Kisah Wartawan Senior Piter Rohi Pernah Dikirimi Kepala Manusia saat Meliput PETRUS

Farah Nabilla

Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:21 WIB
Kisah Wartawan Senior Piter Rohi Pernah Dikirimi Kepala Manusia saat Meliput PETRUS
Potret Piter Rohi (Twitter)

Suara.com - Dunia pers Tanah Air dikejutkan dengan pemberitaan ditemukannya sebuah paket berisi kepala babi dengan kedua telinga terpotong yang dikirimkan kepada salah satu jurnalis Tempo

Paket ini diterima pada Rabu (19/03/2025) lalu. Berdasarkan keterangan Tempo, paket ini diantarkan oleh seorang pria berjaket hitam dan mengenakan helm ojek online serta mengendarai sepeda motor.

Berita ini pun tentu saja menghebohkan publik. Pasalnya kejadian ini nyaris bersamaan dengan pengesahan RUU TNI.

Tak cukup sekali, Tempo kembali dikirimi teror berupa paket berisi bangkai tikus di kantor Jalan Palmerah Barat, Jakarta.

Adanya teror berupa paket berisi kepala babi ini semakin menambah rasa kekhawatiran terhadap kebebasan pers.

Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mengungkapkan bahwa kondisi pers nasional saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kejadian ini mengingatkan kembali akan kisa-kisah yang dialami para wartawan dan kantor pers di masa-mas orde baru.

Berbicara tentang teror yang ditujukan kepada wartawan dan kalangan pers, ada sebuah kisah serupa yang juga dialami oleh seorang wartawan asal NTT pada tahun 1983. Bahkan bisa dibilang apa yang ia alami lebih parah. Berikut kisahnya.

Kisah Wartawan Senior Peter Rohi Pernah Dikirimi Kepala Manusia

Penulis Dicky Senda membagikan kembali kisah seorang wartawan senior asal NTT yang menerima kiriman kepala manusia ke rumahnya. Wartawan senior ini diketahui bernama Piter Rohi

Pada saat itu, media pers tempat Piter Rohi bekerja tengah menginvestigasi kasus-kasus pembunuhan oleh Petrus alias penembak misterius di berbagai daerah. Piter Rohi sempat membagikan kisahnya ini lewat status Facebooknya pada tahun 2015 silam dengan judul 'Saya Dikirimi Paket Kepala Manusia'.

"Kekejaman manusia terjadi dirasakan saya dan keluarga ketika dikirimi paket berisi kepala manusia, 16 November 1983, dua hari setelah ulang tahun saya ke 41. Laporan wartawan dikirimi paket kepala manusia ini masuk dalam laporan Hak Asasi Manusia Internasional tentang pers di mana negara masih menindas pers," ujar Piter Rohi.

Ia menceritakan bahwa pada saat itu ia memegang jabatan sebagai Direktur Pelaksana Harian Suara Indonesia, Malang, sebuah anak perusahaan Sinar Harapan. Pada masa pemerintahan Soeharto kala itu, marak terjadi pembunuhan misterius sebagai shock therapy untuk menekan para preman yang semakin merajalela saat itu. 

Dalam sekejap, instruksi Soeharto itu pun bersambut. Mayat di dalam karung ditemukan di mana-mana. Sepanjang jalan dan tepi kali Brantas, karung-karung berisi mayat yang diyakini sebagai mayat preman bertato bergelimpangan. Setelah laporan masuk dari koresponden, diketahuilah bahwa ternyata tidak semua korban adalah preman.

Mulai dari petani, aktivis, perawat, hingga saingan kepala desa juga ditemukan menjadi mayat di dalam karung. Piter Rohi pun mengeluarkan surat yang ditujukan kepada seluruh korespondensinya untuk mencatat identitas korban Petrus tersebut. 

Aktivitasnya ini dianggap melawan para penembak misterius. Sebagai ancaman, dikirimlah paket beriisi kepala manusia yang dimasukkan ke dalam kantong plastik dan boks kardus.

"Saya mengeluarkan surat pada semua korseponden untuk mencatat identitas korban PETRUS. Itulah yang dianggap sebagai melawan para penembak misterius, maka aktivitas saya harus dihentikan," jelas Piter.

Piter melanjutkan, berita tentang pengiriman paket kepala ini mendapat reaksi keras dari dunia internasional.

"Saya tidak membela preman, tetapi setiap warga negara berhak diadili secara hukum dan mendapat pembelaan.Berita pengiriman paket kepala manusia ini mendapat reaksi keras dari dunia internasional," ujar Piter Rohi kemudian. 

Ia banyak diwawancara oleh wartawan Eropa. Ketua IGGI dari Belanda bahkan meminta kepada Jenderal Benny Moerdani yang saat itu merupakan Keoapa Komando Operasi Pemulihan Kemanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk melindungi Piter.

Martha Meyer, dari Amnesti Internasional di Belanda bahkan mengusahakan agar Piter keluar dari Indonesia untuk sementara. Piter dtawari untuk belajar di Amerika Serikat. Namun Piter tak pernah berangkat sampai akhirnya Soeharto menghentikan operasi PETRUS.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Redaksi Tempo Bertubi-tubi Diteror, Usman Hamid: Polisi Harus Ungkap Dalangnya!

Redaksi Tempo Bertubi-tubi Diteror, Usman Hamid: Polisi Harus Ungkap Dalangnya!

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:16 WIB

Jelang Kiriman Bangkai Tikus, Terkuak Pesan Teror ke Redaksi Tempo: Mampus Kalian!

Jelang Kiriman Bangkai Tikus, Terkuak Pesan Teror ke Redaksi Tempo: Mampus Kalian!

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:02 WIB

Paket 'Kado' Bunga Mawar Merah, Begini Kronologi Teror Bangkai Tikus di Kantor Tempo

Paket 'Kado' Bunga Mawar Merah, Begini Kronologi Teror Bangkai Tikus di Kantor Tempo

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:31 WIB

Makin Ngeri! Usai Teror Kepala Babi, Kantor Redaksi Tempo Kini Dikirimi Bangkai Tikus Termutilasi

Makin Ngeri! Usai Teror Kepala Babi, Kantor Redaksi Tempo Kini Dikirimi Bangkai Tikus Termutilasi

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 18:45 WIB

Datangi Kantor Redaksi Tempo, Menteri HAM Natalius Pigai Desak Aparat Usut Teror Kepala Babi

Datangi Kantor Redaksi Tempo, Menteri HAM Natalius Pigai Desak Aparat Usut Teror Kepala Babi

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 17:00 WIB

Hasan Nasbi Nirempati soal Teror Babi di Tempo, Celetukan 'Dimasak Aja' Coreng Prabowo: Memalukan!

Hasan Nasbi Nirempati soal Teror Babi di Tempo, Celetukan 'Dimasak Aja' Coreng Prabowo: Memalukan!

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 16:27 WIB

Terkini

House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner

House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:43 WIB

5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah

5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?

Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:41 WIB

Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet

Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:35 WIB

Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam

Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:27 WIB

6 Shio Paling Beruntung Pada 14 Juni 2026, Temukan Peluang Baru di Akhir Pekan Ini

6 Shio Paling Beruntung Pada 14 Juni 2026, Temukan Peluang Baru di Akhir Pekan Ini

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:05 WIB

3 Zodiak yang Bakal Dapat Keberuntungan Luar Biasa di Pekan 15-21 Juni 2026

3 Zodiak yang Bakal Dapat Keberuntungan Luar Biasa di Pekan 15-21 Juni 2026

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:28 WIB

Bibir Kering Pakai Lipstik Ombre? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal dengan Hasil Plumpy

Bibir Kering Pakai Lipstik Ombre? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal dengan Hasil Plumpy

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:10 WIB

Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!

Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:59 WIB

7 Cushion Tahan Lama untuk Makeup Flawless saat Nobar Piala Dunia 2026 menurut Review

7 Cushion Tahan Lama untuk Makeup Flawless saat Nobar Piala Dunia 2026 menurut Review

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:25 WIB