Bertani Cerdas, Beternak Ramah Lingkungan: Cara Baru Hidup Berkelanjutan

Vania Rossa

Kamis, 10 Juli 2025 | 12:14 WIB
Bertani Cerdas, Beternak Ramah Lingkungan: Cara Baru Hidup Berkelanjutan
Ilustrasi Beternak Ramah Lingkungan. (dok. SEPPPTI)

Suara.com - Bertani dan beternak dulu mungkin identik dengan pekerjaan berat dan tradisional. Tapi sekarang, keduanya sedang mengalami transformasi.

Di sejumlah desa, masyarakat mulai mengelola sumber daya alam dengan cara yang lebih cerdas dan modern—bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi juga untuk hidup lebih mandiri dan berkelanjutan.

Warga tak lagi hanya menanam dan beternak seadanya. Mereka mulai menyusun sistem yang saling terhubung—menanam pakan sendiri, membangun kandang dengan infrastruktur yang terencana, bahkan menggunakan energi terbarukan seperti solar cell untuk mendukung kegiatan harian.

Semua ini bukan hanya soal produktivitas, tapi tentang menciptakan ekosistem yang sehat, efisien, dan minim limbah.

Langkah seperti pelatihan pembuatan pakan fermentasi misalnya, kini mulai diterapkan. Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: membuat pakan lebih hemat biaya, bergizi, dan ramah lingkungan.

Sapi pun tumbuh sehat, dan para peternak tak lagi bergantung pada pakan pabrikan yang mahal. Ini contoh kecil dari bagaimana hidup selaras dengan alam bisa menjadi gaya hidup yang realistis dan menguntungkan.

Inisiatif semacam ini merupakan bagian dari program Sentra Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Terintegrasi (SEPPPTI) yang dijalankan oleh PT Ganda Alam Makmur sejak awal 2024 di Desa Bumi Etam, Kutai Timur.

Program ini dirancang untuk mendukung kemandirian pangan lokal dengan pendekatan zero waste, sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan peternak.

“Penerapan prinsip zero waste daam praktiknya menunjukkan bahwa SEPPPTI mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari sistem produksi dan menjadikannya selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga difokuskan untuk penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat berbasis kelompok agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ujar Herlando di Kutai Timur, Kamis (10/7/2025).

baca juga

Program ini telah mencatat banyak capaian—mulai dari legalisasi kelompok tani dan peternak, pengadaan sapi umbaran sebagai modal awal, hingga pembangunan kandang dan pengolahan lahan pertanian terpadu.
Instalasi solar cell pun mulai digunakan sebagai sumber energi bersih, mendukung aktivitas kelompok tanpa membebani lingkungan.

Tidak hanya fokus pada hasil produksi, program ini juga memperkuat aspek manajerial dan kolaborasi antarwarga.

Kelompok-kelompok petani dan peternak dibimbing agar bisa berdiri secara hukum, mengakses program pemerintah, hingga menjalin kemitraan lintas sektor secara mandiri.

Dengan begitu, mereka tak lagi bergantung pada bantuan, tapi mampu menciptakan peluang sendiri.

“Program ini menjadi representasi komitmen perusahaan terhadap pembangunan sosial yang lebih adil dan berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi model CSR yang dapat direplikasi di wilayah operasional lainnya,” tutur Herlando.

Apa yang sedang tumbuh di desa ini lebih dari sekadar tanaman pangan atau hewan ternak. Ini adalah semangat baru: bahwa hidup sejahtera bisa dimulai dari lahan sendiri, dengan cara yang lebih bijak terhadap alam.

Bertani cerdas dan beternak ramah lingkungan bukan lagi wacana—mereka telah jadi cara hidup baru yang membawa harapan, bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ini Faktor Utama Orang Indonesia Membeli EV

Ternyata Ini Faktor Utama Orang Indonesia Membeli EV

Otomotif | Rabu, 02 Juli 2025 | 10:33 WIB

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Lifestyle | Sabtu, 28 Juni 2025 | 09:35 WIB

Brand Lokal Kini Tawarkan Pilihan Fashion dan Skincare Ramah Lingkungan, Mengapa Demikian?

Brand Lokal Kini Tawarkan Pilihan Fashion dan Skincare Ramah Lingkungan, Mengapa Demikian?

Lifestyle | Kamis, 26 Juni 2025 | 08:28 WIB

Terkini

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

Jogja | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 11:25 WIB

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 11:24 WIB

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:15 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 11:13 WIB

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:10 WIB

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 11:08 WIB

×