Tren Kecantikan 'Aneh', Salon di Bangkok Tawarkan Tato Pink di Lutut agar Awet Muda

Yasinta Rahmawati

Rabu, 30 April 2025 | 13:52 WIB
Tren Kecantikan 'Aneh', Salon di Bangkok Tawarkan Tato Pink di Lutut agar Awet Muda
Tren kecantikan tato pink di lutut. (TikTok)

Suara.com - Dari tahun ke tahun, tren kecantikan terus berkembang. Namun terkadang, ada juga tren kecantikan yang nyeleneh, salah satunya tato pink di lutut.

Perawatan tersebut viral setelah ditunjukkan oleh salon bernama Tik Ka Oo di Bangkok, Thailand. Dalam konten yang diunggah pemilik salon di TikTok, terlihat seorang wanita berkulit putih sedang menjalani tato pink alias merah muda di lututnya.

Perawatan kecantikan tersebut diyakini dapat meningkatkan penampilan awet muda. Pemilik salon, Tik, mengklaim bahwa alih-alih pipi yang merona, tempurung lutut kemerahan adalah tren kecantikan terbaru di negara-negara Asia seperti Vietnam dan Korea Selatan.

Dikutip dari laman NY Post, pemilik salon pun mengatakan ia menerima lebih dari 500 permintaan perawatan kecantikan nyeleneh tersebut setiap harinya.

"Salah satu (pelanggan) tetap saya kembali dari Vietnam dan meminta saya untuk menato lututnya dengan warna merah muda," kata Tik.

Perawatan kecantikan tato pink di lutut. (TikTok)
Tren kecantikan tato pink di lutut. (TikTok)

"Saya penasaran, jadi saya melakukan riset, menguji teknik tersebut pada teman-teman, dan akhirnya menemukan prosedur yang tepat," lanjutnya.

Tik mengatakan bahwa hasil tersebut 'mengejutkan' para pelanggannya yang belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.

"Sekarang, saya menerima lebih dari 500 pesan setiap hari di kotak masuk saya dari orang-orang yang menanyakan tentang layanan ini," tambahnya.

Untuk biaya perawatan, setiap lutut hanya dihargai 4.000 Baht atau sekitar Rp1,9 jutaan. Tidak seperti tato biasa, tintanya akan memudar seiring waktu.

baca juga

"Saya akui bahwa tidak semua orang bereaksi positif. Beberapa orang mengkritik penampilannya, sementara yang lain menyukai tampilannya yang unik dan ingin mencobanya sendiri. Saya memastikan untuk menjelaskan proses lengkap kepada setiap pelanggan secara terperinci sebelum memulai." terang Tik lagi.

Dalam konten yang viral di TikTok, terpantau pada kolom komentar banyak warganet yang penasaran dengan hasilnya. "Aku ingin melihat hasilnya saat selesai," komentar salah satu warganet.

"Jika (kulit) tidak terlalu putih, warnanya akan menjadi ungu," sahut warganet lain, yang kemudian dibantah pemilik salon. "Ada penyesuaian warna hitam, tetapi bukan warna ini," jawabnya.

Jenis perawatan kecantikan salon Tik yang tidak biasa alias "aneh" pun tidak berhenti di situ. Salon tersebut juga menawarkan layanan tato di bagian kelamin, siku, ketiak, tumit, dan kulit kepala bagi pelanggan yang ingin mempertahankan penampilan awet muda.

Stigma Warna Kulit di Thailand

Sama seperti di Indonesia, masyarakat Thailand juga menghadapi stigma perihal warna kulit. Pasalnya, orang berkulit gelap di sana dianggap membawa beban budaya turun-temurun.

Warna kulit telah menjadi tanda kelas sosial. Kulit gelap sejak lama dikaitkan dengan kemiskinan pedesaan dan status sosial ekonomi yang rendah. Stigma tersebut semakin diperkuat oleh budaya media yang sering menggambarkan orang berkulit gelap sebagai orang yang tidak berpendidikan, dan kurangnya representasi tingkat tinggi dalam politik dan hiburan.

Sedangkan kulit cerah dan putih dikaitkan dengan masyarakat yang menjalani kehidupan lebih nyaman, kosmopolitan, yang jauh dari sinar matahari.

Maka dari itu di jalanan Bangkok, bukan hal yang aneh melihat penduduk setempat melindungi diri dengan payung atau pakaian lengan panjang.

Mereka tetap memakai lengan panjang bahkan selama bulan-bulan terpanas dalam setahun, dalam upaya menghindari sinar matahari yang menyengat.

Karena itu pula iklan krim pemutih ada di mana-mana, serta sebagian besar selebritas dan tokoh media negara itu berkulit cerah. Di sisi lain, frasa "takut berkulit gelap" masih sering diucapkan dengan gemetar oleh mereka yang berkulit lebih cerah saat terkena sinar matahari Thailand.

Pada tahun 2016, perusahaan perawatan kulit Thailand, Seoul Secret, mengiklankan pil pemutih kulit dengan slogan “putih membuat Anda menang”. Iklan dibuat bersamaan dengan selebriti Thailand yang mengaitkan kesuksesannya dengan kulitnya yang pucat.

Klip iklan berdurasi 50 detik tersebut memicu kemarahan dan tuduhan rasisme dalam beberapa jam setelah diunggah secara daring. Sayangnya meski ada reaksi keras dari masyarakat, pasar produk pencerah kulit global diperkirakan akan terus tumbuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makeup Pengantin Perempuan Penuh Tato, Hasilnya Kayak Beda Orang

Makeup Pengantin Perempuan Penuh Tato, Hasilnya Kayak Beda Orang

Lifestyle | Selasa, 08 April 2025 | 10:59 WIB

Lawan Arus Tren Korea, Estetika Indonesia Perlu Tampilkan Jati Diri Sendiri

Lawan Arus Tren Korea, Estetika Indonesia Perlu Tampilkan Jati Diri Sendiri

Lifestyle | Senin, 07 April 2025 | 13:06 WIB

Tren Kecantikan Tanpa Maskara: Gaya Minimalis yang Dipopulerkan Rose BLACKPINK

Tren Kecantikan Tanpa Maskara: Gaya Minimalis yang Dipopulerkan Rose BLACKPINK

Lifestyle | Minggu, 23 Maret 2025 | 13:50 WIB

Terkini

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:19 WIB

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:32 WIB

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:15 WIB

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:14 WIB

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

×