Bikin Penasaran! Viral Kuliner Sate Tanpa Daging, Begini Penampakannya

Elga Maulina, Lintang Siltya Utami

Kamis, 10 April 2025 | 14:10 WIB
Bikin Penasaran! Viral Kuliner Sate Tanpa Daging, Begini Penampakannya
Ilustrasi sate - (Unsplash/@akharis)

Suara.com - Menu tusuk sate pedas tanpa daging saat ini tengah viral di media sosial. Konsep menu baru tersebut ditawarkan oleh sebuah restoran barbekyu yang terletak di wilayah China selatan dan berhasil menarik minat banyak pengunjung, khususnya para perempuan.

Restoran ini menawarkan 50 tusuk sate bambu pedas hanya dengan harga 10 yuan atau sekitar Rp 24.000.

Hidangan yang tergolong sangat terjangkau ini langsung populer di kalangan para pengunjung wanita yang mencari camilan ringan namun tetap lezat.

Kepopuleran restoran tersebut semakin melambung berkat sebuah video makanan yang viral pada 21 Maret 2025, yang menunjukkan seorang koki asal provinsi Hunan sedang memanggang tusuk sate bambu dengan taburan daun bawang segar dan bubuk cabai.

Dalam video yang beredar di Douyin (TikTok versi China) tersebut, terlihat jelas bagaimana tusuk sate bambu yang sederhana dapat menjadi hidangan yang menggugah selera, dan lebih dari 600.000 like terkumpul setelah video tersebut dibagikan.

Tampilan tusuk sate pedas. [Douyin]
Tampilan tusuk sate pedas. [Douyin]

Dilansir dari South China Morning Post pada Rabu (9/4/2025), sosok di balik inovasi ini adalah seorang pria bernama Ma, yang dikenal sebagai pencipta hidangan tersebut.

Ma menjelaskan bahwa ide dasar dari hidangan ini adalah untuk memberikan pengalaman menikmati rasa tanpa mengkhawatirkan dampak kalori, khususnya bagi para wanita yang ingin menikmati camilan larut malam tanpa menambah berat badan.

Dengan konsep ini, Ma berharap tusuk sate bambu pedas ini bisa menjadi alternatif ringan namun tetap memuaskan keinginan untuk makan camilan.

Sejak pertama kali diperkenalkan, hidangan ini mencatatkan penjualan yang sangat luar biasa. Setiap harinya, lebih dari 100 porsi tusuk sate bambu terjual dan terjadi peningkatan sebesar 30 persen dalam jumlah pengunjung yang datang ke restoran tersebut.

baca juga

Meskipun harganya murah, setiap porsi tusuk sate bambu ini menghasilkan laba bersih antara empat hingga lima yuan atau sekitar Rp 11.500.

Salah seorang pelanggan mengungkapkan bahwa hidangan ini sangat cocok dikonsumsi saat dia sedang menjalani diet, bahkan dia menambahkan mustard untuk memberikan rasa ekstra pada tusuk sate bambu pedas tersebut.

Namun, meskipun banyak yang memberikan respon positif, tak sedikit juga komentar negatif yang muncul di dunia maya.

Beberapa netizen menyatakan kekhawatiran mereka mengenai kebersihan tusuk sate bambu yang digunakan kembali, meskipun Ma dengan tegas menjamin bahwa tusuk sate bambu tersebut hanya digunakan sekali pakai.

Ia juga menyebutkan bahwa restoran tempatnya beroperasi berencana untuk mengembangkan lebih banyak hidangan inovatif lainnya untuk terus menarik lebih banyak pengunjung.

Meski begitu, tidak semua orang menyukai konsep ini. Beberapa komentator di media sosial menganggap konsep tersebut terlalu sederhana, bahkan publik menyebutnya "gila" dan "membosankan."

Beberapa orang menyarankan agar pembeli mencoba alternatif camilan dengan lebih murah, seperti hanya menjilati bumbu mi instan di rumah sebagai penghemat biaya.

Beredar pula komentar yang menyarankan pemilik restoran untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas dan rasa hidangan yang disajikan, alih-alih mengandalkan "gimmick" seperti tusuk sate bambu pedas yang terkesan aneh.

Selain itu, meskipun tusuk sate bambu pedas ini sedang populer, hidangan serupa ternyata juga sudah banyak bermunculan di seluruh China.

Sebagai contoh, pada Juni 2023, sebuah vendor lain di provinsi Hunan memperkenalkan hidangan yang disebut "kerikil pedas", yang menggunakan batu sungai kecil yang ditumis bersama cabai, bawang putih, perilla, dan rosemary.

Hidangan tersebut dijual dengan harga 16 yuan atau sekitar Rp 37.000 per porsi, lebih mahal dari tusuk sate bambu pedas, dan merupakan hidangan dengan sejarah panjang yang dikenal dengan nama "suo diu," yang berasal dari kebiasaan para tukang perahu di sepanjang Sungai Yangtze.

Hidangan ini juga menjadi cukup populer selama Perang China-Jepang dan akhirnya menjadi makanan tradisional khas di Yunnan, China barat daya.

Di sisi lain, di musim panas, pedagang di provinsi Jiangxi juga menawarkan camilan unik berupa es balok panggang yang dibumbui dengan jinten, cabai, dan bubuk merica, memberikan pengalaman kuliner yang memadukan sensasi dingin dan pedas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kuliner Unik di China, Salah Satunya Sate Tanpa Daging yang Laris Manis

5 Kuliner Unik di China, Salah Satunya Sate Tanpa Daging yang Laris Manis

Lifestyle | Selasa, 08 April 2025 | 09:22 WIB

Dari Sate Pak Kempleng Hingga KRB Cafe, Ini 5 Wisata Kuliner Hits di Boyolali

Dari Sate Pak Kempleng Hingga KRB Cafe, Ini 5 Wisata Kuliner Hits di Boyolali

Lifestyle | Minggu, 06 April 2025 | 17:27 WIB

Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera

Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera

Your Say | Jum'at, 04 April 2025 | 19:15 WIB

Terkini

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

×