Dari Lereng Gunung hingga Pasar Global: Jalan Petani Muda Mewujudkan Kopi Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2025 | 13:40 WIB
Dari Lereng Gunung hingga Pasar Global: Jalan Petani Muda Mewujudkan Kopi Berkelanjutan
Petani Kopi Muda. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Produksi kopi Indonesia menghadapi tantangan besar. Di tengah krisis iklim dan persaingan global yang kian ketat, kualitas dan keberlanjutan menjadi syarat mutlak. Sayangnya, masih banyak petani kopi yang belum menerapkan praktik lestari atau belum terhubung dengan pasar yang menghargai kualitas dan cerita di balik secangkir kopi. Terutama generasi muda, yang kerap dianggap jauh dari dunia pertanian.

Namun, anggapan itu mulai dipatahkan. Semangat untuk memajukan kopi lestari kini justru tumbuh dari para petani muda. Seperti yang dilakukan Tim Kopi Lestari GEF SGP Indonesia. Mereka adalah perwakilan anak muda dari sejumlah kelompok tani yang berkomitmen pada praktik pertanian kopi berkelanjutan.

Demi memperkuat kapasitas dan membuka peluang baru, mereka mengikuti serangkaian kunjungan belajar dari 14 hingga 16 Mei 2025. Tujuannya jelas mempercepat adopsi praktik terbaik, meningkatkan kualitas produk, dan membangun jejaring demi keberlanjutan ekonomi petani.

Petani Kopi Muda. (Dok. Istimewa)
Petani Kopi Muda. (Dok. Istimewa)

Kunjungan diawali dengan menyambangi Java Frinsa Estate di Pengalengan, Jawa Barat, lewat kolaborasi dengan SCOPI dalam program Origin Trip and Learning Exchange. Di sana, mereka belajar langsung soal budidaya, pengolahan, hingga standarisasi green bean untuk pasar ekspor.

Hari berikutnya, mereka menjelajahi World of Coffee di JCC Senayan—ajang kopi terbesar dunia. Lebih dari 400 jenama kopi dari berbagai negara hadir. Para petani muda ini bukan hanya belajar, tapi juga mempromosikan biji kopi dari daerah masing-masing kepada para pelaku industri global.

Tak hanya berhenti di pameran, mereka melanjutkan jejaring ke Kafe Sagaleh dan bertemu dengan praktisi seperti Dimas dan Yoyok “Daru” Handoyok dari Noozkav, seorang Q Grader dan Q Processor. Pertemuan ini membuka wawasan soal pentingnya kualitas, teknik pengolahan, dan storytelling dalam pemasaran kopi.

Hari ditutup dengan kunjungan ke Dunia Kopi di Pasar Santa, salah satu pusat penjualan kopi lokal dengan jangkauan ekspor ke berbagai negara. Di sana, mereka bertemu Suradi, pemilik Dunia Kopi, yang membagikan resep suksesnya: kualitas unggul, harga terjangkau, dan pelayanan terbaik.

Inspirasi dari Cibulao

Tim Kopi Lestari bersama Bambang Supriyanto, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Dirjen PSKL) tahun 2019-2024 dan Aries Indranarto, Staf Ahli Kementerian Investas tahuni 2019-2024 menyambangi Kelompok Tani Hutan Cibulao Lestari di Puncak, Kab. Bogor, Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Tim mendapatkan inspirasi dan kisah sukses KTH Cibulao Lestari yang dipimpin Kiryono dalam memadukan kualitas kopi dengan pelestarian lingkungan yang berada di hulu sungai Ciliwung.

Berawal dari semangat menanam kopi robusta yang dibawa dari kampung halamannya Temanggung, KTH Cibulao Lestari sempat mengalami kegagalan.

Karena pada mulanya masyarakat Desa Cibulao yang mayoritas menanam tanaman holtikultur dan perambah hutan sempat menggagalkan aksi konservasi yang dilakukan Kiryono dengan menanam tanaman endemik.

Namun, dengan ketekunan, kesabaran, serta sosialisasi yang tiada henti masyarakat mulai sadar dan mengikuti jejak Kiryono. Dengan bantuan pendampingan dari Insititut Pertanian sejak 2010 silam dan LSM @latin_id , mereka berhasil mengembangkan kopi berkualitas tinggi sambil menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi ancaman erosi serta krisis air di kampung mereka.

Bahkan pemikiran masyarakat terhadap konservasi dan kopi telah berubah dengan tidak terjadinya penebangan pohon besar dan tua yang berfungsi sebagai penaung tanaman kopi.

Nama kopi Cibulao pun kian bersinar saat dinobatkan sebagai Kopi Robusta Terbaik Nasional dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia di tahun 2016 lalu. Dan menjadi cikal bakal specialty coffee kebanggaan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kolaborasi Lintas Benua: Saat Petani Kopi Indonesia dan Brasil Tukar Ilmu di Pengalengan

Kolaborasi Lintas Benua: Saat Petani Kopi Indonesia dan Brasil Tukar Ilmu di Pengalengan

Lifestyle | Selasa, 20 Mei 2025 | 15:37 WIB

Dari Italia Hingga Indonesia: Bagaimana Kopi Membentuk Budaya di Seluruh Dunia

Dari Italia Hingga Indonesia: Bagaimana Kopi Membentuk Budaya di Seluruh Dunia

Lifestyle | Senin, 19 Mei 2025 | 18:20 WIB

Insiden Bondowoso Uji Komitmen ESG PTPN I dalam Membangun Ekonomi Kopi Rakyat

Insiden Bondowoso Uji Komitmen ESG PTPN I dalam Membangun Ekonomi Kopi Rakyat

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 14:54 WIB

Terkini

Apa Efek Banyak Makan Daging Kurban? Ini Risiko yang Bisa Dihindari

Apa Efek Banyak Makan Daging Kurban? Ini Risiko yang Bisa Dihindari

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas, Tetap Awet dan Aman Dikonsumsi

5 Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas, Tetap Awet dan Aman Dikonsumsi

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:55 WIB

Hitung-hitungan Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M dari APBN, Per Ekor Tembus Rp91 Juta?

Hitung-hitungan Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M dari APBN, Per Ekor Tembus Rp91 Juta?

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:55 WIB

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:15 WIB

Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban

Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:10 WIB

Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI

Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:58 WIB

Arti Mimpi Beli Makanan atau Jajan, Benarkah Jadi Pertanda Rezeki?

Arti Mimpi Beli Makanan atau Jajan, Benarkah Jadi Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:35 WIB

Kekayaan Irfan Hakim yang Punya Bisnis Kurban, Laris Diborong Seskab Teddy hingga Raffi Ahmad

Kekayaan Irfan Hakim yang Punya Bisnis Kurban, Laris Diborong Seskab Teddy hingga Raffi Ahmad

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:17 WIB

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:08 WIB

Moisturizer untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Cerahkan Wajah

Moisturizer untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:45 WIB