Kisah Ayden Haoken: Inovator Muda yang Bikin Terobosan Energi Bersih Berdampak Sosial

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 10 April 2025 | 11:24 WIB
Kisah Ayden Haoken: Inovator Muda yang Bikin Terobosan Energi Bersih Berdampak Sosial
Ayden Haoken. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Di tengah tantangan zaman yang menuntut generasi muda untuk bergerak cepat dan tanggap terhadap berbagai krisis global, muncul sosok Ayden Haoken—remaja yang belum genap berusia 18 tahun—sebagai simbol harapan dan kemajuan. Ia bukan hanya pelajar biasa, tetapi seorang inovator muda yang telah menembus batas prestasi dengan diterimanya tawaran beasiswa dari universitas-universitas paling bergengsi di dunia: Harvard, Stanford, dan University of California, Berkeley.

Ayden adalah siswa dari Sinarmas World Academy (SWA), namun perjalanan prestasinya tak semata-mata dibentuk oleh ruang kelas. Gagasan inovatifnya bermula dari empati terhadap kehidupan petani di daerah terpencil. Ia bertanya, bagaimana teknologi bisa menjangkau mereka yang kerap kali terpinggirkan oleh pembangunan? Pertanyaan itu menjadi benih lahirnya Zenith Charge System—sebuah solusi pengisi daya nirkabel berbasis energi matahari.

Teknologi ini bukan sekadar alat, melainkan sistem yang dikembangkan untuk bisa beroperasi secara otomatis, mengikuti arah datangnya sinar matahari demi menyerap energi secara maksimal. Zenith Charge System menjawab kebutuhan akan sumber energi bersih yang murah, efisien, dan mudah digunakan oleh komunitas yang hidup tanpa akses listrik yang memadai. Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat bersifat humanis, inklusif, dan berdampak sosial.

Ayden Haoken. (Dok. Istimewa)
Ayden Haoken. (Dok. Istimewa)

Atas prestasi dan gagasan tersebut, Ayden dinobatkan sebagai RISE Global Winner 2024, masuk dalam daftar 100 inovator muda terbaik dunia di bawah usia 18 tahun. Pencapaian ini menjadi validasi bahwa inovasi yang dilandasi empati mampu menembus sekat-sekat pengakuan global.

Namun Ayden tidak berhenti pada satu proyek. Ia melangkah lebih jauh dengan mendirikan sebuah start-up sosial yang bergerak di bidang pendidikan dan teknologi. Melalui inisiatif ini, ia menggelar berbagai lokakarya robotika dan energi terbarukan bagi anak-anak muda, serta menyalurkan perlengkapan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana.

Ayden percaya, keberhasilan tidak lahir dari kejeniusan semata, tetapi dari kegigihan, ketekunan, dan keberanian untuk gagal. Ia menjadikan setiap tantangan sebagai ruang belajar dan menekankan pentingnya memiliki tujuan hidup sejak dini. “Jangan takut mengambil tantangan besar, temukan tujuan hidup sedini mungkin, belajarlah dari setiap kegagalan, terapkan pendidikan dalam kehidupan nyata, serta kelilingi diri dengan komunitas yang positif dan suportif,” ungkapnya.

Deretan universitas yang memberikan tawaran kepadanya tak hanya berhenti di Harvard, Stanford, dan UC Berkeley. Nama-nama besar lain seperti Wharton School of the University of Pennsylvania, UCLA, UCSD, University of Washington, dan Purdue University juga melirik Ayden sebagai calon mahasiswa. Tapi bagi Ayden, kampus hanyalah akselerator. Tujuan akhirnya tetap: menciptakan dampak nyata bagi dunia.

Kisah Ayden menjadi cermin bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing secara global jika diberikan ruang eksplorasi, akses pendidikan berkualitas, dan dorongan untuk berpikir kritis serta peduli pada lingkungan sekitar.

Ketua Yayasan SWA, Deddy Djaja Ria, menyatakan bahwa pencapaian Ayden sejalan dengan visi mereka dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap isu-isu global. “Kami ingin siswa kami tumbuh menjadi individu yang membawa dampak positif di masyarakat,” ujarnya.

baca juga

Di saat yang sama, data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan bahwa jumlah lulusan bidang STEM di Indonesia masih rendah, hanya 18,47% dari total lulusan perguruan tinggi. Angka ini jauh tertinggal dibanding negara tetangga seperti Malaysia (37,19%), Singapura (34,30%), dan India (31,41%).

Ayden membuktikan bahwa Indonesia tak kekurangan talenta di bidang STEM—yang dibutuhkan adalah kesempatan dan dukungan yang tepat. Semoga lebih banyak Ayden-Ayden lain yang lahir dan menyulut cahaya perubahan dari sudut-sudut Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Energi Berdikari Ajak Anak Muda Melakukan Transisi Energi

Sekolah Energi Berdikari Ajak Anak Muda Melakukan Transisi Energi

Lifestyle | Selasa, 14 Januari 2025 | 11:50 WIB

Cara SIG Turunkan Emisi Karbon, Manfaatkan Limbah Jadi Energi Bersih

Cara SIG Turunkan Emisi Karbon, Manfaatkan Limbah Jadi Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 19 November 2024 | 18:03 WIB

Langkah Kecil dari Pantai Baru, Pupuk Semangat Energi Bersih dengan Dukungan PLN

Langkah Kecil dari Pantai Baru, Pupuk Semangat Energi Bersih dengan Dukungan PLN

Bisnis | Senin, 11 November 2024 | 13:15 WIB

Terkini

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

News | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu

Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

'Mereka Membantah, Kami Membuktikan', Kuasa Hukum Pelapor Siap Lawan Bantahan Betrand Peto

'Mereka Membantah, Kami Membuktikan', Kuasa Hukum Pelapor Siap Lawan Bantahan Betrand Peto

News | Senin, 14 September 2026 | 18:12 WIB

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

News | Senin, 14 September 2026 | 18:05 WIB

Timnas Indonesia Cari Lawan Kedua di FIFA Matchday November, Erick Thohir Masih Tunggu Jawaban

Timnas Indonesia Cari Lawan Kedua di FIFA Matchday November, Erick Thohir Masih Tunggu Jawaban

Bola | Senin, 14 September 2026 | 18:05 WIB

Anwar Ibrahim Undang Prabowo ke Malaysia, Bahas Kabut Asap dan Hubungan Bilateral

Anwar Ibrahim Undang Prabowo ke Malaysia, Bahas Kabut Asap dan Hubungan Bilateral

Video | Senin, 14 September 2026 | 18:00 WIB

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

News | Senin, 14 September 2026 | 17:57 WIB

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:52 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara jadi Menteri Keuangan

Prabowo Lantik Suahasil Nazara jadi Menteri Keuangan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 17:51 WIB

Produser Film Sang Pengadil Didakwa Cuci Uang Zarof Ricar dengan 4 Modus

Produser Film Sang Pengadil Didakwa Cuci Uang Zarof Ricar dengan 4 Modus

News | Senin, 14 September 2026 | 17:49 WIB

×