Stop Makan Nasi Terus! Dokter Ungkap Sumber Karbohidrat Lebih Sehat dari Nasi

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 14 Februari 2025 | 06:15 WIB
Stop Makan Nasi Terus! Dokter Ungkap Sumber Karbohidrat Lebih Sehat dari Nasi
Sejumlah makanan yang mengandung karbohidrat. [Dok.Antara]

Suara.com - Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan karbohidrat tidak selalu harus berasal dari nasi. Sebab, banyak ada banyak alternatif sehat yang bisa menjadi pilihan selain nasi.

"Kebiasaan masyarakat yang menganggap belum makan jika tidak mengonsumsi nasi perlu diluruskan. Ada banyak pilihan sumber karbohidrat yang lebih bervariasi dan kaya nutrisi," kata Dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RSUPN Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), Dr. dr, Sukamto Koesnoe, Kamis (13/2/2025).

Menurutnya, memilih variasi makanan pengganti nasi dapat meningkatkan asupan nutrisi harian serta menjaga keseimbangan gizi. Setiap bahan pangan memiliki keunikan tersendiri yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Sukamto menuturkan bahwa Indonesia memiliki beragam makanan pengganti nasi yang telah lama dikonsumsi di berbagai daerah, seperti singkong, ubi jalar, jagung, dan sagu.

Selain itu, ada pula alternatif sehat lain, seperti quinoa, oatmeal, roti gandum utuh, kentang, serta mie berbahan gandum utuh.

"Yang paling penting adalah memilih karbohidrat kompleks yang kaya serat, karena dapat membantu mengontrol gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama," jelasnya.

Sebagai contoh, ubi jalar ungu kaya akan antioksidan yang baik bagi tubuh, sementara jagung mengandung serat dan protein yang berperan penting dalam metabolisme.

Bahkan kentang, yang sering dianggap dapat menyebabkan kenaikan berat badan, sebenarnya mengandung kalium dan vitamin C yang bermanfaat jika diolah dengan cara yang sehat.

Untuk mengurangi ketergantungan pada nasi, Sukamto menyarankan agar masyarakat mulai menggantinya secara bertahap. Misalnya, bisa mencoba mengonsumsi kentang kukus atau ubi rebus satu hingga dua kali dalam seminggu agar tubuh dapat beradaptasi secara perlahan.

"Pola makan yang sehat juga harus memperhatikan metode memasak. Hindari menggoreng bahan makanan secara berlebihan, lebih baik memilih cara memasak seperti mengukus, merebus, atau memanggang untuk mempertahankan kandungan nutrisi," ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menyeimbangkan sumber karbohidrat dengan asupan protein dan sayuran. Porsi makanan juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas fisik masing-masing individu.

"Banyak yang bertanya mengenai porsi karbohidrat yang ideal. Sebenarnya, kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Sebaiknya perhatikan sinyal kenyang dari tubuh dan jangan memaksakan diri untuk menghabiskan makanan jika sudah merasa cukup," katanya. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI