Kenalan Dengan Komunitas Traditional Games Returns: Ajak Anak Lestarikan Mainan Tradisional

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 11 April 2025 | 11:04 WIB
Kenalan Dengan Komunitas Traditional Games Returns: Ajak Anak Lestarikan Mainan Tradisional
Traditional Games Returns. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Permainan tradisional kini makin jarang terdengar, apalagi dimainkan. Anak-anak lebih sering sibuk dengan gadget mereka, tenggelam dalam game online dan video TikTok. Padahal, permainan seperti petak umpet, congklak, hingga bola bekel pernah jadi bagian penting dari masa kecil banyak orang—menumbuhkan kreativitas, keterampilan sosial, dan rasa kebersamaan.

Kekhawatiran atas hilangnya permainan rakyat inilah yang mendorong munculnya komunitas Traditional Games Returns (TGR). Mereka hadir untuk mengajak anak-anak—dan juga orang dewasa—untuk kembali bermain di luar, mengenal budaya sendiri, dan mengurangi ketergantungan pada gawai.

Founder Traditional Games Returns, Aghnina Wahdini, mengungkapkan bahwa komunitas ini terbentuk pada tahun 2016, berawal dari tugas kuliah untuk membuat kampanye bertemakan I Love Indonesia.

Traditional Games Returns. (Dok. Istimewa)
Traditional Games Returns. (Dok. Istimewa)

Saat itu, ia melihat bahwa banyak anak-anak yang lebih memilih untuk bermain di warnet atau rental game. Dari situlah, ia memulai gerakan ini, yang kemudian terus berkembang karena melihat masih banyaknya orang yang peduli dengan permainan tradisional.

“Ternyata trennya semakin kesini semakin gawat tentang adiksi gawai. Makanya, kami merasa gerakan ini memang akan selalu relevan sampai kapan pun,” ujar Nina.

Dengan berslogan “Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!”, mereka ingin mengajak anak-anak untuk kembali bermain permainan tradisional agar terhindar dari dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan.

Tak hanya melestarikan permainan tradisional khas Indonesia, komunitas ini juga mengeksplorasi berbagai permainan dari luar negeri.

“Misalnya kayak kemarin ada serial Squid Game, itu kan relevan juga dengan permainan-permainan tradisional yang mirip dengan permainan di Indonesia. Jadi, waktu itu akhirnya coba membuat ddakji, dan coba melihat juga di Korea ada gonggi yang serupa dengan permainan bola bekel,” jelas Nina.

Traditional Games Returns memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain berbagai permainan tradisional, membuat mereka jauh dari gadget sejenak, lalu berinteraksi secara langsung dengan lingkungan di sekitarnya.

baca juga

Mereka punya berbagai program yang rutin dilakukan. Ada TGR Goes to School yang menyasar pada anak-anak sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Dalam program ini, permainan tradisional akan dikenalkan melalui pendekatan yang telah disesuaikan dengan umur anak-anak.

Mereka juga mengadakan TGR Workshop, yaitu sebuah kegiatan untuk mengajarkan anak-anak cara membuat permainan tradisional mereka sendiri.

“Misalnya kita ajarin cara membuat telepon kaleng, layang-layang, atau membuat permainan damdas. Jadi, supaya anak-anak itu merasakan bahwa permainan tradisional itu bisa juga dikreasikan sendiri, nggak harus beli,” tambah Nina.

Tak sekadar bermain, mereka juga menjalankan program TGR Care, yaitu sebuah aksi cepat tanggap bencana dan penyaluran bantuan bagi yang membutuhkan. Kegiatan ini rutin diadakan hingga 6 kali dalam sebulan.

Ada juga TGR Jalan-Jalan yang berfokus pada kegiatan-kegiatan di luar sekolah. Dengan bekerja sama dengan pihak hotel, mall, atau tempat rekreasi lainnya, mereka menciptakan ruang baru untuk memperkenalkan permainan tradisional secara luas.

Selain itu, mereka juga aktif di berbagai platform media sosial untuk membagikan informasi dan edukasi seputar permainan tradisional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Permainan Tradisional untuk Atasi Kecanduan Gadget pada Anak: Yuk Main!

Daftar Permainan Tradisional untuk Atasi Kecanduan Gadget pada Anak: Yuk Main!

Health | Senin, 18 November 2024 | 20:02 WIB

Dorong Anak Lebih Aktif, Ibu Negara dan OASE KIM Ajak Siswa SD Bandar Lampung Bermain Permainan Tradisional

Dorong Anak Lebih Aktif, Ibu Negara dan OASE KIM Ajak Siswa SD Bandar Lampung Bermain Permainan Tradisional

News | Rabu, 08 Maret 2023 | 19:06 WIB

Mengenal Apa Itu Latto-latto atau Clackers Ball: Sejarah dan Cara Bermainnya

Mengenal Apa Itu Latto-latto atau Clackers Ball: Sejarah dan Cara Bermainnya

News | Senin, 26 Desember 2022 | 15:27 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×