Perang Badar dan Sejarah Lahirnya Idul Fitri: Kisah di Balik Hari Kemenangan Umat Islam

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 21 Maret 2025 | 11:57 WIB
Perang Badar dan Sejarah Lahirnya Idul Fitri: Kisah di Balik Hari Kemenangan Umat Islam
Sejarah dan Makna Hari Raya Idul Fitri Pada Zaman Nabi (Unsplash)

Suara.com - Bagi umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia merayakan Idul Fitri nampaknya sudah seperti hal wajib yang tidak boleh terlewatkan. Saling bermaaf-maafan, berbagi kebahagiaan, hingga bersilaturahim ke sanak saudara adalah bagian dari perayaan Idul Fitri yang tak boleh terlewatkan. Namun tahukah kita bagaimana sejarah dan makna Hari Raya Idul Fitri pada zaman Nabi?

Sebagaimana diketahui, Idul Fitri adalah salah satu hari raya besar bagi umat Islam di dunia yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Islam atau Hijriyah. Hari raya ini menjadi momen penting bagi umat Muslim dan salah satu yang paling utama adalah sebagai tanda berakhirnya ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sehingga Idul Fitri disebut juga sebagai hari kemenangan.

Meski demikian, Idul Fitri memiliki sejarah panjang. Lantas bagaimana sejarahnya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Sejarah dan Makna Hari Raya Idul Fitri Pada Zaman Nabi

Sejarah mengenai perayaan Idul Fitri tak bisa dilepaskan dari salah satu peristiwa besar, yakni Perang Badar. Melansir dari situs resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), perang ini merupakan pertempuran pertama umat Islam dalam melawan kaum kafir Quraisy.

Hari raya Idul Fitri pertama kali dirayakan oleh Rasulullah SAW pada tahun ke-2 Hijriyah atau pada 624 Masehi. Kala itu, Rasulullah SAW merayakan Hari Raya pertamanya dengan kondisi yang letih usai melakukan perang Badar.

Sebanyak 319 orang pasukan muslim harus berhadapan dengan 1.000 orang kafir Quraisy dalam perang Badar. Meski kalah dalam jumlah pasukan, namum dalam pertempuran tersebut, kaum muslim meraih kemenangannya.

Momen Idul Fitri pertama tersebut sekaligus menjadi perayaan bahi perjuangan para sahabat untuk meraih kemenangan. Sehingga, makna Idul Fitri tidak hanya sekedar sebagai simbol kemenangan umat Islam dalam menahan nafsu dan berpuasa selama sebulan penuh, namun juga sebagai simbol kemenangan dalam perang Badar.

Tradisi dan Hari Raya Arab Jahiliyah

baca juga

Melansir dari laman NU Online, Hari Raya Idul Fitri juga tak lepas dari tradisi dan perayaan kaum Arab di masa Jahiliyah. Sebelum munculnya Islam, masyarakat Arab Jahiliyah mempunyai dua hari raya yang rutin mereka rayakan dengan penuh suka cita dan kegembiraan yaitu Nairuz dan Marjaan.

Dikisahkan dalam sebuah hadits jika penentuan hari raya ini dipengaruhi oleh kebiasaan orang Arab Jahiliyah yang kala itu gemar bermain pada dua hari tersebut. Rasulullah SAW lantas mengubah dua hari raya tersebut menjadi hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha, sebagai bentuk perayaan yang jauh lebih bermakna. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Artinya: Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: "Kaum jahiliyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain". Ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah, Rasulullah bersabda: "Kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha". (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i)

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Hadratusyekh Muhammad Hasyim Asy'ari dalam kitab Risalah fil Aqaid dan Imam Al-Baihaqi pada kitab As-Sunanul Kubra. Keduanya mengatakan bahwa dua hari yang biasa dirayakan oleh kaum Arab jahiliyah sendiri, dahulu dilakukan dengan menggelar pesta dan minum-minum serta menari.

Setelah turunnya kewajiban puasa Ramadhan dan Rasulullah SAW menggantinya dua hari raya itu dengan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha kebiasaan tidak baik itu perlahan mulai berganti. Adapun tujuannya tak lain agar umat Islam mempunyai tradisi yang lebih baik dan sesuai dengan ajaran Allah SWT.

Demikian ulasan terkait sejarah dan makna Hari Raya Idul Fitri pada zaman Nabi. Semoga kita bisa merayakan kemenangan setelah satu bulan puasa dan menahan hawa nafsu.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadis Nabi Tentang Penentuan 1 Syawal, Puasa 30 atau 29 Hari, Begini Ketentuan Idul Fitri

Hadis Nabi Tentang Penentuan 1 Syawal, Puasa 30 atau 29 Hari, Begini Ketentuan Idul Fitri

Lifestyle | Jum'at, 21 Maret 2025 | 11:39 WIB

Puncak Arus Mudik & Balik Lebaran 2025 Ratusan Ribu Personel Dikerahkan

Puncak Arus Mudik & Balik Lebaran 2025 Ratusan Ribu Personel Dikerahkan

Lifestyle | Jum'at, 21 Maret 2025 | 11:07 WIB

Korban Gaza Tembus 700 Jiwa dalam Semalam! Hamas Desak Tindakan Liga Arab dan OKI

Korban Gaza Tembus 700 Jiwa dalam Semalam! Hamas Desak Tindakan Liga Arab dan OKI

News | Jum'at, 21 Maret 2025 | 06:05 WIB

Terkini

Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas

Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas

Video | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:23 WIB

Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia

Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia

Otomotif | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:22 WIB

Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?

Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:20 WIB

Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro

Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:16 WIB

Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI

Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI

Bri | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:15 WIB

Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan

Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:05 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:00 WIB

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:57 WIB

×