Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

SMGR Dongkrak Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 6 Kali Lipat

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 17:09 WIB
SMGR Dongkrak Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 6 Kali Lipat
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di seluruh area operasi Perusahaan, salah satunya di pabrik Tuban, Jawa Timur. (Foto Ist)

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengukuhkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menggenjot penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Pasalnya, emiten bersandi SMGR ini baru saja merampungkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pabrik Tuban, Jawa Timur, yang kini telah mencapai tahap operasional komersial penuh. 

Pada November 2024, instalasi panel surya berkapasitas 6,4 Megawatt peak (MWp) yang terpasang di sepuluh atap bangunan pabrik Tuban, telah resmi beroperasi secara komersial. Pencapaian di pabrik yang dikelola oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (anak usaha SIG) ini, secara dramatis meningkatkan total kapasitas panel surya di SIG Group menjadi 6,5 MWp, melonjak tajam dari hanya 0,12 MWp pada tahun 2023. Megawatt peak sendiri adalah potensi maksimal pembangkitan listrik terbarukan ketika semua daya dukung teknis terpenuhi.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan adalah fondasi utama dalam menjalankan bisnis perusahaan. Sebagai produsen bahan bangunan yang memanfaatkan sumber daya alam, SIG memiliki komitmen kuat untuk menjalankan praktik bisnis terbaik dalam koridor keberlanjutan, dengan Sustainability Roadmap 2030 sebagai acuan operasi yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

”Konstruksi panel surya di Pabrik Tuban yang telah rampung semakin membuktikan komitmen SIG untuk menjalankan operasi bisnis yang ramah lingkungan. Penggunaan sumber energi alternatif ini tidak hanya membantu Perusahaan dalam mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), tetapi juga berdampak positif pada efisiensi biaya konsumsi listrik,” kata Indrieffouny Indra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Ia menambahkan, energi surya yang dihasilkan dari PLTS di seluruh area operasi SIG pada tahun 2024 mencapai kurang lebih 1.726 MWh. Produksi energi surya ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan pengurangan emisi CO2 sebesar 1.450.260 kg CO2, sebuah kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim.

“Penggunaan energi surya merupakan bukti konkret komitmen SIG dalam transisi menuju EBT yang ramah lingkungan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebagai perusahaan solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia, SIG siap memimpin transformasi industri menuju ekonomi hijau yang berfokus terhadap pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan sosial,” ujar Indrieffouny Indra.

Indonesia, dengan letak geografisnya di sepanjang garis khatulistiwa, memiliki potensi besar untuk pemanfaatan energi alternatif tenaga matahari, dengan iradiasi energi matahari rata-rata sekitar 4,80 kWh/m2/hari. Menariknya, SBI Pabrik Tuban berada pada posisi geografis yang sangat strategis, dengan iradiasi energi matahari di atas rata-rata nasional, yakni sekitar 5,4 kWh/m2/hari.

Peluang inilah yang melatarbelakangi SBI mengembangkan PLTS Atap (On-Grid Connected Rooftop PV System) yang terhubung ke jaringan listrik yang ada. Instalasi ini terpasang pada 10 atap bangunan dengan kapasitas terpasang 6,4 MWp. PLTS Atap ini dioperasikan secara paralel dengan listrik dari PLN untuk menunjang sebagian kebutuhan operasional pabrik, kantor, serta fasilitas pendukung lainnya di SBI Pabun.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Asri Mukhtar, menegaskan bahwa dunia kini menghadapi tantangan perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi GRK, yang menuntut aksi kolaboratif, termasuk dari dunia usaha, untuk meminimalisir dampaknya. Transisi energi fosil ke energi surya menjadi langkah konkret Solusi Bangun Indonesia untuk berpartisipasi mewujudkan pembangunan yang rendah emisi.

"Energi surya menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. SBI secara konsisten menerapkan praktik operasi yang bertanggung jawab sejalan dengan target dekarbonisasi perusahaan, dan sebagai kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs,” ujar Asri Mukhtar.

Langkah SIG ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar di Indonesia tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga serius dalam mengintegrasikan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, demi masa depan yang lebih hijau dan bersih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Mobil Hidrogen Terbaik 2025: Ramah Lingkungan, Harga Mulai Rp200 Jutaan

5 Mobil Hidrogen Terbaik 2025: Ramah Lingkungan, Harga Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Selasa, 24 Juni 2025 | 14:58 WIB

UNDP dan ESDM Susun Strategi Baru PLTS di Sulbar: Apa Isinya?

UNDP dan ESDM Susun Strategi Baru PLTS di Sulbar: Apa Isinya?

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:43 WIB

Menuju Industri Hijau: Peluang Indonesia Pimpin Produksi Semen dan Amonia Ramah Lingkungan

Menuju Industri Hijau: Peluang Indonesia Pimpin Produksi Semen dan Amonia Ramah Lingkungan

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:35 WIB

Terkini

Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini

Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:56 WIB

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:50 WIB

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:41 WIB

Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:36 WIB

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:33 WIB

Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok

Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:26 WIB

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:06 WIB

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:55 WIB

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB