Bahaya Scan Retina Mata Seperti World App, Benarkah Data Biometik Terancam?

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 05 Mei 2025 | 18:47 WIB
Bahaya Scan Retina Mata Seperti World App, Benarkah Data Biometik Terancam?
Bahaya Scan Retina Mata Seperti World App (unsplash)

Suara.com - Belakangan ini, aplikasi World App menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat lantaran dikabarkan menawarkan imbalan fantastis hingga Rp 800.000 kepada para penggunanya yang bersedia melakukan pemindaian retina mata mereka. Tak heran bila banyak pengguna yang tertarik terhadap janji keuntungan instan itu, bahkan ada pula yang rela antre hanya demi memperoleh imbalan.

Saat ini sudah ada di berbagai titik lokasi pemindai mata di wilayah Jabodetabek. Adapun pengguna bisa scan retina mata di Mangga Dua, Bintaro, hingga Depok. Berkat viralnya kabar ini di media sosial,  tak ayal membuat antusiasme masyarakat kian tinggi.

Akan tetapi, di balik penawaran menggiurkan itu, muncul kekhawatiran dari berbagai kalangan, terutama tentang isu privasi serta keamanan data biometrik yang ditam0ung oleh aplikasi ini. Untuk mengetahui cara kerja dan keamanannya, simak informasi lengkapnya berikut ini.

Apa Itu World App?

World App merupakan sebuah aplikasi dompet digital atau e-wallet yang dikembangkan oleh perusahaan bernama Tools for Humanity. Aplikasi terbaru yang sedang viral ini merupakan bagian dari ekosistem Worldcoin, salah satu proyek global yang menggabungkan antara teknologi blockchain serta sistem identitas digital berbasis biometrik.

Pengguna aplikasi ini bisa membuat World ID, yakni sebuah identitas digital yang didapat usai melakukan proses verifikasi biometrik dengan melakukan pemindaian iris atau retina mata. Proses tersebut hanya dilakukan di lokasi resmi yang telah tercantum dalam aplikasi.

Setelah berhasil melakukan verifikasi, selanjutnya pengguna akan menerima imbalan berupa Worldcoin yang secara otomatis dikirim ke akun dompet digital di aplikasi World App. Adapun jumlah imbalan yang diberikan bervariasi, tergantung pada wilayah serta kebijakan yang berlaku, dengan kisaran Rp 300.000 sampai Rp 800.000.

Keamanan Data Pribadi dari Data Biometik Bisa Terancam?

Meski World App menjanjikan kemudahan akses ke dalam sistem keuangan global, namun ternyata ada potensi bahaya keamanan data yang perlu dipertimbangkan secara serius oleh siapa saja. Salah satu isu yang ramai dibahas adalah pengumpulan data biometrik yang sensitif, seperti citra iris mata. Data seperti ini bersifat sangat unik dan permanen. Apabila sampai bocor atau disalahgunakan, maka tidak ada cara untuk menggantinya seperti sesimpel mengganti kata sandi.

Pemerintah Indonesia Lakukan Pemblokiran dan Penyelidikan

Akibat ancaman bahaya yang ditimbulkannya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pembekuan izin sementara layanan Worldcoin dan WorldID.  Langkah tersebur diambil sebagai bentuk pencegahan serta investigasi lebih lanjut terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas pengumpulan data retina oleh pihak asing.

Menanggapi pemblokiran ini, pihak Tools for Humanity pun berharap bisa membuka komunikasi dengan pemerintah Indonesia demi kelanjutan sistem operasional mereka. Selain itu, mereka juga menegaskan jika tujuan pembuatan proyek ini yaitu untuk memperluas akses terhadap identitas digital secara global, bukan untuk membahayakan data penggunanya.

baca juga

Diketahui sebelum Indonesia, Kenya lebih dulu melarang aktivitas scan mata dari startup Tools for Humanity asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Keberadaan World App ini memang menawarkan daya tarik menggiurkan melalui imbalan besar yang diberikan usai proses verifikasi biometrik berlangsung. Akan tetapi, sangat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memahami risiko bahaya yang mungkin terjadi dari berbagi data biometrik secara digital.

Oleh karena itu, sebelum menggunakan aplikasi World App sebaiknya masyakat perlu memahami konsekuensi di baliknya. Jangan hanya karena imbalan Rp.800.00 yang diberikan, kita terlena dan rela memberikan data pribadi kepada pihak asing.

Sekian ulasan tentang bahaya scan retina mata seperti World App. Setelah mengetahui bahaya di balik keuntungan dan kemudahan yang diberikan, sebaiknya Anda tidak sembarangan menggunakan aplikasi yang meminta akses data pribadi.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

World App Buka Suara usai Komdigi Bekukan Izin Operasional di Indonesia

World App Buka Suara usai Komdigi Bekukan Izin Operasional di Indonesia

Tekno | Senin, 05 Mei 2025 | 15:43 WIB

Aplikasi World App Apakah Aman? Viral Scan Retina Dapat Imbalan Rp800 Ribu

Aplikasi World App Apakah Aman? Viral Scan Retina Dapat Imbalan Rp800 Ribu

Lifestyle | Senin, 05 Mei 2025 | 15:04 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×