Awas Keracunan! Berapa Lama Makanan Boleh Disimpan di Suhu Ruangan agar Tetap Aman?

Nur Khotimah

Selasa, 13 Mei 2025 | 12:28 WIB
Awas Keracunan! Berapa Lama Makanan Boleh Disimpan di Suhu Ruangan agar Tetap Aman?
Makanan yang dimakan nanti bisa ditaruh dalam wadah tertutup kedap udara.

Suara.com - Penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor, Jawa Barat akhirnya terungkap.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima laporan dari Labkesda Kota Bogor yang telah melakukan pemeriksaan pada hidangan Makan Bergizi Gratis yang disediakan oleh SPPG Bina Insani.

Ditemukan dua jenis bakteri penyebab keracunan yakni Escherichia coli (E.coli) dan Salmonella yang sudah diteliti selama empat hari terakhir di Labkesda Kota Bogor.

Kedua jenis bakteri tersebut terdeteksi pada menu telur ceplok berbumbu barbekyu dan tumis tahu tauge, dimana kedua menu ini disajikan kepada 210 siswa yang kemudian mengalami gejala keracunan.

Ilustrasi masak telur [freepik.com]
Ilustrasi makanan disimpan di suhu ruang. (Sumber gambar: freepik.com)

Fakta lain mengungkapkan bahwa kedua menu yang disajikan pada 210 siswa tersebut, dimasak pada malam hari, lalu disajikan pada para siswa keesokan harinya.

Dede mengatakan, waktu penyimpanan makanan yang panjang tanpa penanganan yang higienis diduga jadi salah satu faktor bersarangnya bakteri berbahaya, E.coli dan Salmonella.

Belajar dari kejadian tersebut diatas, dapat diambil suatu pelajaran bahwasanya menyimpan makanan di suhu ruangan dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan resiko yang berbahaya.

Terlalu lama menyimpan makanan di dalam suhu ruangan hangat di negara beriklim tropis ini, menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri berbahaya untuk berkembang biak.

Lalu, idealnya berapa lama makanan didiamkan di dalam suhu ruangan agar tak menimbulkan bahaya?

baca juga
Ilustrasi makanan (lampalampa 7303/pexels)
Ilustrasi makanan disimpan di suhu ruang. (Sumber gambr: Pexels/lampalampa 7303)

Dirangkum dalam berbagai sumber, dr Juwalita Sarapsari, Dokter Spesialis Gizi menjawab pula beberapa pertanyaan yang sempat dipertanyakan juga oleh ibu-ibu yang sering memasak di rumah.

Ada kebiasan ibu yang memasak setiap kali ingin makan, ada pula yang memasak sekali sehari lalu menyimpannya untuk dimakan hingga malam hari.

Menurut penuturan dr Juwita, sebaiknya konsumsi makanan tak lebih dari dua jam untuk menghindari bakteri bahaya yang bisa berkembang biak dalam makanan.

Idealnya, setelah masak, makananan segera dihabiskan dan jangan dibiarkan terlalu lama, berhubung Indonesia ini negara beriklim tropis dengan suhu 25-30 derajat Celsius, itu pula yang membuat bakteri bahaya dalam makanan dengan cepat berkembang biak.

Apabila makanan tidak segera dihabiskan dalam jangka waktu dua jam, maka akan ada benda asing yang menguasai makanan tersebut.

ilustrasi makanan fermentasi (freepik.com/freepik)
Ilustrasi makanan yang dibiarkan di suhu ruang dan makanan yang disimpan dalam wadah. (freepik.com/freepik)

Setelah dua jam, bakteri dan kuman perusak makanan akan bekerja , makanan akan mengalami perubahan, aroma sudah tak sedap serta kadar gizinya menurun.

Untuk itu, baiknya masak makanan untuk sekali makan saja, sisanya lauknya bisa segera dipisahkan untuk dimasak kemudian.

Atau untuk makanan yang tidak langsung dimakan, bisa ditaruh di atas kulkas dan dipanaskan lagi saat ingin dimakan.

Alternatif lain yang lebih baik untuk makanan yang tidak langsung dikonsumsi adalah dengan cara menyimpannya dalam sebuah tempat makanan yang tertutup dan kedap udara.

Makanan yang disimpan di wadah tertutup rapat akan tetap aman meski dimakan sampai bebeberapa jam kemudian.

Untuk pemilihan tempat makanan, bisa mengunakan wadah yang terpisah antara lauk dan nasi yang tertutup rapat dan jangan pernah membuka makanan hingga waktunya tiba.

Tak kalah pentingnya, jangan lupa mengingatkan anggota keluarga atau siswa-siswi di sekolah agar mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Kasus Keracunan MBG, Ini Cara Masak Telur yang Benar dan Sehat agar Bakterinya Mati

Heboh Kasus Keracunan MBG, Ini Cara Masak Telur yang Benar dan Sehat agar Bakterinya Mati

Lifestyle | Selasa, 13 Mei 2025 | 11:07 WIB

Waisak 2025 di Batam: Bazar Vegetarian Meriahkan Perayaan

Waisak 2025 di Batam: Bazar Vegetarian Meriahkan Perayaan

Video | Senin, 12 Mei 2025 | 22:52 WIB

Usai Kasus Keracunan, BGN Langsung Perketat Distribusi MBG dengan 7 Langkah Ini

Usai Kasus Keracunan, BGN Langsung Perketat Distribusi MBG dengan 7 Langkah Ini

News | Senin, 12 Mei 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×