Ustaz Hanan Attaki: Jangan Perhitungan, Kesuksesan Suami Tergantung Seberapa Royal ke Istri

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:57 WIB
Ustaz Hanan Attaki: Jangan Perhitungan, Kesuksesan Suami Tergantung Seberapa Royal ke Istri
ilustrasi suami istri.[Pexels/Thirdman]

Suara.com - Dalam Islam, rumah tangga dibangun atas dasar kasih sayang dan saling mendukung antara suami dan istri.

Seorang suami memiliki tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan keikhlasan, bukan dengan sikap perhitungan yang berlebihan.

Rasulullah telah memberikan teladan tentang bagaimana seorang suami seharusnya berbuat baik kepada istrinya, tidak hanya dalam hal materi tetapi juga dalam perhatian dan kelembutan.

Allah SWT juga telah menjanjikan keberlimpahan bagi orang yang berinfak dengan hati yang lapang.

Oleh karena itu, seorang suami hendaknya memahami bahwa memberi kepada istri bukanlah sekadar kewajiban, melainkan bentuk ibadah yang mendatangkan pahala.

Ilustrasi rumah tangga bahagia (pexels.com/ksenia-chernaya)
Ilustrasi rumah tangga bahagia (pexels.com/ksenia-chernaya)

Hal itu juga disampaikan oleh Ustaz Hanan Attaki saat mengisi kajian belum lama ini. Sang pendakwah mengatakan bahwa kesuksesan suami bergantung pada pemberian kepada istri.

"Jangan terlalu perhitungan sama istri. Karena justru rezeki kita itu berkah ketika rajin ngasih ke sini (istri)," tuturnya, dikutip dari postingan akun Instagram @nyinyir_update_official pada Sabtu, 31 Mei 2025.

"Ternyata kesuksesan laki-laki ada di dalam seberapa besar pemberiannya kepada istri," sambungnya di hadapan para jamaah.

Menurut Hanan Attaki, semakin besar nafkah atau apa pun yang diberikan kepada istri maka suami juga akan semakin luas rezekinya.

baca juga

Begitu pula dengan pihak perempuan. Sang istri harus bisa bersyukur atas apa yang diberikan oleh suaminya. Sebab, di situlah letak ridho Allah.

"Makin besar pemberiannya, makin luas rezekinya. Kebahagiaan perempuan atau ridho Allah kepada perempuan ada di dalam syukurnya kepada suami," lanjutnya lagi.

Hanan Attaki menambahkan, "Jadi makin besar syukur kalian (istri), makin besar ridho Allah. Makin besar pemberian kalian (suami), makin besar ridho Allah."

Supaya lebih jelas, Hanan Attaki mengatakan bahwa ridho Allah terletak ketika suami memberi dan istri menerima dengan lapang dada.

Karenanya, Hanan Attaki menyarankan kepada pasangan suami istri untuk saling melengkapi dengan memberi dan menerima.

"Beda nih kalau ini (suami) ibadahnya dengan memberi, ini (istri) ibadahnya dengan bersyukur. Coba kalau sama-sama beribadah, kan indah ya. Yang satu senang ngasih, yang satu senang bilang makasih," pungkasnya.

Definisi Pasangan Pelit

Berdasarkan Iman Al- Ghazali, sifat pelit adalah saat seseorang tidak memberikan sesuatu yang seharusnya diberikan. Hal ini tertuang dalam kitabnya yang berbunyi:

اَلْبَخِيْلُ هُوَ الَّذِي يَمْنَعُ حَيْثُ يَنْبَغِي أَنْ لاَ يُمْنَعَ، إِمَّا بِحُكْمِ الشَّرْعِ وَإِمَّا بِحُكْمِ الْمُرُوْءَةِ، وَذَلِكَ لاَ يُمْكِنُ التَّنْصِيْصُ عَلىَ مِقْدَارِهِ

Artinya:

“Orang pelit adalah dia yang menahan sesuatu yang seharusnya tidak ditahannya, baik menurut hukum syariat, maupun menurut etika kesopanan (muruah), dan hal itu tidak dapat ditentukan ukurannya secara pasti,” (Ihya Ulumiddin, jilid III halaman 260).

Penjelasan al-Ghazali menunjukkan bahwa sifat pelit merupakan sikap menahan sesuatu yang seharusnya diberikan, baik menurut syariat maupun norma sosial.

Namun, menurutnya, batasan sikap pelit tidak dapat ditetapkan secara mutlak karena dipengaruhi oleh situasi dan kebutuhan individu dalam setiap kondisi.

Sementara Al-Ghazali menekankan bahwa sikap pelit terlihat ketika seseorang enggan mengeluarkan harta untuk tujuan yang sesuai dengan syariat dan norma kesopanan.

وَلَعَلَّ حَدَّ الْبُخْلِ هُوَ إِمْسَاكُ الْمَالِ عَنْ غَرَضٍ، ذَلِكَ الْغَرَضُ هُوَ أَهَمُّ مِنْ حِفْظِ الْمَالِ فَإِنَّ صِيَانَةَ الدِّيْنِ أَهَمُّ مِنْ حِفْظِ الْمَالِ، فَمَانِعُ الزَّكَاةِ وَالنَّفَقَةِ بَخِيْلٌ

Artinya:

“Mungkin saja, batasan pelit adalah menahan harta untuk tujuan tertentu, di mana tujuan tersebut lebih penting daripada sekadar menjaga harta itu sendiri. Misalnya, menjaga agama lebih penting daripada menjaga harta. Oleh karena itu, orang yang menahan zakat dan nafkah disebut sebagai orang yang pelit.” (jilid III, halaman 261).

Dari penjelasan di atas, dapar diartikan bahwa kesuksesan rumah tangga bergantung pada jumlah suami memberi dan bagaimana istri menerimanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Istri Ceraikan Suami Karena Tidak Bahagia? Ini Kata Ustaz

Bolehkah Istri Ceraikan Suami Karena Tidak Bahagia? Ini Kata Ustaz

Lifestyle | Kamis, 29 Mei 2025 | 13:57 WIB

Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga Menurut Ulama, Pasutri Perlu Tahu

Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga Menurut Ulama, Pasutri Perlu Tahu

Lifestyle | Kamis, 29 Mei 2025 | 12:23 WIB

Ini Alasan Istri Boleh Ceraikan Suami dalam Islam, Gak Boleh Sembarangan!

Ini Alasan Istri Boleh Ceraikan Suami dalam Islam, Gak Boleh Sembarangan!

Lifestyle | Rabu, 28 Mei 2025 | 20:02 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×