Gerakan Wisata Bersih: Upaya Meratakan Pariwisata dan Menjaga Daya Tarik Bali Utara

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Juni 2025 | 12:55 WIB
Gerakan Wisata Bersih: Upaya Meratakan Pariwisata dan Menjaga Daya Tarik Bali Utara
Gerakan Wisata bersih Bali di Pantai Lovina. (Dok. Kemenpar)

Suara.com - Pantai Lovina di Kabupaten Buleleng, Bali, tampak lebih hidup pada Minggu pagi (22/6). Ratusan orang berkumpul, bukan hanya untuk menikmati panorama laut yang tenang, tetapi untuk ikut serta dalam aksi bersih-bersih yang menjadi bagian dari Gerakan Wisata Bersih (GWB).

Gerakan ini merupakan inisiatif dari Kementerian Pariwisata untuk menghidupkan kembali destinasi di Bali Utara dan menyebarkan arus wisatawan lebih merata di pulau dewata.

Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar aksi simbolis memungut sampah di pantai. Di baliknya, ada strategi besar yang sedang digerakkan pemerintah.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Puspa, menekankan pentingnya aspek kebersihan dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam "Gerakan Wisata Bersih (GWB)" di Pantai Lovina, Buleleng, Bali,Minggu, (22/06/2025). (Dok. Kemenpar)
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam "Gerakan Wisata Bersih (GWB)" di Pantai Lovina, Buleleng, Bali,Minggu, (22/06/2025). (Dok. Kemenpar)

“Kita harus membuat satu inisiatif yang menaikkan nama tempat itu dan GWB inilah salah satunya, maka kita pilih Pantai Lovina sebagai lokasi kegiatan,” ujar Ni Luh dalam keterangan pers yang dirilis di Jakarta, Senin.

Sejak menjabat sebagai wakil menteri, Ni Luh kerap menerima keluhan mengenai objek wisata yang kotor dan fasilitas yang tidak terawat. Keluhan ini tidak hanya datang dari wisatawan domestik, tetapi juga dari wisatawan mancanegara.

Ia menilai, citra pariwisata Indonesia sangat bergantung pada kesan pertama yang diperoleh wisatawan saat tiba di lokasi, dan kebersihan menjadi elemen utama dalam membentuk kesan tersebut.

Gerakan Wisata Bersih dijalankan untuk menjawab keluhan tersebut secara konkret. Bukan hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, komunitas lokal, hingga lembaga pendidikan dan pelaku usaha pariwisata.

Dalam kegiatan di Pantai Lovina, tercatat sekitar 500 peserta turun langsung ke lapangan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang: pejabat, pelajar, pegiat lingkungan, masyarakat sekitar, hingga mitra swasta.

baca juga

Selain bersih-bersih pantai, kegiatan ini juga mencakup penyediaan fasilitas kebersihan, penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta kampanye dan edukasi kebersihan untuk warga dan pengunjung.

Ni Luh menekankan bahwa pendekatan ini penting agar kebersihan tidak hanya menjadi agenda musiman, melainkan menjadi budaya yang tertanam.

“Hal mendasar yang dimaksud adalah menghadirkan tempat pariwisata yang bersih, sehat, dan nyaman bagi wisatawan,” ucapnya.

Namun, inisiatif ini bukan hanya soal kebersihan. Ia juga berkaitan erat dengan pemerataan ekonomi dan distribusi wisatawan. Selama ini, kawasan selatan Bali, seperti Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua, menjadi titik tumpu pariwisata. Dampaknya, wilayah Bali lainnya seperti Bali Utara, Barat, dan Timur masih tertinggal dari segi kunjungan dan pengembangan infrastruktur.

“Bagaimana mengawali untuk menyebarkan turis ini bisa sampai ke Bali Barat, Bali Utara, juga Bali Timur, adalah dengan hal mendasar,” katanya.

Menurutnya, Lovina dipilih karena kawasan ini merupakan pusat dari Bali Utara, sekaligus bagian dari paket wisata “3B”—Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara, yang tengah didorong oleh pemerintah.

“Kita pilih GWB di Bali Utara selain karena ada paket wisata 3B yang terus kami dorong, juga karena Lovina ini juga adalah center-nya Bali Utara. Saya ingin memperkuat posisi Lovina sebagai center-nya Bali Utara,” ujar Ni Luh.

Melalui gerakan ini, Kementerian Pariwisata berharap wisatawan tidak hanya datang, tapi juga tinggal lebih lama, merasa nyaman, dan membawa kesan positif yang berkelanjutan. Gerakan Wisata Bersih menjadi langkah awal membangun pariwisata yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan di Bali dan daerah lainnya di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantai Samuh, Wisata Gratis dengan Panorama Menawan di Nusa Dua Bali

Pantai Samuh, Wisata Gratis dengan Panorama Menawan di Nusa Dua Bali

Your Say | Senin, 23 Juni 2025 | 08:14 WIB

Perbandingan Gaji Jeffrey Talan di Timnas Belanda U-21 vs Bali United, Berapa ya Kira-kira?

Perbandingan Gaji Jeffrey Talan di Timnas Belanda U-21 vs Bali United, Berapa ya Kira-kira?

Bola | Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:35 WIB

Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Siap Bantu Bali Bangun MRT, Tapi ...

Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Siap Bantu Bali Bangun MRT, Tapi ...

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 18:28 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×