Arti Devide et Impera: Istilah yang Dipakai Bintang Emon saat Tanggapi Pengesahan RUU TNI

Nur Khotimah

Jum'at, 21 Maret 2025 | 12:47 WIB
Arti Devide et Impera: Istilah yang Dipakai Bintang Emon saat Tanggapi Pengesahan RUU TNI
Bintang Emon. [Instagram]

Suara.com - Berbagai kalangan merasa kecewa usai DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI menjadi Undang-Undang. Publik meyakini jika anggota dewan lebih mendengar suara pihak militer ketimbang rakyat meski sudah berunjuk rasa.

Salah satu yang ikut buka suara adalah komika sekaligus aktor, Bintang Emon. Ia yang tidak pro pemerintah menuliskan "devide et impera" dalam menanggapi video tentang alasan sekumpulan orang mendukung RUU TNI.

Istilah tersebut kerap dipakai sekutu saat sedang menjajah Indonesia. Lantas, apakah maknanya Tanah Air kembali dijajah, namun oleh bangsa sendiri? Adapun berikut penjelasan tentang arti devide et impera.

Arti Devide et Impera

Cuitan Bintang Emon soal pengesahan RUU TNI. (X/bintangemon)
Bintang Emon menggunakan istilah devide et impera saat menanggapi pengesahan RUU TNI pada Kamis (20/3/2025). (X/bintangemon)

Merangkum berbagai sumber, devide et impera berarti politik pecah belah atau adu domba yang diterapkan oleh Belanda saat menjajah Indonesia. Strategi ini dipopulerkan oleh Julius Caesar dalam upaya untuk membangun Kekaisaran Romawi.

Begitu penjajah Belanda datang ke Indonesia, mereka langsung mempraktikkan politik devide et impera. Adapun tujuannya untuk memecah belah sebuah kelompok menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah ditaklukkan.

Secara harfiah, devide et impera berasal dari bahasa Latin yang bermakna pecah dan berkuasa. Strategi ini diinisiasi oleh VOC selama berada di Indonesia. VOC atau Kongsi Dagang Hindia Belanda sendiri dibentuk pada 20 Maret 1602.

Orientas mereka mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menaklukkan berbagai kerajaan di Nusantara. Tak hanya itu, VOC juga berusaha menguasai jalur perdagangan sekaligus memonopoli rempah.

Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, VOC pun lantas menerapkan strategi politik adu domba atau devide et impera. Pasalnya, saat Belanda pertama kali datang ke Indonesia, jumlah orang mereka masih sangat sedikit.

Belanda pun hanya mampu menguasai beberapa pos dagang dan benteng di Ambon, kemudian Batavia (saat ini Jakarta). Untuk memperluas wilayah kekuasaannya tersebut, VOC menerapkan strategi devide et impera.

Penerapan politik devide et impera dilaksanakan VOC dengan berbagai cara. Di antaranya, menciptakan teman dan musuh bersama, memanajemen negoisasi, hingga mengatur terjadinya perang saudara.

Selain itu, merekrut pemimpin lokal untuk pengepungan dan embargo serta excessive force and extreme prejudice. Cara terakhir ini diartikan sebagai kekerasan dan akan dilakukan jika cara harus gagal diterapkan.

Adapun biasanya, langkah awal yang dilakukan VOC dalam strategi devide et impera adalah dengan menciptakan teman dan musuh. Cara seperti ini dianggap mampu membantu mereka dalam mencapai target.

Sementara itu, kondisi di Indonesia saat ini memang bisa dibilang merupakan hasil devide et impera. Rakyat terpecah belah dalam mendukung dan menolak kebijakan pemerintah hingga muncul saling benci hingga ancam padahal masih sesama bangsa.

Alasan RUU TNI Diprotes dan Ditolak Publik

Sebelum disahkan sebagai UU, RUU TNI telah menuai banyak protes dari beragam kalangan. Aksi di Gedung DPR digelar oleh masyarakat sipil untuk menolak RUU yang bakal mengembalikan dwifungsi ABRI seperti zaman Orde Baru.

Dengan revisi UU TNI nantinya angkatan bersenjata bisa memiliki peran ganda: memegang senjata sekaligus mengisi jabatan sipil. Hal ini ditakutkan bakal menjadi ancaman kebebasan berpendapat untuk warga.

Secara rinci, berikut adalah sejumlah alasan RUU TNI banyak diprotes, terutama oleh kalangan sipil.

1. RUU TNI Sebenarnya Tak Masuk Prioritas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025

RUU TNI tidak sah sebagai RUU prioritas dalam Prolegnas 2025. RUU TNI disahkan rapat paripurna DPR 18 Februari 2025 sebagai RUU Prolegnas 2025. Perubahan agenda atau acara rapat tersebut tidak dilakukan melalui mekanisme sesuai Pasal 290 ayat (2) Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPR (Tatib DPR), yaitu perubahan acara rapat perlu diajukan secara tertulis dua hari sebelum acara rapat dilaksanakan.

2. RUU TNI Tak Melewati Tahap Penyusunan

UU TNI melanggar prosedur karena tak melewati tahapan penyusunan sebelum disahkan menjadi undang – undang. Padahal prosedur tersebut tertuang dalam Bab V UU No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

3. Pembahasan UU Tidak Transparan

Pembahasan RUU TNI menjadi UU tidak transparan, berdampak terhadap mampetnya ruang partisipasi publik. Draf RUU TNI tidak pernah disebarluaskan secara resmi oleh DPR. Dampaknya, masyarakat tidak dapat berpartisipasi secara bermakna.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darius Sinathrya Murka Banyak Demonstran Tolak UU TNI Digebuki Polisi: Ingat Karma!

Darius Sinathrya Murka Banyak Demonstran Tolak UU TNI Digebuki Polisi: Ingat Karma!

Entertainment | Jum'at, 21 Maret 2025 | 12:24 WIB

Panglima Diminta Bersikap, Tarik Mundur atau Pensiunkan TNI yang Duduki Jabatan Sipil di Luar UU

Panglima Diminta Bersikap, Tarik Mundur atau Pensiunkan TNI yang Duduki Jabatan Sipil di Luar UU

News | Jum'at, 21 Maret 2025 | 11:24 WIB

Apa Arti 27 Club? Mencuat di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI

Apa Arti 27 Club? Mencuat di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI

Lifestyle | Jum'at, 21 Maret 2025 | 11:06 WIB

Terkini

Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 3 Pilihan Terbaik sesuai Review Pengguna

Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 3 Pilihan Terbaik sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Kronologi Nama dan Foto Raffi Ahmad Dicatut Oknum Pegawai PT Blueray Cargo

Kronologi Nama dan Foto Raffi Ahmad Dicatut Oknum Pegawai PT Blueray Cargo

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:37 WIB

3 Zodiak Paling Cepat Ilfeel, Tapi Juga Paling Cepat Jatuh Hati Saat PDKT

3 Zodiak Paling Cepat Ilfeel, Tapi Juga Paling Cepat Jatuh Hati Saat PDKT

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:36 WIB

Kasur Dilarang Menghadap ke Mana? Ini Posisi yang Sebaiknya Dihindari Menurut Feng Shui

Kasur Dilarang Menghadap ke Mana? Ini Posisi yang Sebaiknya Dihindari Menurut Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:15 WIB

Apakah Viva Punya Cushion? Cek Fakta dan 6 Alternatifnya Mulai Rp6 Ribuan Saja

Apakah Viva Punya Cushion? Cek Fakta dan 6 Alternatifnya Mulai Rp6 Ribuan Saja

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:10 WIB

11 Fakta Unik Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat

11 Fakta Unik Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:40 WIB

Penuaan Tak Bisa Dihindari, Tapi Bisa Diperlambat: Intip Tren Perawatan Kulit yang Kian Diminati

Penuaan Tak Bisa Dihindari, Tapi Bisa Diperlambat: Intip Tren Perawatan Kulit yang Kian Diminati

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:22 WIB

4 Skin Tint Anti Cakey yang Ringan di Kulit, Bisa Tutupi Noda Hitam Wajah

4 Skin Tint Anti Cakey yang Ringan di Kulit, Bisa Tutupi Noda Hitam Wajah

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:15 WIB

Raffi Ahmad Diduga Terlibat Kasus Korupsi Bea Cukai, Apa Perannya?

Raffi Ahmad Diduga Terlibat Kasus Korupsi Bea Cukai, Apa Perannya?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:55 WIB

Piala Dunia 2026 Tayang Jam Berapa di Indonesia? Ini Jadwal Lengkapnya

Piala Dunia 2026 Tayang Jam Berapa di Indonesia? Ini Jadwal Lengkapnya

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:51 WIB