Menjaga Napas Gumuk Pasir: Bantul Mulai Restorasi Zona Inti

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 05 Juni 2025 | 11:40 WIB
Menjaga Napas Gumuk Pasir: Bantul Mulai Restorasi Zona Inti
Gumuk Pasir Yogyakarta (dok. istimewa)

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Bantul, melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), mulai melaksanakan restorasi kawasan gumuk pasir di pesisir selatan. Fokus utamanya adalah zona inti gumuk pasir—area yang paling rentan terhadap perubahan lingkungan dan membutuhkan perlindungan ekstra.

Gumuk pasir adalah bentang alam unik yang terbentuk dari proses alamiah angin dan arus laut. Di Bantul, gundukan pasir ini membentang hingga 400 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 140 hektare masuk dalam kategori zona inti, yaitu wilayah yang menjadi prioritas pelestarian.

Restorasi dilakukan secara bertahap. Tahapan awal sudah dimulai dengan penebangan pohon liar yang tumbuh di area inti. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi ekologis wilayah tersebut.

"Terkait dengan restorasi gumuk pasir terus berproses, karena kita sudah punya rencana aksinya di dalam master plan, sehingga prosesnya tetap jalan," kata Kepala Bappeda Bantul, Ari Budi Nugroho, di Bantul, Kamis.

Zaskia Adya Mecca di Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul - (Instagram/@zaskiadyamecca)
Zaskia Adya Mecca di Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul - (Instagram/@zaskiadyamecca)

Ia menambahkan, kegiatan selanjutnya akan dilanjutkan pada 2025 dengan dukungan anggaran perubahan. Proses ini tidak berhenti sampai di situ, karena rencana serupa juga disiapkan untuk 2026.

"Dalam perubahan 2025 kita alokasikan anggaran untuk kegiatan itu, nanti tahun 2026 juga seperti itu. Kalau anggaran di perubahan ini melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sekitar Rp300 juta, untuk kegiatan mendukung yang restorasi gumuk pasir," katanya.

Tak hanya soal fisik dan teknis, pendekatan sosial juga menjadi perhatian penting. Pemerintah akan menyusun kajian daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta antropologi sosial masyarakat. Harapannya, restorasi ini tidak merugikan siapa pun.

"Jadi, direstorasi terutama yang zona inti, terus kemudian di 2025 ini kegiatannya ada beberapa termasuk menyusun master plan, kemudian juga kegiatan untuk penyusunan daya dukung, daya tampung lingkungan, kemudian kegiatan menyusun antropologi sosial masyarakat," katanya.

Langkah-langkah tersebut akan menjadi dasar untuk merancang solusi yang berpihak pada masyarakat. Pemerintah tidak ingin restorasi malah menyingkirkan warga dari ruang hidupnya.

baca juga

"Dengan demikian, masyarakat yang terdampak dari adanya kegiatan restorasi gumuk pasir tersebut nantinya seperti apa dan harus bagaimana untuk dicarikan solusi agar tetap bisa merasakan manfaatnya akan dilakukan pada tahun 2026," kata Ari.

Ia menegaskan, pemulihan ekosistem tetap mempertimbangkan keberlanjutan aktivitas warga sekitar.

"Jadi intinya terutama di zona inti gumuk pasir dilakukan restorasi agar ekosistem bisa tumbuh kembali, dan apa yang dilakukan masyarakat tetap bisa mendapatkan manfaat itu seperti apa pengaturannya, ini bagian yang harus dilakukan," katanya.

Setiap aktivitas juga dirancang agar tidak mengganggu kehidupan warga. Termasuk dalam kegiatan penebangan pohon yang sudah diatur zona dan batasannya.

"Tahun ini ada juga terutama untuk penebangan pohon tetap kita utamakan di lokasi yang di situ masyarakat tidak memanfaatkan, jadi selama proses restorasi yang di sana tetap masih beraktivitas, sambil kita atur dan ditata," katanya.

Situs Gumuk Pasir Parangtritis: Fenomena Geologi Langka di Bantul

Situs Gumuk Pasir Parangtritis terletak di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, DIY, pada koordinat 8° 1' 3,99" LS dan 110° 19' 12,8" BT. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Parangtritis, sekitar 28 km dari Kota Yogyakarta.

Secara geologi, kawasan Parangtritis didominasi oleh endapan Kuarter dan singkapan batuan gunungapi Tersier. Endapan gumuk pasir terdiri dari breksi andesit, intrusi andesit, dan Lava Parangkusumo. Breksi ini membentuk tebing dan perbukitan di timur Pantai Parangtritis, termasuk Formasi Nglanggran.

Breksi andesit yang diselingi lava memiliki struktur lempeng, telah terlapukkan dan mengalami alterasi hidrotermal. Mineral ubahan seperti klorit dan serisit ditemukan di dalamnya. Lava Parangkusumo berupa lava basaltik dengan struktur kekar aliran dan retas andesit hornblende. Batuan ini banyak tersingkap di Parangkusumo dan menunjukkan perubahan mineral seperti klorit dan kalsit. Kehadiran lava hornblende ini mengindikasikan adanya sumber panas di kedalaman—penting dalam sistem panas bumi Parangtritis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sukseskan SNPDB 2025/2026: Kepala MAN 2 Bantul Ikuti Sosialisasi

Sukseskan SNPDB 2025/2026: Kepala MAN 2 Bantul Ikuti Sosialisasi

Your Say | Jum'at, 17 Januari 2025 | 10:45 WIB

Mengintip Indahnya Gumuk Pasir Parangkusumo, Lokasi Syuting MV Gala Bunga Matahari

Mengintip Indahnya Gumuk Pasir Parangkusumo, Lokasi Syuting MV Gala Bunga Matahari

Lifestyle | Sabtu, 10 Agustus 2024 | 11:52 WIB

Daya Tarik Gumuk Pasir Parangkusumo, Nikmati Pemandangan Gurun yang Eksotis

Daya Tarik Gumuk Pasir Parangkusumo, Nikmati Pemandangan Gurun yang Eksotis

Your Say | Kamis, 18 Mei 2023 | 14:44 WIB

Terkini

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:45 WIB

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:44 WIB

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:43 WIB

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:40 WIB

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

5 Moisturizer Ekstrak Mawar untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Awet Muda di Usia 45 Tahun ke Atas

5 Moisturizer Ekstrak Mawar untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Awet Muda di Usia 45 Tahun ke Atas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

5 Masker Wajah dari Bunga Mawar untuk Cerahkan Wajah dan Cegah Garis Halus di Usia 40 Tahun

5 Masker Wajah dari Bunga Mawar untuk Cerahkan Wajah dan Cegah Garis Halus di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:37 WIB

Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan

Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 15:35 WIB

×