Game yang menawarkan “loot box” atau item acak dengan pembelian uang nyata bisa menjerumuskan anak ke praktik judi digital.
Daftar Game Online Berbahaya yang Perlu Diblokir
Berikut adalah sejumlah game yang dinilai berisiko tinggi bagi anak-anak, baik karena konten maupun mekanismenya:
1. Grand Theft Auto (GTA) Series
Mengandung kekerasan ekstrem, bahasa kasar, penggunaan narkoba, hingga konten seksual. Bukan untuk anak-anak!
2. Call of Duty & Game Battle Royale Lainnya
Meski populer, game tembak-tembakan ini memuat visual kekerasan yang intens dan mendorong agresivitas.
3. Yandere Simulator
Game ini mengangkat tema kekerasan di sekolah, pembunuhan, dan obsesif terhadap cinta, sangat tidak cocok untuk usia remaja awal.
4. House Party & The Sims (Modifikasi 18+)
Beberapa versi modifikasi dari game simulasi kehidupan ini menyisipkan konten seksual dan eksplisit yang berbahaya bagi anak.
5. Gacha Life & Gacha Club (Tanpa Pengawasan)
Meski terlihat imut, banyak laporan tentang pemain yang membuat cerita dewasa melalui fitur “studio” dan membagikannya di internet.
6. Among Us (Tanpa Filter Chat)
Fitur chat bebas tanpa pengawasan bisa jadi celah penyalahgunaan, termasuk perundungan dan ajakan predator.
7. Roblox (Tanpa Supervisi Orang Tua)
Roblox memiliki banyak game di dalamnya. Beberapa mengandung konten dewasa, bahkan ada laporan soal grooming anak oleh predator.
8. TikTok Game & Mini-Game di Sosmed
Beberapa mini game dalam aplikasi populer seperti TikTok menyisipkan konten kekerasan simbolik dan tak layak konsumsi anak.
Langkah Proteksi: Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Aktifkan Parental Control
Gunakan fitur kontrol orang tua di Play Store, App Store, konsol game, dan browser untuk membatasi akses aplikasi berdasarkan usia.
Periksa Game Sebelum Mengizinkan
Cek rating (ESRB/PEGI), ulasan pengguna, dan konten dalam game. Jangan izinkan game dengan label 17+ dimainkan oleh anak-anak.
Batasi Waktu Bermain Game
Terapkan screen time yang sehat: maksimal 1 jam per hari untuk anak usia 6–12 tahun. Prioritaskan waktu untuk belajar dan interaksi sosial offline.
Dampingi Saat Bermain Game
Bermain bersama anak dapat membantu Anda memahami isi game, serta menjadi momen bonding yang positif.
Berikan Edukasi Digital Sejak Dini
Ajari anak cara bersikap bijak di dunia digital, mengenali ancaman online, dan melaporkan hal mencurigakan.
Game online tidak sepenuhnya buruk, tetapi bisa sangat berbahaya jika dimainkan tanpa pengawasan.
Dengan memahami game mana saja yang berisiko, orang tua bisa mengambil langkah perlindungan sejak awal.
Ingat, dunia maya tidak memiliki batas yang jelas. Maka, peran aktif orang tua adalah benteng pertama anak dari pengaruh digital yang merugikan.
Pantau, dampingi, dan edukasi anak agar tetap aman di dunia game online. Anak-anak berhak menikmati teknologi dengan cara yang sehat dan positif.