Menyiapkan Arsitek Masa Depan: Pendidikan Profesi yang Siap Jawab Tantangan Zaman

Vania Rossa

Rabu, 23 April 2025 | 15:47 WIB
Menyiapkan Arsitek Masa Depan: Pendidikan Profesi yang Siap Jawab Tantangan Zaman
Ilustrasi Arsitek (pixabay/haer_breizh)

Suara.com - Di tengah percepatan pembangunan kota dan infrastruktur, kebutuhan akan arsitek profesional di Indonesia kian mendesak. Bukan hanya dari segi jumlah, tapi juga kualitas, sertifikasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan urbanisasi yang kompleks.

Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 5.900 arsitek bersertifikat—angka yang tentu belum ideal untuk mendukung tata kota yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi populasi yang sudah melebihi 280 juta jiwa.

Di sinilah pentingnya pendidikan profesi arsitek sebagai jembatan antara bangku kuliah dan praktik profesional. Menjawab tantangan tersebut, Binus University secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr).

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BINUS dalam mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme arsitek di Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga arsitek bersertifikasi yang semakin mendesak di tengah pesatnya pembangunan nasional.

“Ini bukan hanya soal jumlah lulusan sarjana arsitektur, tapi juga kualitas lulusan yang memenuhi kompetensi arsitek profesional berstandar global,” ungkap Dr. Ir. Nina Nurdiani, S.T., M.T. Dekan Fakultas Teknik Binus University.

“Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) menjadi langkah penting agar lulusan arsitektur Indonesia dapat memenuhi standar internasional dan memiliki otoritas penuh sebagai arsitek profesional,” kata Nina.

Berdasarkan standar International Union of Architects (UIA), seorang arsitek harus menempuh pendidikan selama minimal lima tahun sebelum memasuki dunia kerja profesional. Namun, program sarjana di Indonesia umumnya berdurasi empat tahun.

PPAr hadir untuk menutupi kekurangan tersebut, dengan memberikan satu tahun pendidikan tambahan yang bersifat aplikatif dan profesional, sesuai amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitek.

Program PPAr BINUS dilaksanakan selama dua semester dan mencakup mata kuliah utama seperti Studio Perancangan Arsitektur serta Kode Etik Profesi Arsitek. Kurikulumnya dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar akademik, tetapi juga untuk memberikan kesiapan praktis dan etika kerja bagi para calon arsitek.

baca juga

Lebih dari itu, PPAr BINUS memiliki dua keunggulan utama yang membedakannya dari program serupa:

(1) Pendekatan kewirausahaan, yang mendorong lulusan untuk tidak hanya bekerja di biro arsitek, tetapi juga membangun praktik arsitektur mandiri dan berdaya saing;
(2) Pendekatan climate responsive design, yaitu metode perancangan arsitektur yang mempertimbangkan karakteristik iklim lokal untuk menghasilkan bangunan yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

“Kami ingin menghasilkan arsitek yang bukan hanya membangun bangunan, tetapi juga membangun masa depan,” tegas Nina.

“Mahasiswa diajak berpikir lebih luas: bagaimana desain dapat menjadi solusi untuk isu lingkungan, sosial, dan tata kota,” lanjutnya.

Aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam pengembangan program ini, terutama mengingat kondisi geografis dan iklim tropis Indonesia yang rawan terhadap bencana lingkungan seperti banjir.

Arsitek masa depan dituntut tidak hanya memahami aspek estetika dan struktur, tetapi juga dampak lingkungan dari setiap keputusan desain.

Peluncuran PPAr BINUS yang digelar di BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta Barat ini menjadi wujud nyata kontribusi institusi pendidikan dalam mendukung profesi arsitek di Indonesia agar setara dengan standar global.

Acara peluncuran juga dihadiri oleh Vice Rector Academic Development Binus University, Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro, S.E., M.M.; Direktur BINUS Graduate Program, Prof. Dr. Sani Muhamad Isa, S.Si., M.Kom.; praktisi arsitektur, akademisi, serta perwakilan dari organisasi profesi yaitu Ar. Gregorius Budi Yulianto, IAI, AA selaku Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (Periode 2024 -2027), dan Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T., IPM., IAI., Ketua Asosiasi Pendidikan Arsitektur Indonesia, menyambut positif hadirnya program ini.

Dengan diluncurkannya PPAr, ini membuka jalan bagi generasi baru arsitek Indonesia yang tidak hanya siap bekerja secara profesional, tetapi juga mampu menjawab tantangan kompleks masa depan, dari urbanisasi hingga perubahan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi

Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi

News | Jum'at, 04 April 2025 | 13:55 WIB

Musala di Mall Makassar Ini Arsitekturnya Bikin Kagum, Serasa di Istanbul!

Musala di Mall Makassar Ini Arsitekturnya Bikin Kagum, Serasa di Istanbul!

Video | Senin, 24 Maret 2025 | 17:43 WIB

Hari Arsitektur Indonesia: 4 Bangunan Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia

Hari Arsitektur Indonesia: 4 Bangunan Karya Anak Bangsa yang Diakui Dunia

Your Say | Rabu, 19 Maret 2025 | 06:41 WIB

Terkini

Bisa Jadi Senjata Anyar John Herdman di Timnas Indonesia, 4 Pemain Ini Ngebet jadi WNI

Bisa Jadi Senjata Anyar John Herdman di Timnas Indonesia, 4 Pemain Ini Ngebet jadi WNI

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Kris Dayanti Gabung Konser Tribute Teresa Teng, Tampil Bareng Flora Liu dan Putri Ayu

Kris Dayanti Gabung Konser Tribute Teresa Teng, Tampil Bareng Flora Liu dan Putri Ayu

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:45 WIB

4 Pore Clear Pad Eksfoliasi Wajah agar Pori-Pori Bersih dan Lawan Bruntusan

4 Pore Clear Pad Eksfoliasi Wajah agar Pori-Pori Bersih dan Lawan Bruntusan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pengendara Motor di Simalungun Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Pengendara Motor di Simalungun Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:44 WIB

Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus

Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus

Bekaci | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:44 WIB

6 Tips Mudah Menumis Cabai dan Masakan Pedas agar Tidak Bikin Bersin

6 Tips Mudah Menumis Cabai dan Masakan Pedas agar Tidak Bikin Bersin

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Mas Dhito Cek Langsung Progres Pembangunan Museum Tahap 3

Mas Dhito Cek Langsung Progres Pembangunan Museum Tahap 3

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:37 WIB

Viral di Media Sosial, Pengemis di JPO Setiabudi One Akhirnya Dibawa Petugas Dinsos

Viral di Media Sosial, Pengemis di JPO Setiabudi One Akhirnya Dibawa Petugas Dinsos

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:37 WIB

6 Sabun Muka Jepang Terbaik untuk Kulit Bersih dan Glowing

6 Sabun Muka Jepang Terbaik untuk Kulit Bersih dan Glowing

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Ketika Jatuh Cinta Berubah Jadi Dilema: Menyelami Kepedihan 'I LIKE U' Karya NIKI

Ketika Jatuh Cinta Berubah Jadi Dilema: Menyelami Kepedihan 'I LIKE U' Karya NIKI

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:32 WIB

×