididik, biasanya sang anak laki-laki akan dianggap memiliki status sosial yang lebih tinggi serta jadi rebutan para wanita.

baca juga

Namun, tradisi ini tidak hanya mengajarkan atau mendidik dengan berfokus pada persoalan nafsu semata. Meski tradisi ini bisa dibilang cukup vulgar, anak laki-laki juga diajari tentang semua dunia pernikahan dengan pasangannya masing-masing, termasuk untuk membangun rumah tangga yang ideal.

Belakangan ini tradisi Gowok memang sudah tidak sepopuler dulu karena jelas mendapat pertentangan sebab dianggap tidak sesuai dengan norma, bahkan dianggap sebagai perbuatan nista. Padahal dulunya tradisi ini menjadi salah satu pekerjaan yang diberi upah dan menjadi tradisi untuk menciptakan rumah tangga yang ideal bagi masyarakat Jawa Kuno.

Alasan lain mengapa tradisi ini kini tidak lagi dijadikan pekerjaan dan mulai hilang adalah karena dianggap bertentangan dengan norma masyarakat, apalagi dalam tradisi ini membiarkan seorang laki-laki dewasa yang siap untuk menikah tinggal bersama seorang perempuan dalam satu tempat. Sejak era 60-an tradisi ini mulai ditinggalkan.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luka yang Nggak Terlihat dalam Film A Real Pain

Luka yang Nggak Terlihat dalam Film A Real Pain

Your Say | Kamis, 23 Januari 2025 | 15:26 WIB

Masih Muda, Finn Wolfhard Kini Debut Jadi Sutradara Film Bergenre Horor

Masih Muda, Finn Wolfhard Kini Debut Jadi Sutradara Film Bergenre Horor

Your Say | Kamis, 23 Januari 2025 | 14:19 WIB

Klinik Bersalin Ilegal dalam Film Tumbal Darah, Ih Ngeri!

Klinik Bersalin Ilegal dalam Film Tumbal Darah, Ih Ngeri!

Your Say | Kamis, 23 Januari 2025 | 14:08 WIB

Terkini

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

News | Senin, 14 September 2026 | 19:44 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

×