Stop Buang Sampah Sembarangan! Ini 10 Negara dengan Sistem Daur Ulang Terbaik di Dunia

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 30 Mei 2025 | 18:07 WIB
Stop Buang Sampah Sembarangan! Ini 10 Negara dengan Sistem Daur Ulang Terbaik di Dunia
Ilustrasi sampah makanan yang dapat memicu pemanasan global. (pexels.com)

San Francisco mengadopsi sistem tiga kategori: kompos, daur ulang, dan landfill. Targetnya? Nol sampah ke TPA pada tahun 2030. Penduduk didorong memilah sisa makanan, kaca, logam, kertas, hingga plastik keras ke kategori masing-masing.

6. Swiss: Daur Ulang Itu Wajib

Di Swiss, daur ulang adalah hukum. Zürich punya 12.000 titik pengumpulan daur ulang, dan pelanggar bisa didenda. Sekitar 50% sampah diproses ulang, sisanya dimanfaatkan sebagai energi—tanpa ada yang dibuang ke landfill.

7. Singapura: Efisiensi di Tengah Lahan Terbatas

Dengan hanya satu TPA, yaitu Pulau Semakau, Singapura super disiplin dalam pengelolaan limbah. Sampah yang tidak bisa didaur ulang dibakar untuk mengurangi volumenya hingga 90%, lalu abunya dikirim ke TPA. Perusahaan juga wajib bertanggung jawab atas limbah mereka

8. Korea Selatan: Revolusi Sampah Makanan

Pada 1995, Korea Selatan hanya mendaur ulang 2% sampah makanan. Kini? 95%! Rahasianya: warga wajib bayar sesuai jumlah sampah organik yang mereka buang. Semua sampah juga harus dikompres dan dipilah sesuai jenisnya—dari sofa sampai styrofoam, semua bisa didaur ulang!

9. Inggris: Leeds dan Gerakan Zero Waste

Kota Leeds punya proyek "Zero Waste Leeds" yang kreatif. Selain mendaur ulang 12.000 ton kaca tiap tahun, kota ini juga punya program donasi seragam sekolah dan perlengkapan olahraga agar tidak berakhir jadi limbah tekstil.

baca juga

10. Jerman: Raja Daur Ulang Dunia

Dengan tingkat daur ulang sekitar 70%, Jerman jadi juara dunia dalam pengelolaan sampah. Sistem mereka ketat: ada lima jenis tempat sampah dan perusahaan harus membayar lebih jika produknya berkemasan berlebih. Kebijakan "Green Dot" memastikan semua kemasan bisa didaur ulang

Negara-negara di atas menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif butuh kombinasi: regulasi yang jelas, infrastruktur yang mendukung, dan partisipasi aktif masyarakat. Indonesia bisa memulainya dari skala kecil. Misalnya, memperluas sistem bank sampah, memperkuat pemilahan dari sumber, dan memperjelas tanggung jawab produsen lewat kebijakan EPR (Extended Producer Responsibility).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Sampah Plastik, Pengusaha di Bali Dikumpulkan untuk Bahas Larangan Air Minum Kemasan

Banyak Sampah Plastik, Pengusaha di Bali Dikumpulkan untuk Bahas Larangan Air Minum Kemasan

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 15:22 WIB

Sampah dan Eceng Gondok Penuhi Sungai Citarum

Sampah dan Eceng Gondok Penuhi Sungai Citarum

Foto | Rabu, 28 Mei 2025 | 11:41 WIB

Melihat Proses Pengolahan Sampah Plastik di Waste Treatment Plant GBK

Melihat Proses Pengolahan Sampah Plastik di Waste Treatment Plant GBK

Foto | Rabu, 28 Mei 2025 | 07:55 WIB

Terkini

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

News | Senin, 28 September 2026 | 19:51 WIB

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:42 WIB

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:41 WIB

×