Ngerinya Efek Tembakan Senjata Laras Panjang dari Jarak Dekat yang Tewaskan 3 Polisi di Lampung

Farah Nabilla

Kamis, 20 Maret 2025 | 13:16 WIB
Ngerinya Efek Tembakan Senjata Laras Panjang dari Jarak Dekat yang Tewaskan 3 Polisi di Lampung
jenazah polisi korban penembakan di Way Kanan. Petugas gabungan dari Polda Lampung, Denpom Sriwijaya dan Polres Way Kanan menemukan 12 selongsong peluru di TKP penembakan tiga anggota Polres Way Kanan. [ANTARA]

Suara.com - Polda Lampung telah melakukan olah TKP kasus tewasnya tiga polisi usai diduga ditembak oknum TNI. Ketiganya tewas saat menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan.

Dua oknum anggota TNI inisial Kopka B dan Peltu L telah ditahan di Mako Denpom II/3 Lampung karena diduga menembak para korban.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan bahwa penembakan terjadi dari jarak dekat yangi 5 hingga 13 meter di dua lokasi.

"Jarak penembakan ada yang bilang kurang lebih 6 meter, 13 meter, bahkan salah satu sakasi ada yang kenal dan mengetahui itu adalah okum TNI," kata Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika dalam  rilisnya di Mapolda Lampung, Rabu (19/3/2025).

Selain itu, penembakan diduga mengunakan senjata laras panjang.

"Dari sejumlah saksi itu, terdapat empat saksi yang melihat oknum itu melakukan penembakan dengan senjata laras panjang," ungkap Helmy.

Selain itu, ditemukan pula beberapa selongsong peluru di tempat kejadian perkara dalam beberapa jenis.

"Dari hasil olah TKP, ditemukan beberapa selongsong peluru di dua tempat yang mengelompok atau berpisah-pisah. Jumlah selongsong berjumlah 13 di antaranya dua butir selongsong ukuran 9 mm, 3 butir selongsong ukuran 7.62 mm, dan 8 butir kaliber 5.56 mm," lanjutnya.

Temuan hasil olah TKP ini memberikan gambaran betapa ngerinya tragedi penembakan tersebut. Tiga polisi tersebut meninggal ditembak dalam jarak dekat.

baca juga

Memang apa efeknya jika sebuah senjata laras panjang dengan tiga macam peluru tersebut ditembakkan dari jarak sedekat itu?

Senjata api laras panjang memiliki daya hancur yang jauh lebih besar dibandingkan senjata genggam. Tiga jenis peluru yang umum digunakan dalam senjata laras panjang adalah 5,56 mm, 7,62 mm, dan 9 mm. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dalam hal kecepatan, daya tembus, dan efek luka pada tubuh manusia.

Lalu, apa yang terjadi jika seseorang terkena tembakan dari ketiga jenis peluru ini pada jarak hanya 3 meter?

1. Peluru 5,56 mm: Luka Besar dan Efek Fragmentasi

Peluru 5,56 mm adalah amunisi standar yang digunakan dalam senapan serbu seperti M16, M4, dan SS1. Ditembakkan dari jarak 3 meter, peluru ini memiliki kecepatan sekitar 900–1.100 meter per detik, menjadikannya sangat mematikan.

Efek Penetrasi: Peluru ini didesain untuk menembus dan menyebabkan luka luas. Jika mengenai jaringan lunak, peluru cenderung terfragmentasi, menyebabkan cedera internal parah.

Efek Kavitasi: Kavitasi atau efek gelombang kejut yang ditimbulkan dapat merobek jaringan di sekitar jalur peluru, membuat luka yang jauh lebih besar dari ukuran proyektil.

Dampak Fatal: Jika mengenai kepala atau dada, kemungkinan besar korban akan tewas di tempat akibat luka dalam dan pendarahan hebat.

2. Peluru 7,62 mm: Daya Hancur Besar dan Luka Tembus

Peluru 7,62 mm banyak digunakan dalam senjata seperti AK-47 dan FN MAG. Dengan kecepatan sekitar 700–850 meter per detik, peluru ini lebih besar dan lebih berat dibandingkan 5,56 mm.

Efek Penetrasi: Karena ukurannya lebih besar, peluru ini memiliki daya tembus yang sangat tinggi. Jika mengenai tubuh dari jarak 3 meter, kemungkinan besar peluru akan menembus tubuh sepenuhnya

Efek Kavitasi: Luka yang ditimbulkan lebih besar daripada 5,56 mm, tetapi tidak sebrutal dalam hal fragmentasi.

Dampak Fatal: Jika peluru mengenai tulang atau organ vital, bisa menyebabkan hancurnya jaringan dan patah tulang yang sulit diperbaiki. Luka tembak ini berpotensi menyebabkan kematian instan atau pendarahan fatal dalam hitungan menit.

3. Peluru 9 mm: Luka Dalam, tapi Kurang Mematikan Dibandingkan 5,56 mm dan 7,62 mm

Peluru 9 mm umumnya digunakan dalam pistol dan submachine gun, tetapi juga bisa ditembakkan dari senjata laras panjang seperti SMG MP5 atau PCC (Pistol Caliber Carbine). Dengan kecepatan 350–450 meter per detik, peluru ini lebih lambat dibandingkan 5,56 mm dan 7,62 mm.

Efek Penetrasi: Peluru ini tidak sekuat dua peluru sebelumnya dalam menembus tubuh, tetapi tetap bisa masuk cukup dalam, terutama jika mengenai organ vital.

Efek Kavitasi: Tidak sebesar 5,56 mm atau 7,62 mm, tetapi luka yang dihasilkan tetap serius, terutama jika peluru mengenai kepala atau jantung.

Dampak Fatal: Meskipun tidak secepat dua peluru lainnya dalam membunuh, peluru 9 mm masih bisa mematikan tergantung pada titik tumbukan. Jika mengenai arteri utama atau otak, korban tetap bisa kehilangan nyawa dalam hitungan detik hingga menit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan 13 Selongsong Peluru dengan Kaliber Berbeda, Penembak 3 Polisi Lebih dari Satu Orang?

Ditemukan 13 Selongsong Peluru dengan Kaliber Berbeda, Penembak 3 Polisi Lebih dari Satu Orang?

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 13:12 WIB

TNI Balik Era Orba Bisa Main 2 Kaki di Jabatan Sipil, Imparsial Sebut Zaman Berbahaya Terulang Lagi

TNI Balik Era Orba Bisa Main 2 Kaki di Jabatan Sipil, Imparsial Sebut Zaman Berbahaya Terulang Lagi

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 13:10 WIB

Keruntuhan Reformasi: RUU TNI Disahkan, Protes Publik Diabaikan?

Keruntuhan Reformasi: RUU TNI Disahkan, Protes Publik Diabaikan?

Your Say | Kamis, 20 Maret 2025 | 13:03 WIB

LPSK Tetapkan Restitusi Korban Penembakan Bos Rental Mobil Rp 1,1 Miliar, Ini Rinciannya

LPSK Tetapkan Restitusi Korban Penembakan Bos Rental Mobil Rp 1,1 Miliar, Ini Rinciannya

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 13:00 WIB

UU TNI Kini Disahkan, Sujiwo Tejo Beri Sindiran Menohok Soal Rapat di Hotel Mewah

UU TNI Kini Disahkan, Sujiwo Tejo Beri Sindiran Menohok Soal Rapat di Hotel Mewah

Entertainment | Kamis, 20 Maret 2025 | 13:13 WIB

Reaksi Keras Baskara Putra atas Pengesahan RUU TNI, Ajak Masyarakat Lakukan Ini

Reaksi Keras Baskara Putra atas Pengesahan RUU TNI, Ajak Masyarakat Lakukan Ini

Entertainment | Kamis, 20 Maret 2025 | 12:56 WIB

Terkini

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Apakah Bisa Ganti Foto KTP? Ini Ketentuan, Syarat, dan Caranya

Apakah Bisa Ganti Foto KTP? Ini Ketentuan, Syarat, dan Caranya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan & Distribusi Energi, Jaga Ketahanan Nasional

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan & Distribusi Energi, Jaga Ketahanan Nasional

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:54 WIB

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Nikmati Layanan Premium Medical Check Up Bersama BRI Private

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:51 WIB

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:50 WIB

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up

Malang | Rabu, 23 September 2026 | 16:47 WIB

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Ajak Jurnalis dan Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Kerakyatan

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 16:46 WIB

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:45 WIB

×