Bukan Lari Maraton, Kata Dokter Jalan Cepat Lebih Ampuh untuk Bakar Lemak

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 30 Mei 2025 | 13:42 WIB
Bukan Lari Maraton, Kata Dokter Jalan Cepat Lebih Ampuh untuk Bakar Lemak
Ilustrasi jalan cepat. (Pexels/Adones Bentulan)

Suara.com - Tren lari jarak jauh seperti maraton kerap digunakan untuk program penurunan berat badan, tapi ternyata itu keliru. Ini karena dokter menyarankan olahraga terbaik menurunkan berat badan yaitu dengan jalan cepat atau brisk walking.

Fakta ini diungkap Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Eka Hospital Bekasi, dr. Yohannes Toban Layuk Allo, Sp.OT (K) Sport yang menjelaskan ada 4 zona kecepatan detak jantung saat berolahraga. Namun zona detak jantung yang tepat untuk pembakaran lemak, bukanlah yang tercepat pada zona 4, melainkan zona 2.

"Semakin cepat makin tidak bagus, ada zona 1, 2, 3, dan 4. Pembakaran lemak itu ada di zona 2, jadi itu detak jantung tidak terlalu cepat," ujar dr. Yohannes dalam acara diskusi di Jakarta Selatan, Senin, 26 Mei 2025 lalu.

Detak jantung zona 2 menurut dr. Yohannes bukanlah berlari cepat, melainkan jalan cepat. Sehingga jalan cepat dinilai sudah cukup untuk menurunkan berat badan dan lebih efektif, dengan kisaran detak jantung 180 per menit.

Tips Memilih Hijab Sport (Freepik)
Ilustrasi olahraga jalan cepat. (Freepik)

"Dengan jalan cepat saja sudah tercepat, maka jalan cepat saja sudah cukup untuk menurunkan berat badan. Indikatornya itu heart rate, detak jantungnya, maksimal 180 itu fase pembakaran lemak," jelasnya.

Jalan cepat adalah salah satu jenis olahraga kardio yaitu dengan kecepatan 5 hingga 6,5 kilometer per jam. Ciri dari jalan cepat yaitu pelari sedikit terengah tapi masih bisa bicara.

Saat jalan cepat juga sebaiknya lengan tetap diayun untuk mengikuti ritme kaki untuk meningkatkan pembakaran kalori. Jalan cepat harus diikuti dengan kepala lurus ke depan, bahu rileks, perut sedikit ditarik untuk melibatkan otot inti.

Adapun detak jantung maksimal saat jalan cepat bukanlah 100 persen melainkan 60 hingga 75 persen dari detak jantung maksimal.

Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi, dr. Yohannes Toban Layuk Allo, Sp.OT (K) Sport dalam acara diskusi di Jakarta Selatan,  Senin (26/5/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi, dr. Yohannes Toban Layuk Allo, Sp.OT (K) Sport dalam acara diskusi di Jakarta Selatan, Senin (26/5/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Perlu diketahui detak jantung maksimum berbeda pada setiap orang, cara menghitungnya itu 220 dikurangi usia. Misalnya jika usia 30 tahun, maka detak jantung saat berolahraga tidak boleh melampaui 190 per menit.

baca juga

Artinya jika berjalan cepat untuk usia 30 tahun, detak jantung pada tidak boleh melebihi 142 per menit.

Meski termasuk olahraga ringan, jalan cepat juga perlu pemanasan untuk menaikkan suhu tubuh, lakukan peregangan 5 hingga 10 menit untuk menghindari jalan cepat. Dilanjutkan jalan cepat 20 hingga 40 menit, dan ditutup pendinginan 5 hingga 10 menit.

Jalan cepat sembari menurunkan berat badan kata dr. Yohannes, juga merupakan cara agar tubuh terbiasa dengan pace atau kecepatan berlari. Lalu perlahan kecepatan berlari akan meningkat yang dibarengi dengan berat badan semakin ringan.

"Makin besar berat tubuh kita, semakin berat kerja jantung. Jadi sambil menurunkan berat badan, perlahan pace juga bisa lebih naik, kunci di heart rate bukan berat badan," paparnya.

Ia menambahkan, kondisi akan berbeda jika tujuan lari jarak jauh untuk meningkatkan kapasitas jantung maka lari cepat bisa dilakukan. Namun dr. Yohannes mengingatkan, untuk meningkatkan kapasitas jantung saat berlari cepat tidak boleh langsung berhenti, namun heart rate atau detak jantung perlahan diturunkan.

"Jangan langsung berhenti, kecuali urgent, mending turunkan detak jantung pelan-pelan," jelasnya.

Lebih jauh untuk mengikuti ajang lari dengan jarak tertentu juga perlu mengenali tubuh. Bahkan kata dia, perlu melatih tubuh yang disesuaikan aktivitas olahraga sehari-hari.

"Rekomendasi paling umum dalam seminggu, pertambahan jarak 10 persen. Misalnya, minggu ini berhasil lari 10K (10 kilometer), minggu depan bisa naik 11K, dengan catatan rutin dan konsisten," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pihak Reza Gladys Jawab Nasib Uang Rp 3,4 Miliar yang Diminta Nikita Mirzani

Pihak Reza Gladys Jawab Nasib Uang Rp 3,4 Miliar yang Diminta Nikita Mirzani

Entertainment | Jum'at, 30 Mei 2025 | 12:44 WIB

Top 5 Sepatu Jalan Kaki Terbaik Versi Dokter Tirta, Nyaman dan Gak Bikin Pegal

Top 5 Sepatu Jalan Kaki Terbaik Versi Dokter Tirta, Nyaman dan Gak Bikin Pegal

Lifestyle | Kamis, 29 Mei 2025 | 19:27 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Terbaik Menurut Dokter Kaki, Anti Cedera dan Nyeri

5 Rekomendasi Sepatu Terbaik Menurut Dokter Kaki, Anti Cedera dan Nyeri

Lifestyle | Kamis, 29 Mei 2025 | 15:34 WIB

Terkini

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

×