Keren, Ada Pameran Ide Kreatif PBB Solusi Masalah Lingkungan: Karya Anak Bangsa Mendunia?

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Senin, 17 Februari 2025 | 17:58 WIB
Keren, Ada Pameran Ide Kreatif PBB Solusi Masalah Lingkungan: Karya Anak Bangsa Mendunia?
Head of Nature, Climate and Energy Unit UNDP Indonesia, Aretha Aprilia (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Kabar baik untuk para pelestari lingkungan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pameran ide bisnis ramah lingkungan di Indonesia, yakni ASEAN Blue Economy Innovation and Business Matching yang berfokus pada isu pencemaran laut.

Acara ini digelar oleh United Nations Development Programme (UNDP) melalui pendanaan alias donor dari pemerintah Jepang. Tapi pertanyaanya, masih layak tidak ya bisnis di bidang lingkungan?

Cerita menarik diungkap Strategic Partnership Duitin, Audrey yang mengelola bank sampah mengatakan permasalahan sampah di Indonesia masih jadi tantangan, sehingga bisnis yang mengajak masayarakat mau memilah sampah dan mendapatkan pengasilan masih jadi peluang besar di Indonesia maupun dunia.

"Masih (layak) sih, kebetulan masalahnya masih ada, jadi potensi untuk menyelesaikan menjadi solusi dari masalah itu masih ada. Ini bisnis yang potensial," ujar Audrey saat konferensi pers ASEAN Blue Economy Innovation and Business Matching di Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2024).

Terlebih kata Audrey, Indonesia masih memiliki aturan sebagai komitmen pemerintah untuk mengurangi sampah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.75/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah Oleh Produsen.

Strategic Partnership Duitin, Audrey (Suara.com/Dini Afrianti)
Strategic Partnership Duitin, Audrey (Suara.com/Dini Afrianti)

"Itu benar-benar ngebuka peluang dari mereka yang ingin dan sudah punya solusi dari Permen 75, untuk mendukung para produsen dengan program ini. Itu bisa, pun salah satu bisnis top of mind, yang sangat mudah dan prosesnya tidak rumit itu sebenarnya bank sampah, itu bisnis dan jalan," ungkap Audrey.

Tidak hanya itu, Audrey menyadari anak muda Indonesia seperi Gen Z dan Alpha kini semakin banyak yang peduli pada lingkungan dan isu sosial, karena nantinya akan mempengaruhi masa depan mereka.

"Banyak anak muda mulai sadar kemampuan dan impact dengan adanya bank sampah, jadi sangat-sangat masih terbuka," jelas Audrey.

Inilah sebabnya, acara seperti ASEAN Blue Economy Innovation and Business Matching yang akan digelar pada Rabu, 19 Februari 2025 di Menara Mandiri, Sudirman menyajikan inovasi bisnis di bidang lingkungan perlu digalakan dan diperbanyak.

baca juga

Tujuannya untuk mendukung ide dan bisnis para generasi muda yang ingin berkontribusi, membuat lingkungan tetap lestari khususnya masalah sosial di wilayah kelautan bisa mendapat fasilitas penelitian dan pengembangan.

Fakta menarik juga diungkap Head of Nature, Climate and Energy Unit UNDP Indonesia, Aretha Aprilia bahwa acara pameran ide inovasi seperti ASEAN Blue Economy Innovation ini bisa membuat pengunjung 'belanja' ide baru seputar pelestarian lingkungan yang bisa disesuaikan kebutuhan.

"Apalagi kondisi ekonomi dunia atau di Indonesia unstable (tidak stabil) tinggi, dengan adanya media bisnis expo ini yang akan diselenggarakan oleh UNDP, harapannya bisa jadi jembatan untuk shopping ide baru," papar Aretha.

National Project Manager ASEAN Blue Economy Innovation, Jatu Arum Sari ikut menceritakan kisah menarik seorang pemuda yang merasa prihatin melihat jaring bekas menangkap ikan yang dibuat nelayan tergeletak di pantai dan mencemari laut, yang jumlahnya sangat banyak.

Temuan inilah yang meresahkan pemikirannya, hingga akhirnya menemukan inovasi limbah jaring itu dibuat sebagai pelapis dinding yang indah. Produk ini diminati warga asing, termasuk banyak digunakan di Jepang untuk hiasan dinding.

"Ide ini dimulai karena dia ingin memanfaatkan jaring ikan, gimana kumpulkan dan ajak nelayan mau kumpulkan itu, karena kan ketika mereka berlayar menemukan cuek aja. Gimana ajak nelayan mau kumpulkan, itu ide sehari-hari maka itu bisa jadi bisnia," papar Aretha.

Dari kisah ini, menurut Aretha banyak orang perlu belajar bahwa masalah lingkungan harus dimulai dari tempat tinggal sekitar, yang akhirnya menggelitik dan berusaha temukan solusi hingga menghadirkan pundi rupiah untuk diri sendiri dan masyarakat sekitar.

Berbagai ide bisnis di bidang lingkungan ini akan banyak ditemukan dalam perhelatan sehari penuh dengan mendatangkan narasumber, hingga sosok ternama dunia yang berkontribusi di bidang lingkungan khususnya kelautan.

Peserta yang menyajikan ide bisnis juga sangat beragam, tidak hanya di Indonesia, tapi juga para pemuda dari berbagai negara ASEAN, seperti Singapura, Kamboja, Malaysia, Brunei Darussalam dan sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedotan Kertas vs Plastik: Korea Selatan Kaji Ulang Mana yang Lebih Ramah Lingkungan

Sedotan Kertas vs Plastik: Korea Selatan Kaji Ulang Mana yang Lebih Ramah Lingkungan

Lifestyle | Senin, 17 Februari 2025 | 13:55 WIB

Alasan Linen Cocok sebagai Investasi Jangka Panjang: Kenyamanan Hingga Ramah Lingkungan

Alasan Linen Cocok sebagai Investasi Jangka Panjang: Kenyamanan Hingga Ramah Lingkungan

Lifestyle | Senin, 17 Februari 2025 | 08:56 WIB

Mobil Konsep Wuling Ramah Lingkungan Curi Perhatian di IIMS 2025

Mobil Konsep Wuling Ramah Lingkungan Curi Perhatian di IIMS 2025

Video | Minggu, 16 Februari 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

×