Tiga Langkah Kemenpar Usai Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 06 Juni 2025 | 10:46 WIB
Tiga Langkah Kemenpar Usai Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat
Ilustrasi pemandangan laut di Raja Ampat [Suara.com/Istimewa]

Suara.com - Raja Ampat kembali jadi sorotan. Kali ini, bukan semata karena keindahannya, tetapi karena ancaman tambang nikel yang disebut-sebut dapat merusak alamnya. Merespons hal ini, Kementerian Pariwisata mengambil tiga langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan kawasan tersebut.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan pentingnya keharmonisan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan ekologi.

“Kita ingin pembangunan apapun, termasuk kepariwisataan, harus menjaga keseimbangan antara ekologi, teritori sosial, dan skala ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Aksi Protes Greenpeace Konferensi Nikel Internasional di Jakarta (Dok Dhemas Reviyanto / Greenpeace)
Aksi Protes Greenpeace Konferensi Nikel Internasional di Jakarta (Dok Dhemas Reviyanto / Greenpeace)

Langkah pertama yang dilakukan adalah turun langsung ke lapangan. Pada 28 Mei hingga 1 Juni 2025, Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Raja Ampat. Mereka berdialog langsung dengan warga dan masyarakat adat.

Dari pertemuan tersebut, suara penolakan terhadap rencana pemberian izin tambang baru terdengar jelas.

"Mereka menegaskan bahwa ekosistem dan identitas Raja Ampat yang harus dijaga sebagai kawasan wisata, bukan wilayah industri ekstraktif," kata Widiyanti.

Aspirasi itu disambut Komisi VII DPR. Mereka berkomitmen membawa isu pencemaran akibat tambang ke tingkat legislatif. Evaluasi terhadap izin-izin tambang juga akan didorong sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem Raja Ampat.

Langkah kedua: membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Pada 4 Juni, Widiyanti bertemu Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk memperkuat perlindungan wilayah Raja Ampat.

"Pemerintah daerah menegaskan agar kawasan Raja Ampat tetap diarahkan sebagai kawasan konservasi laut, geopark UNESCO, dan destinasi unggulan pariwisata Indonesia, tanpa dikompromikan dengan aktivitas pertambangan," ucap Widiyanti.

baca juga

Langkah ketiga dilakukan sehari setelahnya. Kementerian Pariwisata menggelar rapat koordinasi dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kamis (5/6). Fokus utamanya memperkuat perlindungan jangka panjang Raja Ampat melalui pengembangan berbasis ekonomi hijau.

Salah satu skenario yang tengah dikaji adalah menjadikan Raja Ampat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk quality tourism. Konsep ini menekankan pariwisata berkelanjutan dan investasi ramah lingkungan yang berpihak pada masyarakat lokal.

Menurut Widiyanti, keberhasilan pembangunan Raja Ampat bergantung pada dua hal: lingkungan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.

Seluruh arah kebijakan di masa depan, kata dia, akan berpedoman pada prinsip keberlanjutan, keadilan sosial, dan ketahanan ekosistem.

KLH Temukan Pelanggaran Tambang Nikel di Pulau Kecil Raja Ampat

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menemukan pelanggaran serius terkait aktivitas tambang nikel di pulau-pulau kecil Raja Ampat, Papua Barat Daya. Evaluasi terhadap izin lingkungan sejumlah perusahaan tengah berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Cabut Sementara IUP Tambang Nikel Anak Usaha Antam di Raja Ampat

Bahlil Cabut Sementara IUP Tambang Nikel Anak Usaha Antam di Raja Ampat

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2025 | 18:18 WIB

Sindiran Keras Darius Sinathrya Atas Rusaknya Alam Raja Ampat Imbas Tambang Nikel

Sindiran Keras Darius Sinathrya Atas Rusaknya Alam Raja Ampat Imbas Tambang Nikel

Entertainment | Kamis, 05 Juni 2025 | 18:17 WIB

Permintaan Denny Sumargo ke Prabowo, Singgung Dampak Buruk Eksploitasi Nikel Raja Ampat

Permintaan Denny Sumargo ke Prabowo, Singgung Dampak Buruk Eksploitasi Nikel Raja Ampat

Entertainment | Kamis, 05 Juni 2025 | 17:58 WIB

Terkini

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 13:15 WIB

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:13 WIB

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:09 WIB

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 13:08 WIB

3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea

3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea

News | Senin, 21 September 2026 | 13:07 WIB

Kebutuhan Kayu Sengon Tinggi, Tanaman Tahan Iklim Ekstrem Mulai Dikembangkan

Kebutuhan Kayu Sengon Tinggi, Tanaman Tahan Iklim Ekstrem Mulai Dikembangkan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:05 WIB

Benjamin Netanyahu Injak Kaki ke Masjid Al-Aqsa, Hamas Murka: Provokasi Terang-terangan

Benjamin Netanyahu Injak Kaki ke Masjid Al-Aqsa, Hamas Murka: Provokasi Terang-terangan

News | Senin, 21 September 2026 | 13:05 WIB

Lima Langkah Mudah Parkir Mobil di Area Sempit Tanpa Panik

Lima Langkah Mudah Parkir Mobil di Area Sempit Tanpa Panik

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 13:04 WIB

10 Korban KM Virgo Meninggal karena Tenggelam, Apakah Termasuk Mati Syahid?

10 Korban KM Virgo Meninggal karena Tenggelam, Apakah Termasuk Mati Syahid?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:01 WIB

Kalau Semua Harus Ditanggung Sendiri, Lalu Pajak Kita untuk Apa?

Kalau Semua Harus Ditanggung Sendiri, Lalu Pajak Kita untuk Apa?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:00 WIB

×